Seorang Petugas Kesehatan Palestina yang Mengungsi Meninggal Dunia Karena Cuaca Dingin yang Ekstrem

Ket. Foto: Petugas Kesehatan Palestina Meninggal Karena Cuaca Dingin Ekstrem
Ket. Foto: Petugas Kesehatan Palestina Meninggal Karena Cuaca Dingin Ekstrem Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan seorang petugas kesehatan Palestina meninggal dunia akibat kondisi cuaca dingin yang ekstrem sementara cuaca dingin yang parah memperparah kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang yang mengungsi akibat serangan gencar penjajah Israel.

Kementerian Kesehatan menyatakan pada hari Jumat, tanggal 27 Desember 2024, bahwa petugas kesehatan yang bernama Al-Hakim Ahmed al-Zaharneh, yang bekerja di Rumah Sakit Eropa Gaza, ditemukan di dalam tendanya di daerah al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Kementerian tersebut mengatakan insiden ini terjadi di tengah kondisi kemanusiaan yang sulit yang dialami warga yang mengungsi karena penderitaan penduduk Jalur Gaza meningkat akibat suhu rendah dan kurangnya alat pemanasa di tenda-tenda.

“Jumlah korban dari kelompok rentan meningkat karena memburuknya kondisi cuaca,” ujar salah satu jurnalis.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Meledakkan Robot Bermuatan Bahan Peledak di Dekat Rumah Sakit Kamal Adwan

Dia menambahkan sudah 14 bulan ini warga di sini kekurangan kebutuhan dasar untuk membantu mereka bertahan hidup dalam kondisi sulit ini, bahkan di musim panas.

“Sekarang di musim dingin, suhu sudah turun sangat rendah dan orang-orang di tenda-tenda pengungsian merasakan suhu dingin yang lebih dingin dari suhu sebenarnya,” ucapnya.

Dia menyatakan ibu-ibu sering kali tidak mempunyai kekuatan atau kemampuan untuk menyusui sebab mereka kekurangan gizi dan juga tidak sehat.

Dia melanjutkan kondisi yang lebih buruk dialami oleh kelompok rentan seperti bayi dan jika tidak ada bantuan kemanusiaan, kematian adalah hal yang wajar.

Baca Juga:
6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Bagian Timur Kota Gaza

Mayoritas dari 2,4 juta penduduk Jalur Gaza telah mengungsi setidaknya 1 kali sejak perang pecah pada tanggal 7 Oktober 2023 dengan banyak orang yang tinggal di tenda-tenda yang hanya menawarkan sedikit perlindungan dari cuaca dingin, hujan, dan juga banjir.

PBB dan organisasi lain telah berulang kali mengecam memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza sebab serangan dan blokade penjajah Israel sangat membatasi akses terhadap makanan, air, obat-obatan, dan pasokan lainnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Meledakkan Robot Bermuatan Bahan Peledak di Dekat Rumah Sakit Kamal Adwan

Robot yang bermuatan bahan peledak diledakkan oleh pasukan penjajah Israel di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Gaza.

6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Bagian Timur Kota Gaza

Serangan udara penjajah Israel terhadap sebuah rumah di bagian timur Kota Gaza menyebabkan 6 orang warga Palestina meninggal dunia.

Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

Itamar Ben-Gvir, yang merupakan Menteri Keamanan Nasional penjajah Israel, menyerbu masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa.

Penjajah Israel Menyerang Bandara Sanaa Yaman dan Pembangkit Listrik Hodeidah

Pembangkit listrik Hodeidah dan Bandara Internasional Sanaa yang terletak di Yaman dikabarkan diserang oleh penjajah Israel.

9 Warga Penjajah Israel Terluka saat Mencari Perlindungan setelah Tembakan Roket dari Yaman

Sebanyak 9 warga penjajah Israel mengalami luka ketika mereka sedang mencari perlindungan setelah tembakan roket dari Yaman.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;