Pengenaan PPN Pakan Ternak Bisa Pengaruhi Harga dan Daya Beli

<p>Foto: Illustrasi ternak ayam.</p>
Foto: Illustrasi ternak ayam.

Berita nasional, gemasulawesi– Pemerintah diminta meninjau ulang rencana pengenaan PPN pakan ternak, karena dikhawatirkan dapat menaikkan harga ayam dan telur.

“Meskipun PPN nanti dikenakan kepada bahan baku pakan misalnya, maka akan membuat biaya produksi untuk menghasilkan ayam dan petelur akan lebih mahal membuat masyarakat makin sulit memperoleh harga protein hewani yang lebih murah,” ungkap Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko, dalam keterangan tertulis, Jumat 2 Juli 2021.

Kondisi naiknya harga ayam serta telur akibat rencana pengenaan PPN pakan ternak, juga dikhawatirkan bisa membuat masyarakat sulit untuk memperoleh protein hewani yang murah.

Merujuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi ayam daging ayam ras nasional sebesar 12,79 kilogram (kg)/kapita/ tahun.

Angka itu masih sangat timpang dengan konsumsi daging ayam ras masyarakat Negeri Jiran yang sudah melebihi 40 kg/kapita/tahun.

Baca juga: Pembelian Sembako Akan Dikenakan Pajak

Terjadi ketimpangan konsumsi daging ayam ras ini, semakin membesar yang terjadi akibat menurunnya konsumsi daya beli masyarakat, karena dampak covid 19.

Hal ini tercermin dari penurunan produksi ayam ras per minggu yang biasanya mampu mencapai 70 juta ekor, menjadi terpangkas hingga 45 juta ekor per minggu.

Baca juga: Wabup Pesan Berdayakan Warga Lokal di Tambak Udang Parigi Moutong

Kemudian, pihaknya mengajak semua pemangku kepentingan sektor perunggasan melakukan konsolidasi terkait rencana pengenaan PPN pakan ternak.

“Memang draftnya belum kita lihat. Tapi kita akan meminta melakukan audiensi publik dengan sejumlah komisi terkait di DPR yang notabene beberapa juga menjadi Badan Legislatif (Baleg) yang membahas RUU KUP,” ujarnya.

Baca juga: Covid Sulteng 2 Juli 2021: Bertambah 95 Kasus Baru

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto mengatakan, pemerintah perlu berhati-hati mengenakan PPN pakan ternak karena ini akan berdampak luas pada nilai transaksi belanja di masyarakat.

Ia menyebut, pemerintah harus mengkaji terlebih dahulu bersama stakeholder perunggasan yaitu pelaku usaha, asosiasi, peternak dan akademisi, terkait rencana pengenaan PPN pakan ternak.

Baca juga: Cuaca 3 Juli 2021: Sulawesi Tengah Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Industri itu masih melakukan impor bahan baku, diantaranya masih terkena PPN.

Dari sisi volume, kontribusinya tidaklah melebihi 35 persen dalam tatanan formula bahan baku. Namun secara nominal, berkontribusi hingga 65 persen.

“Impor suplemen juga terkena PPN. Sehingga perlu untuk dikaji lagi,” tutupnya. (***)

Baca juga: Gubernur: Basis Data Sulawesi Tengah Penting untuk Pembangunan

...

Artikel Terkait

wave

Anggaran Penanganan Kesehatan Naik Jadi Rp 185,98 Triliun

Kementerian Keuangan meningkatkan anggaran penanganan kesehatan, dari semula Rp 172,84 Triliun menjadi Rp 185,98 Triliun, dalam PEN.

DPR Minta Pemerintah Jamin Warga Selama PPKM Darurat Covid 19

Saat PPKM Darurat covid 19 diberlakukan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) minta pemerintah jamin warga paling terdampak dan membutuhkan.

Panitia Pelaksana Kurban Dilarang Bagikan Kupon Daging

Panitia pelaksana kurban dilarang membagikan kupon daging kurban kepada warga, di masa PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Kemendikbud Perbaharui Skema Penyaluran Program Indonesia Pintar

Kemendikbud Ristek melakukan pembaruan kebijakan terkait pencairan rekening bagi peserta didik penerima manfaat Program Indonesia Pintar.

Covid 19 Menggila, MUI Minta Ibadah Umat Islam di Rumah Saja

Para ulama dan pengurus Masjid diminta untuk mengajurkan ibadah umat Islam di rumah , jika sudah ditetapkan sebaran kasus covid cukup tinggi.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;