Pemukim Penjajah Israel Mencuri Ternak dan Tangki Air Warga Palestina di Dekat Ramallah

Ket. Foto: Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Mencuri Ternak dan Juga Tangki Air Milik Warga Palestina di Dekat Ramallah
Ket. Foto: Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Mencuri Ternak dan Juga Tangki Air Milik Warga Palestina di Dekat Ramallah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sekelompok pemukim penjajah Israel yang dilindungi oleh pasukan penjajah Israel menyerang kota Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, pada hari Sabtu malam, tanggal 22 Februari 2025 waktu setempat, mencuri sekitar 800 domba, 3 kuda, 2 keledai, dan tangki air dari penduduk setempat.

Sumber keamanan Palestina menyampaikan kepada media bahwa para penjajah yang disertai tentara penjajah Israel, menyerbu kota tersebut dan melakukan pencurian.

“Ternak yang dicuri adalah milik warga setempat yang bernama Naif Mansara dan Abdelhalim Awada,” ujarnya.

Lalu pasukan penjajah Israel menyerbu kota tersebut dan menyerbu sebuah rumah, menyita rekaman kamera keamanan dari properti tersebut.

Baca Juga:
Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Membakar Sebuah Rumah dan Kendaraan di Komunitas Badui Utara Yerusalem

Di sisi lain, Tiongkok menyerukan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata yang lengkap dan efektif dan solusi 2 negara bagi penjajah Israel dan Palestina.

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdellatty, melalui panggilan telepon bahwa Beijing menentang pemindahan paksa rakyat Palestina dan berharap perjanjian gencatan senjata dilaksanakan secara tuntas dan juga efektif.

“Jalur Gaza adalah bagian integral wilayah Palestina dan masa depannya harus ditentukan oleh keinginan rakyat Palestina,” katanya.

Rencana Donald Trump untuk memindahkan secara paksa warga Palestina dari Jalur Gaza telah memicu kemarahan global.

Baca Juga:
Menteri Kesehatan Mengumumkan Peluncuran Ketiga Kampanye Vaksinasi Polio di Gaza Akan Dimulai Sabtu

Di sisi lain, mantan duta besar dan konsul jenderal penjajah Israel di New York, Alon Pinkas, mengatakan gencatan senjata di Jalur Gaza memang rapuh tetapi sebagian besar berhasil dan pertukarannya berhasil.

“Kenyataan bahwa fase pertama berhasil dilaksanakan belum tentu menjadi pertanda baik untuk fase kedua yang lebih menantang,” ucapnya.

Dia melanjutkan alasannya adalah Benjamin Netanyahu tidak tertarik pada tahap kedua.

“Tahap ini akan mencakup pengurangan kekuatan penjajah Israel di Jalur Gaza pada hari ke-42, yang berarti seminggu dari sekarang. Pada hari ke-50, tidak hanya pengurangan kekuatan tetapi penarikan pasukan,” tuturnya.

Baca Juga:
Setelah 16 Bulan Terhenti Karena Perang, Tahun Ajaran di Jalur Gaza Akan Dimulai Hari Sabtu

Dia mengatakan gencatan senjata akan berubah dari penghentian permusuhan, seperti yang diketahui sekarang, menjadi berakhirnya perang, yang bukanlah sesuatu yang disukai oleh perdana menteri penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Membakar Sebuah Rumah dan Kendaraan di Komunitas Badui Utara Yerusalem

Sebuah rumah dan kendaraan di komunitas Badui dibakar oleh sekelompok pemukim penjajah Israel di utara Yerusalem.

Menteri Kesehatan Mengumumkan Peluncuran Ketiga Kampanye Vaksinasi Polio di Gaza Akan Dimulai Sabtu

Peluncuran ketiga kampanye vaksinasi polio di Gaza akan dimulai hari Sabtu yang menargetkan anak-anak di bawah 10 tahun.

Setelah 16 Bulan Terhenti Karena Perang, Tahun Ajaran di Jalur Gaza Akan Dimulai Hari Sabtu

Tahun ajaran di Jalur Gaza yang terkepung dilaporkan akan dimulai pada hari Sabtu setelah 16 bulan terhenti karena perang genosida.

Seorang Wanita Palestina Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Timur Rafah Jalur Gaza Selatan

Pasukan penjajah Israel menembak seorang wanita Palestina dan menyebabkannya tewas di timur Rafah, Jalur Gaza selatan.

Otoritas Penjajah Israel Kirimkan Lebih dari 25 Pemberitahuan untuk Mengosongkan Lahan Pertanian di Selatan Nablus

Lebih dari 25 pemberitahuan dikirimkan oleh otoritas penjajah Israel untuk mengosongkan lahan pertanian di selatan Nablus.

Berita Terkini

wave

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.


See All
; ;