Penjajah Israel Menyerang Properti Warga Palestina di Daerah Wadi Qana Dekat Kota Deir Istiya

Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerang Properti Milik Warga Palestina di Daerah Wadi Qana
Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerang Properti Milik Warga Palestina di Daerah Wadi Qana Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Para penjajah Israel menyerang properti warga Palestina pada hari Minggu malam, tanggal 20 April 2025 waktu setempat, di daerah Wadi Qana dekat Kota Deir Istiya, barat laut Salfit.

Menurut aktivis anti-kolonial, Nathmi Salman, melaporkan bahwa sekelompok penjajah Israel merusak properti pertanian milik beberapa penduduk Palestina di daerah itu.

“Serangan tersebut melibatkan perusakan peralatan pertanian dan penebangan serta penghancuran beberapa pohon,” terangnya.

Dia menunjukkan bahwa serangan ini merupakan bagian dari eskalasi kolonial yang sedang berlangsung yang menargetkan tanah dan juga properti Palestina di Wadi Qana dalam upaya untuk memaksakan realitas baru di lapangan.

Baca Juga:
Kementerian Luar Negeri Palestina Membunyikan Peringatan atas Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

Pada waktu yang sama, pasukan penjajah Israel menutup pintu masuk barat Desa Al-Minya, tenggara Betlehem.

Zayed Kawazbeh, Kepala Dewan Desa al-Maniya, menyampaikan kepada media bahwa pasukan penjajah Israel disertai dengan buldozer menyerbu desa dan menghancurkan pintu masuk barat dekat sekolah menengah yang terletak di jalan kolonial utama.

“Mereka menutupnya dengan gundukan tanah,” jelasnya.

Baru-baru ini, pasukan pendudukan meningkatkan serangan mereka terhadap desa itu yang mencakup penyerangan terhadap petani dan penggembala, serta penyitaan hasil pertanian.

Baca Juga:
Sebuah Ledakan Terjadi di Kamp Nur Shams saat Penjajah Israel Melanjutkan Operasi di Tepi Barat

Sementara itu, Komisi Urusan Sipil telah memberitahu Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) bahwa seorang warga Palestina telah meninggal di Rumah Sakit Hadassah penjajah Israel.

Tahanan tersebut yang bernama Nasser Khalil Radaydeh dari Kota Al-Ubeidiya di daerah Betlehem dipindahkan ke rumah sakit tersebut dari Penjara Ofer, tempat dia meninggal pada tanggal 20 April 2025 waktu setempat.

Ini menambah daftar warga Palestina yang meninggal sebagai akibat dari kejahatan intensif dan sistematis yang dilakukan oleh sistem penjara penjajah Israel sejak dimulainya genosida yang sedang berlangsung.

Radaydeh adalah seorang ayah 7 anak yang sudah menikah dan dia telah dipenjara sejak 18 September 2023 setelah dia terluka oleh tembakan penjajah Israel pada saat penahanannya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Kementerian Luar Negeri Palestina Membunyikan Peringatan atas Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

Peringatan atas bencana kelaparan yang semakin parah terjadi di Jalur Gaza dibunyikan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina.

Sebuah Ledakan Terjadi di Kamp Nur Shams saat Penjajah Israel Melanjutkan Operasi di Tepi Barat

Ketika penjajah Israel melanjutkan operasi di Tepi Barat, sebuah ledakan dilaporkan terjadi di Kamp Nur Shams di timur Tulkarm.

Orang-Orang Terbakar Hidup-Hidup di dalam Tenda dalam Serangan Terbaru Penjajah Israel di Gaza

Di antara 34 orang yang tewas dalam serangan terbaru di Jalur Gaza, orang-orang terbakar hidup-hidup di dalam tenda mereka.

Penjajah Israel Menyerang Seorang Penggembala Palestina dan Mencuri 250 Domba di Wadi Qelt Sebelah Barat Jericho

Seorang penggembala Palestina diserang oleh penjajah Israel yang juga mencuri 205 dombanya di Wadi Qelt di sebelah barat Jericho.

Serangan Mematikan Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Menghantam Kota Gaza

Pasukan penjajah Israel kembali melakukan serangan yang mematikan di Kota Gaza yang terletak di utara Jalur Gaza, Palestina.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;