Buntut Dibobolnya Pusat Data Nasional, Semuel Abrijani Pangerapan Mundur dari Jabatannya sebagai Dirjen Aptika Kominfo, Ini Alasannya

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengumumkan pengunduran dirinya.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengumumkan pengunduran dirinya. Source: Foto/Instagram @djaikominfo

Nasional, gemasulawesi - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. 

Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral atas insiden gangguan siber yang melanda Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 4 Juli 2024, Semuel mengumumkan bahwa ia telah menyampaikan pengunduran dirinya secara lisan pada tanggal 1 Juli dan telah menyerahkan surat resmi pengunduran diri kepada Menteri Kominfo sehari kemudian. 

"Saya menyatakan bahwa per tanggal 1 Juli kemarin saya sudah mengajukan pengunduran diri saya secara lisan dan suratnya sudah saya serahkan kemarin kepada Menteri Kominfo," ujar Semuel di Jakarta.

Baca Juga:
Gunakan GPS Palsu, 588 ASN Kota Baubau di Sulawesi Tenggara Terdeteksi Memanipulasi Absensi Kehadiran, Begini Kata Kepala Dinas Kominfo

Semuel menjelaskan bahwa sebagai Dirjen Aptika yang bertanggung jawab atas transformasi digital pemerintahan, ia merasa belum mampu menjalankan tugas tersebut dengan optimal. 

"Sebagai Dirjen Aptika yang bertanggung jawab atas proses transformasi pemerintahan, saya merasa belum mampu menjalankan tanggung jawab tersebut dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa insiden serangan siber terhadap PDNS 2 adalah tanggung jawabnya secara teknis.

"Kejadian ini merupakan persoalan yang seharusnya saya tangani dengan baik. Saya merasa bertanggung jawab secara moral dan saya meyakini bahwa penyelesaiannya seharusnya ada pada saya," kata Semuel. 

Baca Juga:
Sempat Viral dan Tuai Kecaman, Ternyata Ini Alasan Petugas Dishub Hapus Tulisan Parkir Gratis di Minimarket Lombok Barat

Meskipun telah mengundurkan diri, Semuel memastikan bahwa proses pemulihan PDNS 2 masih berlangsung dengan optimal.

Semuel Abrijani Pangerapan telah menjabat sebagai Dirjen Aptika Kemenkominfo sejak tahun 2016 hingga 2024. 

Dalam industri telekomunikasi, namanya diakui sebagai pemimpin di berbagai organisasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2012-2015 dan sebagai Kepala Delegasi ASEAN Telecommunications and IT Minister Meeting (TELMIN) pada periode 2018-2019. 

Baca Juga:
Menggali Kehidupan Spiritual dengan Menjejaki Makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang yang Hadirkan Wisata Religi Menarik

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Chairman ASEAN Telecommunications and Information Technology Senior Officials Meeting (TELSOM) pada periode yang sama.

Keputusan untuk mengundurkan diri sebagai Dirjen Aptika diambil Semuel salah satunya karena insiden serangan siber ransomware Brain Cipher yang terjadi di PDNS 2 di Surabaya, Jawa Timur. 

Serangan siber tersebut melumpuhkan banyak layanan publik, termasuk layanan keimigrasian, pada Kamis (20/6). 

Secara bertahap, layanan publik mulai pulih setelah pemerintah bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait untuk mengatasi serangan ini.

Baca Juga:
Eksplorasi Keindahan Tersembunyi dengan Mengungkap Pesona Pantai Blado di Trenggalek yang Hadirkan Pesona Memukau!

Brain Cipher, kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, memberikan kode untuk membuka enkripsi pada PDNS 2 pada Rabu, 3 Juli 2024 malam sekitar pukul 22.00 WIB. 

Safenet mencatat bahwa sedikitnya 282 instansi pemerintah yang menggunakan PDNS turut terdampak oleh serangan ini.

Pemerintah menargetkan pemulihan atas serangan siber PDNS 2 di Surabaya dapat selesai pada bulan ini. 

"Kami berharap pemulihan bisa rampung secepatnya agar layanan publik bisa kembali normal sepenuhnya," ujar seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga:
Menyingkap Keindahan Kultural, Ini Dia Museum Sunan Dradjat Lamongan dengan Koleksi Gamelan dan Batik Bersejarah

Langkah Semuel untuk mengundurkan diri mencerminkan komitmennya terhadap tanggung jawab moral dan integritas dalam menjalankan tugasnya. 

Meski demikian, upaya pemulihan dan peningkatan keamanan siber di PDNS 2 dan instansi terkait terus dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tanggapi Ramainya Desakan Budi Arie Mundur dari Menkominfo Imbas Dibobolnya PDN, Presiden Jokowi Tegaskan Hal Ini

Imbas dibobolnya PDN, desakan agar Budi Arie mundur dari jabatannya sebagai Menkominfo ramai disuarakana. Begini tanggappan Presiden Jokowi.

Usai Petisi Tuntut Menkominfo Mundur Imbas Diretasnya PDN Viral, Relawan Pro Jokowi Pasang Badan, Bongkar Sejumlah Temuan yang Didapat

Relawan Pro Jokowi (Projo) angkat bicara soal adanya desakan mundurnya Budi Arie dari jabatannya sebagai Menkominfo.

DPR RI Semprot Menkominfo Budi Arie Gegara PDN Diretas Tapi Masih Bisa Ucap Alhamdulillah, Sukamta: Harusnya Innalillahi Pak

Menkominfo Budi Arie ditegur oleh anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, karena mengucapkan alhamdulillah padahal PDN diretas.

Disentil DPR RI Gegara Tak Punya Backup Data, Menkominfo Akui Keterbatasan Anggaran Jadi Hambatan Utama yang Dialami Banyak Instansi

Menkominfo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama banyak lembaga tak punya backup data.

Semprot Kominfo dan BSSN yang Tak Punya Backup Data Imbas Diretasnya PDN, DPR RI: Ini Bukan Lagi Masalah Tata Kelola, Tapi Kebodohan

DPR RI menilai tidak adanya cadangan data atau back up yang dimiliki Kementerian Kominfo adalah suatu kebodohan, bukan lagi soal tata kelola

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;