Batalyon Tulkarem Sebut Telah Meledakkan Buldozer Militer Penjajah Israel dengan Alat Peledak di Kamp Pengungsi Nur Shams

Ket. Foto: Batalyon Tulkarem Meledakkan Buldozer Militer Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Nur Shams
Ket. Foto: Batalyon Tulkarem Meledakkan Buldozer Militer Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Nur Shams Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Batalyon Tulkarem dari Brigade Al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam Palestina, menyampaikan telah meledakkan buldozer militer penjajah Israel menggunakan alat peledak di Kamp Pengungsi Nur Shams.

Batalyon Tulkarem juga menyampaikan pada tanggal 9 Janauri 2025 waktu setempat bahwa mereka menembaki pasukan penjajah Israel dengan tembakan gencar yang menyerbu kamp tersebut dekat Tulkarem di Tepi Barat dan memastikan serangan terkonfirmasi.

Diketahui sejauh ini belum ada korban yang dilaporkan dan militer penjajah Israel belum mengakui serangan itu.

Sementara itu, tentara penjajah Israel mengklaim telah mengambil jenazah seorang sandera selama operasi di Rafah di Jalur Gaza selatan.

Baca Juga:
Qatar Kutuk Penerbitan Peta oleh Penjajah Israel yang Mengklaim Wilayah Arab

“Pasukan kami melakukan koordinasi dengan Dinas Keamanan Umum atau Shin Bet berhasil mengambil jenazah Youssef Ziyadne dari dalam terowongan di Rafah di hari Selasa, 7 Januari 2025,” kata militer.

Mereka menambahkan Ziyadne dibawa oleh Hamas di tanggal 7 Oktober 2023 dan dibunuh ketika ditawan tanpa memberikan perincian tentang bagaimana dia dibunuh.

Militer juga mencatat sebagai bagian dari operasi penyelamatan, bukti terkait putra Youssef, Hamza Ziyadne, ditemukan sehingga menimbulkan kekhawatiran serius tentang nasibnya.

Dalam perkembangan terkait, media penjajah Israel melaporkan jasad Youssef Ziyadne ditemukan bersama beberapa jasad pria bersenjata yang ditugaskan untuk menjaganya yang menunjukkan dia mungkin tewas dalam serangan udara penjajah Israel.

Baca Juga:
Rumah Sakit Nasser di Khan Younis Ditutup Sebagian Karena Kekurangan Bahan Bakar

Sementara itu, Gedung Putih menegaskan penjajah Israel tidak melakukan genosida di Jalur Gaza.

Wartawan bertanya kepada Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengapa Amerika Serikat telah memastikan terjadinya genosida di Sudan, sementara menolak melakukan hal yang sama di Jalur Gaza.

Dia mengatakan meski jumlah korban tewas di Jalur Gaza sangat tinggi dan terdapat terlalu banyak korban sipil, pemerintahan Biden tidak yakin penjajah Israel melakukan genosida di wilayah Palestina.

Di sisi lain, jumlah korban tewas akibat perang di Jalur Gaza telah mencapai 46.006 warga Palestina sejak perang meletus di tanggal 7 Oktober 2023. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Qatar Kutuk Penerbitan Peta oleh Penjajah Israel yang Mengklaim Wilayah Arab

Penerbitan peta yang dilakukan oleh pemerintah penjajah Israel yang mengklaim wilayah Arab dikutuk oleh Qatar, mediator gencatan senjata.

Rumah Sakit Nasser di Khan Younis Ditutup Sebagian Karena Kekurangan Bahan Bakar

Dilaporkan Pusat Informasi Palestina, karena mengalami kekurangan bahan bakar, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis ditutup sebagian.

Pasukan Penjajah Israel Tembakkan Gas Air Mata ke Guru dan Siswa di Sekolah Tepi Barat

Gas air mata ditembakkan oleh pasukan penjajah Israel ke guru dan siswa di sebuah sekolah yang terletak di sebelah timur Betlehem, Tepi Bara

Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Lukai 3 Pejuang Palestina di Tepi Barat

3 orang pejuang Palestina dalam serangan oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina di sebelah utara Tulkarem, Tepi Barat.

Buldozer Penjajah Israel Hancurkan Sebuah Rumah Milik Seorang Warga Palestina di Yerusalem Timur

Sebuah rumah milik warga Palestina yang terletak di lingkungan Jabal Mukaber di Yerusalem Timur dihancurkan oleh buldozer penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;