Bikin Heboh! Oknum Satpol PP di Pandeglang Banten Ngamuk Gegara Anaknya Tak Lolos PPS, Anggota PPK Ini Mengaku Diancam dan Diintimidasi

Oknum Satpol PP di Pandeglang mengamuk karena sang anak gagal lolos PPS, mengancam dan mengintimidasi salah satu anggota PPK.
Oknum Satpol PP di Pandeglang mengamuk karena sang anak gagal lolos PPS, mengancam dan mengintimidasi salah satu anggota PPK. Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Banten, gemasulawesi - Seorang oknum Satpol PP mengamuk di halaman Kantor Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, setelah anaknya gagal menjadi anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di wilayah tersebut.

Oknum Satpol PP yang berinisial Hi dan berstatus PNS ini, diketahui berdinas di Kecamatan Cadasari.

Dalam sebuah video berdurasi satu menit 12 detik yang viral di media sosial, Hi terlihat menghardik salah satu Anggota PPK Kecamatan Cadasari, Gusti Wisnu Ramadhan.

Di video tersebut, Hi terdengar mengatakan, "Kamu tidak melihat saya, ini wilayah saya. Saya orang kecamatan," dengan nada marah.

Baca Juga:
Penyusunan Analisis IHK Barang serta Jasa, Pemkab Parigi Moutong Gelar Rakor Bersama dengan BPS dan Instansi Terkait Lainnya

Kejadian tersebut terjadi di halaman Kantor Kecamatan Cadasari.

Wisnu, yang menjadi korban dalam insiden ini, menjelaskan bahwa malam itu Hi menghubunginya dan meminta pertemuan untuk membahas kegagalan anaknya dalam seleksi PPS.

Meskipun Wisnu telah memberikan penjelasan, Hi tetap marah dan menyalahkannya.

Dalam kemarahannya, Hi menghardik Wisnu dengan kata-kata kasar, menampar pipi, mendorong tubuh, dan melemparkan puntung rokok yang masih menyala ke arah Wisnu.

Baca Juga:
Tegaskan Kekompakan Penting dalam Membangun Kebersamaan, 125 Calon Haji Parigi Moutong Telah Siap untuk Diberangkatkan ke Tanah Suci

Wisnu juga menyampaikan bahwa ancaman dan intimidasi yang diterimanya dari Hi masih berlanjut melalui pesan WhatsApp, yang menjadi salah satu alasan kuat untuk melanjutkan laporan ke jalur hukum.

Videonya yang viral di media sosial juga menunjukkan bukti kekerasan yang dialaminya, termasuk pukulan di pipi kiri yang terjadi pada malam kejadian.

Wisnu merasa terintimidasi dan menjadi korban kekerasan fisik serta verbal.

Kemudian Wisnu mengambil langkah tegas dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Cadasari keesokan harinya.

Baca Juga:
Timbangan Beras untuk Bantuan Pangan Tidak Mencukupi, Bulog Sulawesi Tengah Dilaporkan Menggantinya dengan yang Baru

Pada 31 Mei 2024, Kapolres Pandeglang AKBP Oki Bagus Setiaji memanggil Wisnu dan memberikan pernyataan terkait laporannya.

Ia menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan, dan menegaskan bahwa tidak akan ada intervensi dalam penanganannya.

Lebih lanjut ia meminta semua pihak yang terlibat untuk berkomitmen terhadap jalur hukum tanpa adanya sikap maju mundur.

Kapolres juga meminta maaf atas keterlambatan penanganan, namun menegaskan bahwa pihaknya kini bergerak cepat untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas di pengadilan.

Baca Juga:
Istri Oknum TNI yang Sempat Viral Usai Tendang Kepala Pengendara Motor Alami Keguguran, Padahal Baru Menginjak Usia 2 Minggu Kehamilan

Kejadian ini menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial, memicu diskusi tentang tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang anggota Satpol PP, yang seharusnya bertugas menjaga ketertiban umum.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya proses seleksi yang transparan dan adil dalam pemilihan anggota PPS, serta perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

Beberapa netizen mengecam tindakan Hi, menyebutnya sebagai penyalahgunaan wewenang dan perilaku tidak profesional.

“Baru jadi Satpol PP aja lagunya udah kayak anggota DPR ya. Emang udah rusak dari atas sampai bawah,” tulis akun @ola***.

Baca Juga:
Viral di Media Sosial! Mobil Alphard Berplat R1 74 yang Sudah Kadaluwarsa Sejak 2022 Berkeliaran di Jalan, Diduga Milik Watimpres

Wisnu menyayangkan tindakan Hi dan berharap agar ada tindakan disiplin yang tegas terhadap oknum tersebut.

Ia juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan setiap pihak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan profesionalisme dan integritas tinggi.

Wisnu menekankan bahwa proses seleksi PPS harus dilakukan dengan adil dan tanpa intervensi dari pihak manapun, termasuk aparat pemerintah.

Sementara itu, pihak Kecamatan Cadasari belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Baca Juga:
Sempat Disebut Linda Saat Kesurupan, Saksi Baru Bernama Melmel Akhirnya Muncul, Ungkap Detik-detik Kejadian Penyiksaan Vina dan Eki

Namun, beberapa pihak berharap agar peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua aparat pemerintah untuk selalu bertindak profesional dan menghormati proses hukum serta prosedur yang ada.

Mereka juga mendesak agar oknum Satpol PP tersebut segera mendapatkan sanksi yang setimpal atas tindakannya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Langgar Peraturan Reklame, Mie Gacoan Cabang Mojokerto Disegel oleh Satpol PP, Ganesh: Akan Kami Tutup Jika Tak Ada Izin Amdalalin

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan terhadap papan reklame Mie Gacoan di  Jalan PB Sudirman Mojokerto karena melanggar peraturan reklame.

Tingkatkan Kepercayaan Publik, Mendagri Minta Satpol PP dan Satlinmas Jaga Integritas dalam Bekerja

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta agar para anggota Satpol PP dan Satlinmas menjaga integritasnya dalam bekerja.

Satpol PP Parigi Moutong Akan Turut Memastikan Keamanan dan Kesuksesan Pemilu 2024

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Parigi moutong akan memastikan kesuksesan serta keamanan pelaksanaan pemilu tahun 2024.

Persiapan Pemilu dan Pilkada 2024, Satpol PP Parigi Moutong Gelar Simulasi Hari Ini

Satpol PP Parigi Moutong bersama dengan Sat Brimob Sulawesi Tengah menggelar simulasi untuk persiapan Pemilu dan Pilkada 2024.

Viral! Pria Ini Kaget Harga Parkiran Liar Motor di Masjid Istiqlal Tak Masuk Akal: Dishub dan Satpol PP Gunanya Apa?

Beredar sebuah video, seorang pria kaget dengan harga parkir liar motor di Masjid Istiqlal yang dipatok dengan harga yang tak masuk akal.

Berita Terkini

wave

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.


See All
; ;