Serangan Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Sebabkan Seorang Pria Tua Palestina Menderita Cedera Kepala

Ket. Foto: Seorang Pria Lansia Palestina Cedera Kepala Akibat Diserang Pemukim Penjajah Israel
Ket. Foto: Seorang Pria Lansia Palestina Cedera Kepala Akibat Diserang Pemukim Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang pria tua Palestina bernama Khaled Al-Najjar menderita cedera kepala setelah pemukim Yahudi penjajah Israel ekstremis menyerangnya dengan kejam di Masafer Yatta, selatan Hebron di Tepi Barat.

Rateb Al-Jabour, yang merupakan pejabat setempat, menyampaikan serangan pemukim penjajah Israel terjadi di daerah Quwaiwis dekat Shaab Al-Batm di Masafer Yatta.

“Khaled Al-Najjar dipindahkan ke Rumah Sakit Abul-Hasan Al-Qasem di Yatta,” ujarnya.

OCHA, yang merupakan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan kekerasan pemukim penjajah Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat termasuk dengan Yerusalem Timur, meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di tahun 2024.

Baca Juga:
Aktivis Desak Kongres AS untuk Loloskan Undang-Undang yang Larang Penggunaan Istilah Tepi Barat

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara informal memberitahu Kongres tentang usulan kesepakatan senjata senilai 8 miliar dolar AS dengan penjajah Israel, termasuk amunisi untuk jet tempur, helikopter serang, dan juga peluru artileri.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan kesepakatan itu sebagai langkah untuk mendukung keamanan jangka panjang penjajah Israel dengan memasok kembali persediaan amunisi penting dan kemampuan pertahanan udara.

Seorang pejabat Amerika Serikat dalam laporan tersebut mengatakan Presiden telah menegaskan penjajah Israel mempunyai hak untuk membela warga negaranya, sesuai dengan hukum internasional dan juga hukum humaniter internasional, serta untuk mencegah agresi dari Iran serta organisasi proksinya.

“Kami akan terus menyediakan kemampuan yang dibutuhkan untuk pertahanan penjajah Israel,” katanya.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Membakar Rumah-Rumah di Sekitar RS Al-Awda di Jalur Gaza Utara

Hal ini terjadi ketika Presiden Joe Biden memasuki hari-hari terakhir masa jabatannya sebelum pelantikan Donald Trump di tanggal 20 Januari 2025.

Laporan tersebut menyebutkan penjualan senjata yang diusulkan, sambil menunggu persetujuan kongres, termasuk dengan rudal udara-ke-udara AIM-120C-8 AMRAAM untuk jet tempur, peluru artileri 155 mm, hulu ledak seberat 500 pon, bom berdiameter kecil, sekering bom, dan peralatan terkait lainnya.

Penjualan itu kabarnya akan melibatkan pengiriman amunisi dari stok Amerika Serikat saat ini, sementara sebagian besar akan memakan waktu 1 tahun atau lebih untuk diproduksi dan dikirim. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Aktivis Desak Kongres AS untuk Loloskan Undang-Undang yang Larang Penggunaan Istilah Tepi Barat

Kongres AS didesak oleh para aktivis untuk meloloskan UU yang melarang penggunaan istilah Tepi Barat dalam pernyataan resmi AS.

Pasukan Penjajah Israel Membakar Rumah-Rumah di Sekitar RS Al-Awda di Jalur Gaza Utara

Rumah-rumah di sekitar RS Al-Awda yang terletak di Jalur Gaza utara dibakar oleh penjajah Israel melalui pesawat tak berawak.

2 Mayat Warga Palestina Ditemukan setelah Serangan Penjajah Israel di Jalur Gaza Selatan

Badan Pertahanan Sipil mengatakan tim mereka menemukan 2 mayat warga Palestina setelah serangan penjajah Israel di Gaza selatan.

Sebabkan 2 Orang Tewas, Serangan Pesawat Nirawak Penjajah Israel Hantam Kawasan Remal di Kota Gaza

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel menghantam kawasan Remal yang terletak di Kota Gaza dan menyebabkan 2 orang tewas.

Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Rumah Seorang Warga Palestina di Tepi Barat

Rumah seorang warga Palestina yang menjadi tahanan penjajah Israel dihancurkan oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;