Bikin Geger! Detik-Detik Kericuhan Antara BEM UI dan Panitia dalam Acara Puncak OKK Universitas Indonesia Beredar Luas di Media Sosial

Video viral kericuhan BEM UI dan panitia OKK UI. Ketegangan memanas saat acara puncak.
Video viral kericuhan BEM UI dan panitia OKK UI. Ketegangan memanas saat acara puncak. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @infodepok_id

Nasional, gemasulawesi - Acara puncak Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Indonesia (UI) yang diadakan di Balairung sempat diramaikan oleh kericuhan antara BEM UI dan panitia OKK. 

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah video kericuhan antara BEM UI dan panitia OKK itu beredar luas di media sosial.

Dalam video yang viral, terlihat jelas bagaimana suasana acara di Universitas Indonesia (UI) sempat memanas. 

Kericuhan bermula ketika perwakilan BEM UI melakukan orasi yang dianggap tidak sesuai dengan aturan oleh panitia OKK. 

Baca Juga:
Viral! Pengendara Mobil Kabur Usai Isi Bensin Rp300 Ribu di SPBU Pondok Cabe Tangerang Selatan, Begini Modus Awal Pelaku

Orasi yang semula dimaksudkan untuk memberikan masukan dan motivasi justru memicu ketegangan, menyebabkan sejumlah anggota BEM UI dan panitia OKK terlibat adu mulut dan fisik.

Video yang beredar menunjukkan beberapa anggota panitia yang tampak marah-marah dan berusaha menghentikan orasi. 

Tak lama setelah itu, keributan semakin memuncak dengan terjadinya perkelahian antara kedua belah pihak. 

Kericuhan ini menimbulkan kekacauan yang hampir mengganggu jalannya acara, membuat suasana menjadi tegang dan tidak kondusif.

Baca Juga:
Sebagai Upaya Memajukan Pendidikan di Daerah Setempat, Pemkot Madiun Distribusikan Kain Seragam Sekolah Gratis untuk 5840 Siswa SD dan SMP

Pihak panitia OKK UI, diwakili oleh Rafi Wiraseno selaku Ketua Pelaksana OKK 2024, menyatakan kekecewaannya secara terbuka, dengan tegas menegur BEM UI. 

“Tolong BEM UI, evaluasi kinerja kalian. PR UI sekarang ini masih banyak, salah satunya (adalah) kalian!” teriak Rafi dalam video yang terekam.

Beruntung, setelah terjadinya kericuhan, mediasi dilakukan untuk menenangkan kedua belah pihak. 

Diskusi yang berlangsung berhasil meredakan ketegangan dan memfasilitasi kelanjutan acara dengan kondisi yang lebih tenang. 

Baca Juga:
Diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Sedikitnya 12 Ribu Peserta Menghadiri Upacara Perayaan Hari Pramuka ke 63

Mediasi ini berfungsi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan memastikan acara dapat berjalan dengan baik setelah insiden tersebut.

Meskipun sempat terjadi keributan, acara OKK UI 2024 dapat dilanjutkan. 

Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan plakat, sumpah mahasiswa yang dipimpin oleh Ketua BEM UI 2024, serta penampilan dari Adrian Khalif, yang kembali menambah kemeriahan suasana.

Kericuhan antara BEM UI dan panitia OKK yang terjadi pada Senin kemarin menjadi viral usai diunggah di berbagai media sosial pada Rabu, 14 Agustus 2024 dan memicu beragam komentar.

Baca Juga:
Innalillahi! Kecelakaan Beruntun di Flyover Tanah Baru Bekasi Tewaskan 1 Orang, Begini Kata Saksi yang ada di Lokasi Kejadian

"Sebaik apapun tujuan, mbok taat aturan to mas mbak, diliatin adek-adeknya lho," tulis akun @pro**.

Ada juga yang membagikan pengalamannya saat menjadi panitia OKK di UI.

"2010-2011 aku jadi panitia OKK mewakili fakultas, briefing semua all clear, almost tiap hari kita rapat tapi acara OKK semua berjalan lancar, ada orasi tapi dari pihak BEM terbuka dari awal bagaimana orasi nya bahkan ada gladi kotor dan gladi resik, agar gak terjadi mis komunikasi begini pas acara," komentar akun @she***.

Video kericuhan ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang efektif dan pengelolaan acara yang baik untuk menghindari konflik di masa mendatang. 

Baca Juga:
Gegara Protes Suara Sound System yang Terlalu Kencang dan Minta Volume Dikecilkan, Ibu-Ibu di Pati Ini Nyaris Dikeroyok Peserta Karnaval

Meskipun ada kendala, acara ini tetap menunjukkan komitmen Universitas Indonesia dalam memberikan orientasi yang berarti bagi mahasiswa baru. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Ramai di Media Sosial! Oknum Dosen UNY Diduga Lakukan Penganiayaan kepada Mahasiswa, Begini Kata Ketua BEM yang Melihatnya Langsung

Seorang oknum dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diduga memukul mahasiswa yang sedang orasi. Begini kronologinya.

Tak Hanya Mobil Damkar yang Dibakar, Kericuhan Warga di Deli Serdang Akibat Penertiban Lahan Juga Membuat 8 Petugas Terluka

Ricuh saat penertiban bangunan di Sampali, Deli Serdang, juga membuat 8 petugas terluka dan 1 mobil damkar dibakar warga.

Penganiayaan Oknum Petugas Diduga Picu Kericuhan Lapas Parigi

Penganiayaan oknum petugas Lapas diduga picu warga binaan membuat kericuhan di Lapas Klas III Parigi, bahkan hanya karena masalah sepele

Coreng Citra Kepolisian! Aksi Oknum Polisi Diduga Lakukan Pemalakan pada Sopir Pikap Viral di Media Sosial, Begini Kronologinya

Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang sopir pikap yang tak terima usai dipalak oleh oknum polisi.

Terlibat Cekcok, Aksi Oknum Staf PN Depok Todongkan Airsoft Gun kepada Warga Viral di Media Sosial, Polisi Lakukan Penyelidikan

Viral di media sosial, Staf Pengadilan Negeri Depok todongkan airsoft gun akibat perselisihan, kasus kini dalam penyelidikan.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;