Innalillahi! Ular Piton Sepanjang 8 Meter Ini Telan Seorang Ibu di Luwu Sulawesi Selatan hingga Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Seorang ibu di Kabupaten Luwu meninggal dunia usai ditelan seekor ular piton dengan panjang 8 meter.
Seorang ibu di Kabupaten Luwu meninggal dunia usai ditelan seekor ular piton dengan panjang 8 meter. Source: Foto/Ilustrasi/Unsplash.com

Luwu, gemasulawesi - Nasib tragis menimpa seorang warga Desa Siteba, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bernama Sariati (38 tahun).

Hal ini terjadi setelah Sariati dinyatakan meninggal dunia usai diserang dan ditelan ular piton raksasa berukuran 8 meter. 

Kejadian mengerikan ini terjadi di area hutan Dusun Balatana, Desa Siteba, ketika Sariati sedang dalam perjalanan untuk membeli obat bagi anaknya yang sedang sakit.

Menurut keterangan Sekretaris Desa Siteba, Iyang, Sariati awalnya berangkat kaki melewati hutan menuju rumah saudaranya untuk meminta bantuan dalam pembelian obat.

Baca Juga:
Resmi Diteken Presiden Jokowi! Ibu Pekerja Kini Dapat Cuti Melahirkan hingga 6 Bulan, Berikut Besaran Gaji yang Akan Didapat

Namun, ketika Sariati tidak kembali, keluarga mulai mencari keberadaannya. 

"Dari penjelasan keluarga korban, ia berencana meminta bantuan kepada saudaranya untuk membeli obat anaknya. Karena rumah saudaranya terletak jauh, korban harus menempuh perjalanan kaki melintasi hutan. Setelah ia tidak kembali, keluarga mulai mencari," ujarnya, dikutip pada Kamis, 4 Juli 2024.

Suami Sariati, Adiansya (30 tahun), pertama kali menemukan ular piton dengan perut membengkak di hutan.

Ia pun menduga jika ular piton tersebut telah menelan Sariati.

Baca Juga:
Buntut Dibobolnya Pusat Data Nasional, Semuel Abrijani Pangerapan Mundur dari Jabatannya sebagai Dirjen Aptika Kominfo, Ini Alasannya

Warga setempat, bersama dengan bantuan pemerintah desa dan Babinsa, akhirnya memutuskan untuk membelah perut ular itu dan dugaan Adiansya pun terbukti.

Dalam kondisi yang mengharukan, jasad Sariati ditemukan di dalam perut ular piton tersebut, sudah tidak bernyawa.

Danramil Walenrang, Kapten Inf Takdir, memperingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika berada di hutan atau perkebunan. 

Wilayah tersebut masih alami dan memiliki keberadaan binatang buas yang dapat mengancam keselamatan jiwa manusia.

Baca Juga:
Petualangan Seru di Goa Lanang Selasari dengan Menyelami Mistisnya Sejarah dan Rafting Ekstrem di Tengah Alam Hijau

Kapolsek Walenrang, AKP Idul, menjelaskan kronologi kejadian tragis ini yang menimpa Sariati, seorang ibu rumah tangga dari Dusun Balatana terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.

"Saat di tengah jalan, ditemukan celana panjang dan sandal korban. Suami korban kemudian mencari sekitar tempat tersebut dan menemukan seekor ular piton sekitar 10 meter dari jalan setapak, tempat di mana korban diterkam," ungkap Idul.

Kepergian Sariati ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan juga memantik perhatian publik akan pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di lingkungan alami yang masih liar. 

Meskipun upaya evakuasi dilakukan dengan cepat setelah menemukan Sariati, namun nyawa ibu beranak tersebut sudah tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga:
Eksplorasi Keindahan Tersembunyi dengan Mengungkap Pesona Pantai Blado di Trenggalek yang Hadirkan Pesona Memukau!

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua orang akan bahaya yang ada di sekitar kita, terutama di daerah yang masih dipenuhi dengan flora dan fauna liar. (*/Shofia)

 

...

Artikel Terkait

wave
Ini Dia Keajaiban Alam Luwu Timur dengan Mengintip Keindahan Air Terjun Mata Buntu yang Memukau di Tengah Hutan Tropis

Air Terjun Mata Buntu di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menawarkan keindahan alam berundak dengan kolam alami dan panorama hutan mempesona.

Bersama dengan Masyarakat Sekitar, Tim Penyelamat Unit Siaga SAR Luwu Timur Lakukan Penyisiran Danau Towuti Cari Nelayan yang Tenggelam

Penyisiran Danau Towuti dilakukan SAR Luwu Timur bersama dengan masyarakat untuk mencari seorang nelayan yang tenggelam.

Telah Diserahkan ke Kepolisian, Otoritas Lapas Luwuk Gagalkan Penyelundupan 1000 Butir Ekstasi Jenis THD

Penyelundupan 1000 butir ekstasi jenis THD ke dalam Lapas Luwuk digagalkan oleh petugas dan telah diserahkan ke kepolisian.

Bantu Korban Terdampak Banjir di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Pangkostrad Salurkan 10 Truk Bantuan Logistik

Korban banjir di Kabupaten Luwu dapat bantuan 10 truk dari Pangkostrad yang dilepas langsung oleh Panglima Divisi 3 Kostrad.

Terdampak Banjir dan Tanah Longsor, 16 Desa di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan Masih Terisolir, BNPB Beri Bantuan Logistik dengan Helikopter

BNPB pastikan warga yang ada di 16 desa di Kabupaten Luwu yang masih terisolir akibat banjir dan tanah longsor tidak kekurangan logistik.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;