Keluarkan Fatwa Mengejutkan! MUI Tegaskan Skema Pengelolaan Dana Haji Saat Ini Adalah Haram, Begini Penjelasannya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru, terkait penggunaan hasil investasi dana haji.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru, terkait penggunaan hasil investasi dana haji. Source: Foto/Instagram @muipusat

Nasional, gemasulawesi - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang mengejutkan mengenai pengelolaan dana haji. 

Fatwa MUI ini menyatakan bahwa skema yang saat ini diterapkan untuk pengelolaan dana haji adalah haram. 

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat, Asrorun Naim, mengungkapkan bahwa ada unsur zalim dalam sistem tersebut.

Fatwa MUI bernomor 09/Ijtima Ulama/VIII/2024 ini, berjudul “Hukum Memanfaatkan Hasil Investasi Setoran Awal Bipih Calon Jemaah Haji untuk Membiayai Penyelenggaraan Haji Jemaah Lain,” menyatakan bahwa penggunaan hasil investasi dari setoran awal biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk membiayai penyelenggaraan haji bagi jamaah lain adalah haram. 

Baca Juga:
Bawa 13 Bukti Baru, Pengacara Saka Tatal Yakin Kematian Vina dan Eky di Cirebon Murni Kecelakaan, Farhat Abbas: Bukan Karena Pembunuhan

Dengan kata lain, sistem yang menggunakan dana investasi untuk subsidi ongkos haji tidak memenuhi prinsip syariah dan dianggap melanggar hukum Islam.

Dalam responsnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan dana haji, mengaku siap untuk mengikuti dan menyesuaikan aturan baru yang dikeluarkan oleh MUI. 

Anggota BPKH, Amri Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk memastikan bahwa pengelolaan dana haji berbasis syariah. 

“Selama ini, skema pembiayaan haji terdiri dari biaya yang ditanggung oleh jamaah dan subsidi dari hasil investasi. Pada 2023, jamaah membayar 60 persen dari biaya total haji, sementara sisanya disubsidi,” katanya.

Baca Juga:
Heboh Skandal Klaim Fiktif BPJS Kesehatan oleh Sejumlah Rumah Sakit di Tanah Air, Kementerian Kesehatan Turun Gunung

Namun, Amri Yusuf juga mengakui bahwa skema untuk tahun 2025 belum dapat dipastikan karena adanya fatwa baru ini. 

Ia mencatat bahwa dengan meningkatnya biaya setiap tahun, seperti nilai kurs, harga avtur, dan biaya lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, beban jamaah haji akan semakin besar.

Fatwa MUI ini menuntut agar pemerintah dan pengelola dana haji melakukan perombakan sistem pengelolaan agar sesuai dengan prinsip syariah. 

MUI menekankan bahwa pengelola keuangan haji yang masih menggunakan hasil investasi dari setoran awal Bipih untuk membiayai ibadah haji jamaah lainnya dianggap berdosa.

Baca Juga:
BPOM Ultimatum PT Abadi Rasa Food, Beri Batas Waktu untuk Tarik Seluruh Produk Roti Okko dari Peredaran dalam 30 Hari

Penting untuk dicatat bahwa fatwa ini menegaskan perlunya kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua aspek pengelolaan dana haji. 

MUI berharap dengan adanya perombakan ini, sistem pengelolaan dana haji akan lebih adil dan sesuai dengan tuntunan agama. 

Keputusan ini juga menjadi acuan bagi pihak terkait dalam merumuskan skema yang lebih transparan dan berkeadilan, serta memastikan bahwa dana haji dikelola dengan cara yang tidak hanya sah secara hukum tetapi juga etis.

Dengan adanya fatwa ini, diharapkan pemerintah dan BPKH akan segera mengkaji dan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pengelolaan dana haji mendukung prinsip syariah dan kebutuhan jamaah haji secara adil dan berkelanjutan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tuai Kontroversi dan Kecaman dari PBNU hingga MUI, Terungkap Alasan 5 Tokoh Muda NU Temui Presiden Israel Isaac Herzog

Zen Maarif, satu dari lima tokoh muda NU ungkap alasanya menemui Presiden Israel, Isaac Herzog yang belakangan justru tuai kecaman.

Diduga Jadi Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Vina, Pegi Setiawan Tantang Aep untuk Menemuinya dan Tuntut Bukti Kebenaran Atas Kesaksiannya

Pegi Setiawan sebut Aep, saksi yang memberikan keterangan palsu tidak bermoral. Ia pun menantang Aep untuk menemuinya langsung.

Perkuat Hubungan Kerja Sama, Kemendagri Temui Delegasi Tiongkok yang Bergerak di Bidang Fire Safety

Pertemuan antara Kementerian Dalam Negeri dengan delegasi Tiongkok dilakukan untuk memperkuat hubungan kerja sama.

Lengkapi Tekanan Publik, MUI Tegaskan Serangan Penjajah Israel di Jalur Gaza Harus Dihentikan Segera Secara Efektif Melalui Langkah Militer

Menurut MUI, dengan melalui langkah militer, agresi penjajah Israel harus dihentikan sesegera mungkin secara efektif.

Platform Kemanusiaan Jadi Landasan Penyelesaian Konflik, MUI Harap Masyarakat Indonesia Dapat Melihat Persoalan Palestina dengan Profesional

MUI menyatakan persoalan isu kemanusiaan di Palestina diharapkan dapat dilihat oleh masyarakat Indonesia dengan profesional.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;