Disentil DPR RI Gegara Tak Punya Backup Data, Menkominfo Akui Keterbatasan Anggaran Jadi Hambatan Utama yang Dialami Banyak Instansi

Menkominfo mengungkap banyak instansi tidak memiliki infrastruktur backup karena kesulitan anggaran.
Menkominfo mengungkap banyak instansi tidak memiliki infrastruktur backup karena kesulitan anggaran. Source: Foto/Dok. Kominfo

Nasional, gemasulawesi – Menkominfo Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama bagi banyak lembaga pemerintah dalam melakukan pencadangan data di Pusat Data Nasional (PDN). 

Pernyataan ini disampaikan Budi Arie saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI usai disentil terkait tak adanya backup data yang memadai.

Budi Arie menjelaskan, masalah anggaran seringkali menjadi penghalang bagi instansi untuk mengadakan infrastruktur backup. 

"Kadang tenant (instansi) juga kesulitan melakukan pengadaan infrastruktur backup, karena persoalan keterbatasan anggaran atau kesulitan menjelaskan urgensi backup kepada otoritas keuangan atau auditor," ungkapnya. 

Baca Juga:
Semprot Kominfo dan BSSN yang Tak Punya Backup Data Imbas Diretasnya PDN, DPR RI: Ini Bukan Lagi Masalah Tata Kelola, Tapi Kebodohan

Hal ini menunjukkan bahwa urgensi pencadangan data masih belum dipahami secara luas, baik oleh instansi terkait maupun pihak otoritas keuangan.

Dalam rapat tersebut, Wakil Menkominfo Nezar Patria juga menambahkan bahwa dari 282 instansi yang terdampak serangan siber di PDN, hanya 44 instansi yang sudah memiliki sistem backup data. 

Angka ini mengindikasikan bahwa mayoritas instansi pemerintah masih belum siap dalam hal pencadangan data, yang tentunya memperbesar risiko kehilangan data penting akibat serangan siber atau kerusakan lainnya.

Budi juga mengakui bahwa selama ini pencadangan data tidak diwajibkan oleh peraturan pemerintah, melainkan hanya menjadi opsi yang bisa dipilih oleh masing-masing instansi. 

Baca Juga:
Heboh! Keluarga Ini Terlibat Cekcok dengan Rombongan Ojol yang Demo di Sekitar Gedung Sate Bandung, Padahal Hendak Jemput Jemaah Haji

"Pencadangan data tidak diwajibkan, melainkan hanya sebagai opsi. Oleh karena itu, banyak instansi yang memilih untuk tidak melakukan pencadangan data," jelasnya.

Ketiadaan regulasi yang mewajibkan pencadangan data ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak instansi yang abai terhadap pentingnya backup data.

Anggota Komisi I DPR RI yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan kritik pedas terhadap kondisi ini. 

Mereka menyoroti betapa pentingnya pencadangan data dalam era digital yang rentan terhadap serangan siber. 

Baca Juga:
Sebanding dengan Invasi Darat ke Jabalia, Pejuang Palestina Telah Meluncurkan 24 Serangan terhadap Pasukan Penjajah Israel di Shujaeya

“Bagaimana mungkin kita bisa menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks jika infrastruktur dasar seperti backup data saja masih banyak yang belum terpenuhi?” tanya salah satu anggota Komisi I.

Lebih lanjut, anggota DPR RI tersebut mendesak Kementerian Kominfo untuk segera mencari solusi atas permasalahan ini. 

Mereka mengusulkan agar ada alokasi anggaran yang lebih besar untuk pengadaan infrastruktur backup data serta peningkatan kesadaran tentang pentingnya pencadangan data di kalangan instansi pemerintah. 

"Intinya, jangan lagi membahas soal tata kelola, Pak. Ini bukan masalah tata kelola, tapi masalah kebodohan, karena data nasional kita tidak punya satu pun cadangan," ungkap Ketua Komisi I DPR RI.

Baca Juga:
Siapkan Ranjau Anti Tank Besar, Hamas Lakukan Penyergapan terhadap Pasukan Penjajah Israel di Jalur Gaza

Dalam menghadapi kritik tersebut, Budi menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan PDN dalam menghadapi serangan siber. 

Ia juga mengajak instansi-instansi terkait untuk lebih serius dalam mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur backup data. 

“Kami akan terus mendorong instansi-instansi agar memahami pentingnya backup data dan menjadikannya sebagai prioritas,” ujar Budi.

Upaya peningkatan kapasitas PDN dan pencadangan data diharapkan dapat memperkuat ketahanan siber Indonesia. 

Baca Juga:
Dimulai Jam 10 Pagi, PDI P Ungkap Rangkaian Penutupan Peringatan Bulan Bung Karno Akan Diadakan pada Tanggal 30 Juni

Dengan anggaran yang memadai dan regulasi yang lebih ketat, diharapkan seluruh instansi pemerintah bisa memiliki sistem backup data yang handal, sehingga risiko kehilangan data dapat diminimalisir.

Komentar publik terhadap pernyataan Menkominfo ini juga cukup tajam. 

Salah satu akun bercentang biru di Instagram menyebutkan, “Anggaran itu hanya masalah prioritas. Si bapak ini dengan kata lain baru saja bilang backup data itu bukan prioritas kementerian. Menandakan betapa tidak kompetennya kementerian dalam mengurusi data nasional.” 

Komentar ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Kominfo dalam mengelola data nasional. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Semprot Kominfo dan BSSN yang Tak Punya Backup Data Imbas Diretasnya PDN, DPR RI: Ini Bukan Lagi Masalah Tata Kelola, Tapi Kebodohan

DPR RI menilai tidak adanya cadangan data atau back up yang dimiliki Kementerian Kominfo adalah suatu kebodohan, bukan lagi soal tata kelola

Buntut Serangan Ransomware Terhadap Pusat Data Nasional, Petisi Tuntut Budi Arie Mundur dari Menteri Kominfo Viral di Media Sosial

Viral petisi yang meminta Budi Arie Setiadi mundur sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) imbas diretasnya server PDN.

Server PDN Dibobol Hacker, DPR Kritik Keras Kinerja Kominfo, Sindir Skor Indonesia dalam Indeks Keamanan Siber Global yang Sangat Rendah

Anggota DPR RI ini mengkritik keras kinerja Kementerian Kominfo buntut server Pusat Data Nasional yang dibobol hacker.

Pusat Data Nasional Eror Setelah Menjadi Target Serangan Siber, Menkominfo Akui Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar

Pelaku serangan siber di Pusat Data Nasional sementara diketahui meminta bayaran 8 juta dolar Amerika atau berkisar Rp 131 miliar.

Server PDN Kominfo Down Lebih dari 80 Jam, Pria Ini Tawarkan Perbaikan Tanpa Meminta Imbalan Apapun, Sindir Soal Anggaran Negara

Pria menawarkan diri untuk memperbaiki server PDN milik Kominfo yang down hingga lebih dari 80 jam gratis, tanpa imbalan apapun.

Berita Terkini

wave

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret


See All
; ;