Tak Ada Backup, 800 Ribu Data Calon Mahasiswa Pendaftar KIP Kuliah Raib Imbas Dibobolnya Pusat Data Nasional oleh Hacker

Diretasnya Pusat Data Nasional berdampak pada hilagnya data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah.
Diretasnya Pusat Data Nasional berdampak pada hilagnya data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah. Source: Foto/Instagram @kipkuliah

Nasional, gemasulawesi - Serangan ransomware yang mengenai Pusat Data Nasional (PDN) telah menimbulkan dampak yang signifikan, terutama pada layanan-layanan krusial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. 

Situs resmi KIP-Kuliah, yang merupakan platform untuk pendaftaran beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, belum dapat diakses sejak serangan ransomware tersebut terjadi sejak 7 Juni 2024. 

Akibat serangan ransomware itu, sekitar 800 ribu data calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah dilaporkan hilang.

Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyatakan kekecewaannya atas hilangnya data akibat peretasan server PDN. 

Baca Juga:
DPR RI Semprot Menkominfo Budi Arie Gegara PDN Diretas Tapi Masih Bisa Ucap Alhamdulillah, Sukamta: Harusnya Innalillahi Pak

"Saya sangat menyesalkan hilangnya data, yang tentunya berkaitan dengan peretasan PDN saat ini," kata Dede.

Dede juga menyinggung ambisi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai hub regional big data di kawasan Asia dan Pasifik. 

Menurut politisi Partai Demokrat ini, insiden hilangnya data negara menunjukkan bahwa Indonesia belum siap mengelola big data. 

"Jika pemerintah belum siap dalam hal keamanan data, maka rasanya kita juga belum siap untuk mengelola Big Data," ujarnya.

Baca Juga:
Dijanjikan 3 Anaknya Masuk Akpol dan TNI, Ibu di Sumatera Utara Ini Malah Jadi Korban Penipuan hingga Rp4 Miliar, Begini Kronologinya

Selain itu, Dede mengkritik Kemendikbudristek karena tidak memiliki backup data terhadap informasi yang melibatkan jutaan siswa di Indonesia. 

"Saya sangat menyesal, kenapa. Karena Kemendikbudristek tidak membuat backup data terhadap data yang begitu banyak yang melibatkan data jutaan siswa-siswa yang ada di Indonesia," jelasnya.

Dede menambahkan bahwa insiden pembobolan data ini harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. 

Melakukan backup data dan menjaga keamanan data sangat penting dalam era digitalisasi. 

Baca Juga:
Harap Dipenuhi Semangat Menjunjung Keberanian, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke 78 Bhayangkara

Dia juga menyoroti risiko penggunaan server atau software yang bekerja sama dengan negara lain tanpa memperhatikan aspek keamanan yang memadai.

Sebelumnya, informasi mengenai hilangnya data calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah ini pertama kali diungkap oleh seorang netizen di platform X. 

"Bobolnya PDN membuat data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) ikut raib dan tak bisa balik, karena celakanya tak ada backup," tulis akun tersebut pada Jumat, 28 Juni 2024.

Akun tersebut menjelaskan bahwa pemerintah telah memilih penerima KIP-K dari 800 ribu calon mahasiswa yang mendaftar. 

Baca Juga:
Kerugian Ditaksir Mencapai 150 Juta Rupiah, Kebakaran Melanda 1 Unit Toko Elektronik di Jakarta Timur pada Senin Pagi

Rencananya, Kemendikbudristek akan mengumumkan daftar penerima pada hari ini, yakni 1 Juli 2024. 

Namun, karena peretasan PDN dan hilangnya semua data pendaftar KIPK, pengumuman tersebut harus ditunda tanpa batas waktu yang jelas. 

"Gara-gara PDN diretas dan semua data pendaftar KIPK raib, pengumuman itu ditunda entah sampai kapan. Padahal masa perkuliahan baru akan segera dimulai," tulis akun tersebut.

Menanggapi hilangnya data tersebut, Kemendikbudristek meminta mahasiswa baru yang sudah mendaftar KIP Kuliah 2024 untuk mengunggah ulang dokumen pendaftaran mereka. 

Baca Juga:
Melalui Teknik Pemeliharaan dalam Kandang, DPRD Gorontalo Utara Harap Target Populasi 100 Ribu Ekor Sapi Terwujud dengan Mudah

Proses unggah ulang dokumen KIP Kuliah 2024 dijadwalkan mulai tanggal 29 Juli 2024. 

Sekjen Kemendikbud Ristek, Suharti, mengatakan pihaknya berupaya keras untuk mengembalikan layanan KIP Kuliah secepat mungkin.

Suharti juga menambahkan bahwa terdapat 853.393 orang yang sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala. 

Ia menyatakan komitmen Kemendikbudristek untuk memastikan semua data dan layanan kembali normal dan bisa diakses oleh para calon mahasiswa secepat mungkin. 

Baca Juga:
Pemprov Bentuk Toko TPID, BI Gorontalo Sebut Tujuannya Adalah untuk Mendukung Ketersediaan Pasokan Beras

Kejadian ini, menurutnya, adalah momentum penting untuk memperbaiki sistem keamanan data di masa depan dan memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Imbas Viralnya Kasus Penerima KIP Kuliah yang Suka Pamer Gaya Hidup Mewah, Begini Tanggapan Kemdikbudristek, Desak Pihak Kampus Lakukan Ini

Usai kasus penerima KIP Kuliah dengan gaya hidup mewah viral, Kemdikbudristek akhirnya buka suara, minta pihak kampus lakukan hal ini.

Heboh Kasus Cantika Mutiara Johani, Mahasiswi Penerima KIP Kuliah Bergaya Hidup Hedon, Manajer Kemahasiswaan Undip Akhirnya Buka Suara

Usai kasus Cantika Mutiara Johani, seorang mahasisiwi penerima KIP Kuliah yang suka pamer gaya hedon viral, begini tanggapan Undip.

Dihujat Habis Warganet, Mahasiswi UNDIP yang Suka Pamer Gaya Hidup Hedon Akhirnya Cabut Beasiswa KIP Kuliah yang Selama Ini Diterimanya

Pamer gaya hedonnya panen hujatan, Cantika Mutiara Johani, mahasiswi UNDIP penerima KIP Kuliah ini akhirnya buat surat pengunduran diri.

Ramai di Media Sosial, Mahasiswi Undip Semarang Jadi Penerima KIP Kuliah Tapi Pamer Gaya Hidup Hedon, Punya iPhone hingga Tas Mahal

Aksi Cantika Mutiara Johani, mahasiswi Undip Semarang yang jadi penerima KIP Kuliah tapi pamer gaya hidup hedon viral di media sosial.

Wisatawan Terkena DBD saat Berlibur, Dinkes Bali Sarankan Turis Melakukan Vaksinasi meskipun Belum Wajib

Dinkes Bali menyarankan wisatawan untuk melakukan vaksinasi demam berdarah meskipun belum wajib sebagai langkah pencegahan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;