Tanggapi Jatuhnya Helikopter di Kawasan Pantai Suluban Bali, Basarnas Ingatkan Publik untuk Tidak Berspekulasi, Ini Alasannya

Basarnas ajak publik tak berspekulasi terkait helikopter yang jatuh di Bali.
Basarnas ajak publik tak berspekulasi terkait helikopter yang jatuh di Bali. Source: Foto/Twitter @GerryS

Bali, gemasulawesi - Insiden jatuhnya helikopter di kawasan Pantai Suluban, Kuta Selatan, Badung, Bali kini tengah menjadi sorotan.

Helikopter dengan nomor penerbangan PK-WSP, yang dioperasikan oleh Bali Heli Tour, mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari landasan heli Garuda Wisnu Kencana (GWK). 

Helikopter tersebut jatuh di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Bali, menyebabkan bagian ekornya putus dan bagian depan helikopter hancur akibat benturan.

Basarnas, melalui Direktur Operasi Edy Prakoso, meminta kepada publik untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan hingga ada keterangan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

Baca Juga:
Usai Dibebaskan, Penyidikan Perkara Pegi Setiawan Kini Resmi Dihentikan, Kejati Ungkap Langkah Selanjutnya dalam Kasus Pembunuhan Vina

Edy Prakoso menegaskan bahwa hanya KNKT yang memiliki wewenang untuk memberikan penjelasan resmi tentang penyebab kecelakaan. 

“Resmi hanya dari KNKT yang memeriksa, jadi belum bisa dikatakan benar setiap info yang beredar,” ujar Edy di Jakarta.

Imbauan ini bertujuan untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan potensi kebingungan di masyarakat.

Helikopter dengan nomor penerbangan PK-WSP, yang dioperasikan oleh Bali Heli Tour, jatuh di kawasan Suluban, Desa Pecatu, Badung, Bali pada pukul 15:27 Wita. 

Baca Juga:
Panik! Detik-detik Petugas Bea Cukai Diduga Lakukan Razia Besar-besaran Penertiban Barang Impor di ITC Mangga Dua Jakarta Utara Viral

Kecelakaan terjadi tak lama setelah helikopter lepas landas dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada pukul 14:33 Wita. 

Bagian ekor helikopter putus, dan bagian depannya hancur akibat benturan dengan tebing batu tinggi.

Edy Prakoso mengonfirmasi bahwa semua penumpang dan kru selamat dan telah dievakuasi ke rumah sakit. 

Identitas mereka termasuk Dedi Kurnia dan Oki (pilot dan kru penerbangan), serta Eloira Decti Paskilah (penumpang WNI), Russel James Harris, dan Chriestope Pierre Marrot Castellat (penumpang WNA). Mereka saat ini sedang dalam penanganan medis.

Baca Juga:
Viral! Content Creator Ini Keluhkan Produk Pesanannya yang Datang Tak Lengkap Usai Dimusnahkan Bea Cukai Tanpa Konfirmasi, Begini Ceritanya

Setelah menerima laporan tentang kecelakaan, tim Kantor SAR Bali segera menuju lokasi dengan peralatan SAR untuk menyelamatkan dan mengevakuasi korban. 

KNKT akan melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti jatuhnya helikopter.

Basarnas dan KNKT mengimbau agar publik menunggu keterangan resmi sebelum menyebarluaskan informasi lebih lanjut. 

Upaya ini penting untuk memastikan informasi yang beredar adalah akurat dan berdasarkan fakta, serta untuk mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Diduga Gegara Terlilit Tali Layang-layang, Helikopter Jatuh di Kawasan Pantai Suluban Bali, Begini Kondisi Pilot dan 4 Penumpang Lainnya

Satu unit helikopter jatuh di Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Diduga akibat tersangkut layangan

Wisatawan Asal Qatar Ini Ditemukan Mengapung Usai Hanyut di Pantai Kelingking Nusa Penida, Basarnas Lakukan Evakuasi dengan Helikopter

Basarnas Bali bergerak cepat melakukan evakuasi jenazah wisatawan asal Qatar yang hanyut di Pantai Kelingking, Nusa Penida.

Helikopter Tempur, Drone dan Jet Menyerang, Pertempuran Jalanan dalam Jarak Dekat Dikabarkan Meningkat di Rafah

Pertempuran jalanan antara pejuang Palestina dengan pasukan penjajah Israel yang dilakukan dalam jarak dekat mengalami peningkatan di Rafah.

Terdampak Banjir dan Tanah Longsor, 16 Desa di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan Masih Terisolir, BNPB Beri Bantuan Logistik dengan Helikopter

BNPB pastikan warga yang ada di 16 desa di Kabupaten Luwu yang masih terisolir akibat banjir dan tanah longsor tidak kekurangan logistik.

14 Hari Hilang di Laut Lombok, Keluarga Dokter Wisnu Surati Presiden Jokowi, Minta Bantuan Helikopter untuk Permudah Pencarian

Keluarga mengirim surat pada Presiden Jokowi untuk meminta bantuan helikopter agar proses pencarian Dokter Wisnu lebih maksimal.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;