DPR RI Semprot Menkominfo Budi Arie Gegara PDN Diretas Tapi Masih Bisa Ucap Alhamdulillah, Sukamta: Harusnya Innalillahi Pak

Masih bisa ucap alhamdulillah saat PDN diretas, Menkominfo Budi Arie kena tegur DPR RI.
Masih bisa ucap alhamdulillah saat PDN diretas, Menkominfo Budi Arie kena tegur DPR RI. Source: Foto/Dok. Kominfo

Nasional, gemasulawesi - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengkritik pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi yang menyebut "alhamdulillah" saat mengungkapkan bahwa peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya dilakukan oleh individu dengan motif ekonomi, bukan oleh aktor negara. 

Menurut Sukamta, dalam situasi serius seperti ini, seharusnya Budi Arie mengucapkan "innalillahi" karena serangan siber ini tidak boleh dianggap remeh atau disyukuri.

"Saya senang Pak Menteri religius, bersyukur di tengah serangan siber seperti ini. Tapi saya prihatin, Bapak bersyukur di tengah serangan hebat bagi negara," ujar Sukamta dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kemenkominfo dan BSSN di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sukamta menyatakan bahwa seharusnya Budi Arie mengucapkan "innalillahi" mengingat pusat data nasional sudah diserang hingga melumpuhkan beberapa layanan penting. 

Baca Juga:
Dijanjikan 3 Anaknya Masuk Akpol dan TNI, Ibu di Sumatera Utara Ini Malah Jadi Korban Penipuan hingga Rp4 Miliar, Begini Kronologinya

Ia mempertanyakan dasar rasa syukur yang diungkapkan oleh Menkominfo.

"Menurut saya lebih tepat innalillahi dibanding alhamdulillah, Pak. Ini masalah keamanan nasional yang melibatkan BAIS (Badan Intelijen Strategis TNI) dan Polri, file-file-nya sekarang dijual bebas dan bisa di-download. Begitu kok alhamdulillah, Pak. Harusnya innalillahi," tegas Sukamta.

Ia menambahkan bahwa jika dirinya berada di posisi yang sama, ia akan mengucapkan "innalillahi" karena kejadian ini mengancam keamanan nasional. 

Menurut Sukamta, penting untuk menyikapi serangan ini dengan serius, bukan dengan sikap yang seolah-olah mengecilkan masalah tersebut.

Baca Juga:
Sejumlah Pengungsi Membangun Tenda di Kawasan Kuningan, Pengecekan Langsung Telah Dilakukan oleh Pj Gubernur Jakarta

"Masalahnya justru bermula dari Telkom, Windows, dan backup, yang menjadi pintu masuk ke seluruh server, Pak. Jangan mengecilkan masalah ini," tambah politisi Fraksi PKS ini.

Sebelumnya Menkominfo Budi Arie sempat menyatakan bahwa peretas ransomware yang menyerang PDNS di Surabaya bukan berasal dari unsur negara, melainkan individu dengan motif ekonomi. 

Menurutnya, hal ini masih lebih baik dibandingkan jika serangan dilakukan oleh aktor negara.

"Dalam serangan siber ini, analisisnya selalu ada dua: apakah ini aktor negara atau bukan. Tapi di forum ini saya ingin menegaskan bahwa kesimpulannya adalah mereka ini aktor non-negara dengan motif ekonomi. Itu sudah alhamdulillah. Karena kalau yang menyerang adalah negara, itu berat," kata Budi Arie dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI.

Baca Juga:
Melalui Teknik Pemeliharaan dalam Kandang, DPRD Gorontalo Utara Harap Target Populasi 100 Ribu Ekor Sapi Terwujud dengan Mudah

Budi Arie juga mencontohkan negara lain seperti Arab Saudi yang pernah diserang oleh hacker dari Iran, yang situasinya jauh lebih sulit diatasi. Ia berharap serangan siber ke PDNS bisa segera diselesaikan.

Namun, Sukamta menegaskan bahwa ucapan syukur di tengah ancaman serius terhadap keamanan nasional tidaklah tepat. 

Lebih lanjut Sukamta menilai serangan siber ini adalah masalah besar karena melibatkan sistem keamanan yang strategis seperti BAIS dan Polri. 

Data-data sensitif yang kini dijual bebas di internet menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini.

Baca Juga:
Sebelumnya Selamat dari Beberapa Upaya Pembunuhan, Pemakaman Diadakan untuk Salah Satu Komandan Jihad Islam Palestina

Sukamta mengkritik pernyataan Budi Arie yang terkesan mengecilkan masalah ini. Menurutnya, ucapan "alhamdulillah" dalam konteks ini tidak tepat karena mengesankan bahwa kejadian tersebut adalah sesuatu yang patut disyukuri, padahal sebenarnya merupakan ancaman serius bagi keamanan negara. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Disentil DPR RI Gegara Tak Punya Backup Data, Menkominfo Akui Keterbatasan Anggaran Jadi Hambatan Utama yang Dialami Banyak Instansi

Menkominfo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama banyak lembaga tak punya backup data.

Semprot Kominfo dan BSSN yang Tak Punya Backup Data Imbas Diretasnya PDN, DPR RI: Ini Bukan Lagi Masalah Tata Kelola, Tapi Kebodohan

DPR RI menilai tidak adanya cadangan data atau back up yang dimiliki Kementerian Kominfo adalah suatu kebodohan, bukan lagi soal tata kelola

Buntut Serangan Ransomware Terhadap Pusat Data Nasional, Petisi Tuntut Budi Arie Mundur dari Menteri Kominfo Viral di Media Sosial

Viral petisi yang meminta Budi Arie Setiadi mundur sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) imbas diretasnya server PDN.

Server PDN Dibobol Hacker, DPR Kritik Keras Kinerja Kominfo, Sindir Skor Indonesia dalam Indeks Keamanan Siber Global yang Sangat Rendah

Anggota DPR RI ini mengkritik keras kinerja Kementerian Kominfo buntut server Pusat Data Nasional yang dibobol hacker.

Pusat Data Nasional Eror Setelah Menjadi Target Serangan Siber, Menkominfo Akui Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar

Pelaku serangan siber di Pusat Data Nasional sementara diketahui meminta bayaran 8 juta dolar Amerika atau berkisar Rp 131 miliar.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;