Warga Palestina Temukan Sejumlah Barang Milik Mantan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar yang Tewas Dibunuh

Ket. Foto: Warga Palestina Menemukan Sejumlah Barang Milik Yahya Sinwar
Ket. Foto: Warga Palestina Menemukan Sejumlah Barang Milik Yahya Sinwar Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Warga Palestina menemukan barang-barang milik Yahya Sinwar, mantan pemimpin Hamas yang dibunuh oleh pasukan penjajah Israel di kota selatan Rafah pada bulan Oktober.

Pemilik rumah tempat Yahya Sinwar mencari perlindungan dan berjuang di saat-saat terakhirnya, Ashraf Abu Taha, menyampaikan dia berjuang untuk mengambil kantong militer Sinwar, beberapa bagian pakaiannya, dan kursi berwarna orange yang pernah didudukinya ketika terluka dari reruntuhan rumahnya yang hancur.

Dia menyatakan kematian Yahya Sinwar di rumahnya adalah sumber kebanggaan untuknya.

Baca Juga:
Kementerian Kesehatan Gaza Sebut Tidak Ada Rumah Sakit yang Beroperasi Penuh di Jalur Gaza

“Sinwar akan selalu dikenang dalam sejarah sebagai pemimpin yang revolusioner,” ucapnya.

Menurut laporan tanggal 23 Januari 2025 waktu setempat, kantong Yahya Sinwar masih berisi jejak darahnya sementara kursinya ditemukan robek di bawah reruntuhan.

Abu Taha menggambarkan bagaimana reruntuhan rumahnya menjadi ‘kuil’ dan banyak warga Palestina mengunjungi tempat itu untuk melihat tempat Sinwar untuk bertempur dalam pertempuran terakhirnya.

Mengenang momen ketika video kematian Sinwar dirilis, dia menyampaikan dia menerima telepon dari putrinya di Uni Emirat Arab yang memberitahu dia bahwa pemimpin Hamas tersebut telah terbunuh di dalam rumah mereka.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Bertopeng Serbu Desa Palestina dan Melukai Sedikitnya 12 Orang

Saat itu, dia tidak percaya dengan berita tersebut.

Setelah kematian Sinwar, militer penjajah Israel menghancurkan rumah Abu Taha dengan serangan udara.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Nir Barkat memberikan komentar di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dengan mengatakan Jalur Gaza hanya dapat dibangun kembali jika Hamas memilih perdamaian abadi dengan penjajah Israel.

“Pertanyaan kuncinya adalah apakah mereka ingin membangun Dubai atau membangun kembali Jalur Gaza seperti semula,” ujarnya.

Baca Juga:
436 Ribu Rumah Hancur atau Rusak di Jalur Gaza, Total Biaya Rekonstruksi 40 Miliar Dolar AS

Dia menambahkan Dubai mengakui negara penjajah Israel, mereka berfokus pada ekonomi bersama.

“Kami ingin melihat Dubai di wilayah kami, bukan Jalur Gaza,” tandasnya.

Meski penjajah Israel belum mengatakan apakah mereka akan membantu untuk membiayai pembangunan kembali Jalur Gaza, dia menyampaikan penjajah Israel tentu bersedia untuk memungkinkan Uni Emirat Arab, Saudi, dan pihak lain membangun kembali sesuatu yang tidak mengancam penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Kementerian Kesehatan Gaza Sebut Tidak Ada Rumah Sakit yang Beroperasi Penuh di Jalur Gaza

Disebutkan Kementerian Kesehatan Gaza bahwa tidak ada rumah sakit yang beroperasi penuh di Jalur Gaza, Palestina.

Pemukim Penjajah Israel Bertopeng Serbu Desa Palestina dan Melukai Sedikitnya 12 Orang

Desa Palestina Jinsafut dan Funduq di dekat Yerusalem diserbu oleh pemukim penjajah Israel yang mengenakan topeng.

436 Ribu Rumah Hancur atau Rusak di Jalur Gaza, Total Biaya Rekonstruksi 40 Miliar Dolar AS

Sebanyak 436.000 rumah hancur atau rusak akibat perang atau sekitar 92 persen rumah, sementara 90 persen warga Palestina mengungsi.

Kepala Staf Angkatan Darat Penjajah Israel Umumkan Akan Mengundurkan Diri pada Bulan Maret

Pengunduran diri disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat penjajah Israel, Herzi Halevi, yang akan mengundurkan diri bulan Maret.

Pasukan Penjajah Israel Menghalangi Warga Palestina Memasuki atau Meninggalkan Kota-Kota di Tepi Barat

Warga Palestina dihalangi oleh pasukan penjajah Israel untuk memasuki atau meninggalkan kota-kota di Tepi Barat, Palestina.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;