Viral Dugaan Pungli Berkedok Biaya Map dan Materai di SDN Polumbon Sari III Karawang Timur, Orang Tua Siswa Tuntut Transparansi

Skandal pungli di SDN Polumbon Sari III mencuat hingga membuat orang tua siswa geram.
Skandal pungli di SDN Polumbon Sari III mencuat hingga membuat orang tua siswa geram. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Karawang Timur, gemasulawesi - Dugaan pungutan liar (pungli) di SDN Polumbon Sari III, Karawang Timur kini tengah menjadi perhatian publik.

Awal mula dugaan pungli ini mencuat yaitu setelah kabar bahwa SDN Polumbon Sari III diduga mengenakan biaya sebesar Rp 200.000 per siswa baru untuk pembelian materai pelajaran dan map. 

Para orang tua siswa merasa tidak puas karena kurangnya transparansi dalam penggunaan dana tersebut, ditambah lagi dengan tidak adanya surat pemberitahuan resmi dari pihak sekolah.

Seorang orang tua siswa, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pungutan ini. Ia menilai bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang ada dan merugikan para orang tua. 

Baca Juga:
Guna Menanggulangi Angka Kemiskinan, Pemkab Bantul Melakukan Sinkronisasi Program yang Digulirkan OPD Tingkat Kabupaten dengan Kelurahan atau Desa

"Kami tidak diberi informasi yang memadai mengenai bagaimana uang tersebut akan digunakan. Ini sangat mengecewakan," ujar orang tua tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya transparansi.

Pungutan yang dilakukan oleh SDN Polumbon Sari III ini diduga melanggar ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. 

Berdasarkan peraturan tersebut, setiap pungutan yang dikenakan oleh sekolah harus didasarkan pada kesepakatan antara komite sekolah dan orang tua siswa. 

Selain itu, pungutan tersebut harus dilaporkan dan disetujui oleh pihak berwenang serta dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas yang jelas.

Baca Juga:
Bekerja Sama dengan Disnaker, Diskominfo Kota Tangerang Menyediakan 10237 Lowongan Pekerjaan selama Kegiatan Tangerang Digital Festival

Menurut Pasal 6 Permendikbud No. 75/2016, dana yang dipungut dari siswa harus digunakan untuk kepentingan yang jelas dan tidak membebani orang tua. 

Dalam kasus ini, ketidakjelasan mengenai penggunaan dana menimbulkan kekhawatiran bahwa ada pelanggaran terhadap peraturan tersebut. 

Ketidakjelasan ini diperburuk oleh tidak adanya surat pemberitahuan resmi dari pihak sekolah yang menjelaskan rincian penggunaan dana.

Hingga saat ini, pihak SDN Polumbon Sari III belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan pungli ini. 

Baca Juga:
Karena Akan Berdampak terhadap Sistem Peradilan Pidana, Ketua Umum Asperhupiki Indonesia Nyatakan UU Polri Belum Saatnya Direvisi

Masyarakat dan para orang tua siswa mendesak pihak sekolah untuk segera memberikan penjelasan dan menunjukkan transparansi dalam pengelolaan dana. 

Transparansi ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada praktik yang melanggar aturan dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Orang tua siswa yang merasa dirugikan disarankan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. 

Pihak dinas pendidikan diharapkan segera melakukan investigasi untuk menentukan apakah ada pelanggaran dalam praktik pungutan yang dilakukan oleh SDN Polumbon Sari III. 

Baca Juga:
Meresahkan! 2 Pencuri Beraksi di Pondok Aren Tangerang Selatan, Ponsel Pegawai Kedai Ayam Goreng Raib Digasak Pelaku dengan Trik Licik Ini

Investigasi yang transparan dan tindakan tegas terhadap dugaan pungli sangat diperlukan untuk mencegah kasus serupa di masa depan dan memastikan hak-hak siswa serta orang tua terlindungi dengan baik. 

Tindakan preventif dan korektif ini diharapkan dapat memperbaiki sistem dan mencegah terjadinya kasus pungli di lembaga pendidikan lainnya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Geger! Dugaan Pungli di MTsN 1 Pasuruan Bikin Sejumlah Wali Murid Geram, Keluhkan Besarnya Dana yang Diminta dengan Alasan Ini

Dugaan pungutan liar di MTsN 1 Pasuruan memicu kehebohan. Wali murid merasa tertekan, sementara LSM mendesak transparansi dan penyelidikan.

Dugaan Pungli di MAN 2 Lubuklinggau Sumatera Selatan Mencuat, Dilaporkan ke Kejaksaan Usai Ditemukan Bukti Ini

Dugaan pungli Rp4 juta di MAN 2 Lubuklinggau viral dan dilaporkan ke Kejaksaan, soroti adanya praktik tidak sah ini.

Diduga Lakukan Pungli! Pria Ini Ngamuk Usai Diminta Biaya Tambahan Setiap Mengisi BBM Pertamax di Salah Satu SPBU Kawasan Sanglah Bali

Seorang pria marah-marah saat isi Pertamax di SBPU di kawasan Sanglah, Denpasar, Bali gegara kena tambahan biaya, diduga pungli.

Padahal PPDB Sudah Berakhir, SMAN 9 Kota Tangerang Selatan Diduga Tetap Menerima Siswa Baru, Isu Adanya Pungli Kembali Jadi Sorotan

Dugaan pungli terkait penerimaan siswa baru di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan.

Heboh Kasus Dugaan Pungli Berkedok Jual Beli Kursi di SMAN 7 Serpong Utara Tangerang Selatan, Sosok Ini Bongkar Hasil Temuannya

Kasus dugaan pungli berkedok jual beli kursi di SMAN 7 Serpong Utara, Tangerang Selatan viral di media sosial hingga didemo sejumlah orang.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;