Polisi Temukan Obat-obatan, Pelaku Penembakan di Kantor MUI Disebut Alami Gangguan Jiwa Halusinasi

<p>Ilustrasi pelaku penembakan (Foto/Pixabay) </p>
Ilustrasi pelaku penembakan (Foto/Pixabay)

Kriminal, gemasulawesi – Setelah melumpuhkan pelaku penembakan di Kantor Pusat MUI, Polisi menemukan obat-obatan dan lainnya.

Komisaris Besar (Kombes) Komarudin, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat, telah mengungkap identitas pelaku penembakan yang terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga :

Detik-Detik Mencekam Penembakan Kantor MUI Pusat yang Berakhir dengan Kematian Pelaku

Menurut Komarudin, jenazah pelaku penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati untuk dilakukan otopsi.

Dalam tas pelaku, polisi menemukan sejumlah barang seperti obat-obatan, buku rekening, dan beberapa lembar surat-surat, yang mungkin bisa memberikan petunjuk tentang penyebab kematian pelaku.

Baca Juga : Libur Maulid, ASN Dilarang Cuti Bepergian 18-22 Oktober 2021

Mustofa mengklaim dirinya sebagai wakil Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyelesaikan tugas suci di muka bumi ini.

Meskipun sebagian orang beranggapan, Mustofa mengalami gangguan kejiwaan, keluarganya mengatakan bahwa dia tidak pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, Mustopa sering mengalami halusinasi, seperti yang diberitakan oleh istri Mustofa.

Baca Juga : Covid 19 Menggila, MUI Minta Ibadah Umat Islam di Rumah Saja

Namun demikian, Pratomo juga menjelaskan, Mustofa telah memiliki catatan kriminal di masa lalu.

Pada tahun 2016, Mustofa diproses hukum oleh Polda Lampung dalam kasus perusakan kantor DPRD Lampung.

Baca Juga : Hadiri Maulid Nabi, Ketua DPRD Sulteng Ingatkan Jaga Silaturahmi

Dalam kasus tersebut, Mustofa menuntut pengakuan sebagai wakil Nabi Muhammad SAW, yang kemudian berujung pada tuntutan dan putusan hukuman penjara selama 3 bulan.

Pelaku sengaja mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan maksud meminta pengakuan atas dirinya sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW.

Menurut penuturan sang istri, pelaku telah berangkat ke Kantor MUI di Jakarta semalam melalui jasa travel yang langsung menuju ke lokasi tersebut.

Baca Juga : Oknum Polisi di Sulawesi Tenggara Menganiaya Seorang Bocah

Sebelum berangkat, pelaku meminta izin serta doa dari istrinya. Sang istri juga menegaskan bahwa pelaku bukanlah anggota dari organisasi terlarang seperti teroris.

Ia menambahkan bahwa selama ini, tidak pernah ada tamu dari luar ke rumah mereka, dan bahwa suaminya hanya seorang petani yang sederhana.

Baca Juga : Pola Hidup Sehat Ala Tokoh Besar Dunia

Sebelum memutuskan untuk menikah pada tahun 1984, pelaku merasa mendapat bisikan gaib yang menyatakan bahwa dirinya memiliki peran sebagai wakil nabi.

Setelah menikah, pelaku tak ragu untuk mengumumkan ke seluruh masyarakat bahwa ia adalah orang yang dipilih untuk menjadi wakil nabi.

Pada tahun 1999, pelaku memutuskan untuk mengundang orang-orang ke rumahnya untuk memberitahu mereka bahwa ia telah dipilih sebagai wakil nabi.

Sayangnya, tak seorang pun percaya pada klaimnya meskipun ia dengan gigih membela keyakinannya.

Setelah bertahun-tahun hidup dengan keyakinannya sendiri, pada tahun 2016, pelaku akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Ia memutuskan untuk mengunjungi DPRD Lampung dan memohon pengakuan resmi sebagai wakil nabi. Namun, tidak ada yang bisa membantunya.

Tak putus asa, pelaku kemudian pergi ke Jakarta untuk menghadap MUI Pusat dan memohon pengakuan resmi.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh sumber terpercaya, sejarah dan bukti menunjukkan bahwa klaimnya hanyalah sebuah halusinasi belaka. (*/YN) 

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

 

...

Artikel Terkait

wave

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan, Mario Dandy Memperagakan Adegan Menendang Kepala Korban

Penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat terhadap anak petinggi GP Ansor, memasuki tahap rekonstruksi kasus

Update Kasus Brigadir J, Sidang Tuntutan Bharada E Dibacakan Hakim Hari Ini

Sidang Tuntutan Bharada E dibacakan Hakim hari ini, Rabu 11 Januari 2023. Bharada E didakwa kasus pembunuhan Brigadir J

Suami Tidak Ada Kerja, Istri Terpaksa Mencuri Demi Susu Anak

aksi pencurian yang dilakukan oleh perempuan viral di media sosial. Setelah diketahui terpaksa mencuri demi susu anak

Ini Motif Pembunuhan Sekeluarga Menggunakan Racun di Magelang

Peristiwa tewasnya satu keluarga di Desa Mertoyudan, menggemparkan publik. Motif pembunuhan satu keluarga tersebut karena sakit hati.

Pemuda di Magelang Tega Meracuni Keluarganya Sendiri Hingga Tewas

Pemuda di Magelang, Jawa Tengah diduga melakukan pembunuhan terhadap keluarga sendiri dengan cara mencampurkan racun kedalam minuman

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;