Pasukan Penjajah Israel Menculik Seorang Warga Palestina dari Kota al-Ram Sebelah Utara Yerusalem

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menculik Seorang Warga Sipil Palestina yang Berasal dari Kota al-Ram
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menculik Seorang Warga Sipil Palestina yang Berasal dari Kota al-Ram Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan khusus penjajah Israel menculik seorang warga dari Kota al-Ram yang terletak di sebelah utara Yerusalem pada hari Minggu malam, tanggal 27 April 2025 waktu setempat, setelah menyerbu kota tersebut dengan menyamar dengan mengenakan pakaian sipil.

Saksi mata melaporkan bahwa sekelompok tentara yang menyamar menculik warga Yerusalem Mansour Abu Gharbiyeh dari Kota al-Ram di Yerusalem yang diduduki.

“Mereka segera menarik diri dari tempat kejadian,” ujarnya.

Di sisi lain, politisi Palestina, Mustafa Barghouti, mengecam Benjamin Netanyahu karena menyatakan bahwa gagasan mendirikan negara Palestina adalah ‘kebodohan’, dan mendesak persatuan Palestina serta diakhirnya ‘ilusi’ kompromi dengan pemerintah penjajah Israel.

Baca Juga:
9 Warga Sipil Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Khan Younis dan Kota Gaza

Dalam sebuah postingan di media sosial, dia mengatakan Netanyahu telah dengan jelas mengungkapkan bahwa tujuan normalisasi dengan dunia Arab adalah untuk melikuidasi perjuangan Palestina.

“Benjamin Netanyahu bertindak seperti ‘penguasa imperialis yang sombong di seluruh wilayah’,” ucapnya.

Sebelumnya, Benjamin Netanyahu menuturkan pendirian negara Palestina tidak akan membawa perdamaian.

“ Ide itu adalah kebodohan, tidak lebih dari sekadar kebodohan,” ungkapnya.

Baca Juga:
Beberapa Warga Palestina Mengalami Luka-Luka dalam Serangan Tentara Penjajah Israel di Kota Beit Fajjar

Dia melanjutkan penjajah Israel telah memutuskan untuk ‘menghindari Palestina’ dan tuntutan mereka akan sebuah negara dan bernegosisasi langsung dengan negara-negara Arab untuk menjalin hubungan formal dengan mereka.

Inisiatif Perdamaian Arab 2002 mensyaratkan pengakuan penjajah Israel terhadap berdirinya negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Tetapi Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko menandatangani perjanjian diplomatik dengan penjajah Israel pada tahun 2020 meskipun pendudukan masih berlangsung.

Sudan juga setuju untuk bergabung dengan perjanjian normalisasi tetapi belum menjalin hubungan resmi dengan penjajah Israel.

Baca Juga:
Seorang Anak Laki-Laki Palestina Tewas setelah Ditembak Pasukan Penjajah Israel di Kota Yamoun

Sementara itu, Jonathan Whittall, Kepala kantor OCHA di wilayah Palestina yang diduduki memberikan gambaran suram tentang situasi di Jalur Gaza di mana kekurangan gizi meningkat karena pengepungan penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

9 Warga Sipil Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Khan Younis dan Kota Gaza

Serangan udara penjajah Israel yang menargetkan Khan Younis dan Kota Gaza menyebabkan 9 warga sipil Palestina dilaporkan tewas.

Beberapa Warga Palestina Mengalami Luka-Luka dalam Serangan Tentara Penjajah Israel di Kota Beit Fajjar

Serangan tentara penjajah Israel di Kota Beit Fajjar menyebabkan beberapa warga Palestina mengalami luka-luka.

Seorang Anak Laki-Laki Palestina Tewas setelah Ditembak Pasukan Penjajah Israel di Kota Yamoun

Pasukan penjajah Israel menembak seorang anak laki-laki Palestina berusia 12 tahun dan menyebabkannya tewas di Kota Yamoun.

Serangan Udara Penjajah Israel Tewaskan 2 Warga Sipil Palestina dan Melukai yang Lainnya di Deir al-Balah

2 warga sipil Palestina tewas dan yang lainnya terluka dalam serangan udara yang dilakukan oleh penjajah Israel di Deir al-Balah.

Penjajah Israel Mengganggu Lalu Lintas dan Menyerang Kendaraan Palestina di Persimpangan Dekat Deir Ballut

Lalu lintas diganggu dan penjajah Israel juga menyerang kendaraan Palestina di persimpangan dekat Kota Deir Ballut.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;