Soroti Kasus Tewasnya Kasatreskrim Polres Solok Selatan, Kapolri Naikkan Pangkat Luar Biasa Anumerta untuk Korban

Kasatreskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari dapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri.
Kasatreskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari dapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri. Source: Foto/Instagram @makassar_ngega

Nasional, gemasulawesi - Kasus tragis mengguncang jajaran Polres Solok Selatan setelah insiden penembakan yang menewaskan Kasatreskrim, Kompol Ulil Ryanto Anshari. 

Penembakan ini dilakukan oleh rekannya sendiri, Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar pada Jumat dini hari, 22 November 2024. 

Korban ditembak tepat di bagian wajah, yakni pelipis dan pipi, yang menyebabkan korban meninggal di tempat. 

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polri dan masyarakat, serta memicu rasa tidak percaya atas insiden yang melibatkan anggota kepolisian.

Baca Juga:
Peredaran Tembakau Sintetis Melalui Medsos Terungkap! Lima Pelaku Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada Kompol Ulil. 

Pangkat korban yang sebelumnya Ajun Komisaris Polisi (AKP) kini dinaikkan menjadi Komisaris Polisi (Kompol) anumerta, sesuai dengan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1926/XI/2024. 

KPLB ini diberikan sebagai pengakuan atas pengabdian almarhum dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian. 

"Ya benar, Bapak Kapolri memberikan KPLB pada korban yang gugur saat bertugas," ujar Irwasum Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, pada Sabtu, 23 November 2024.

Baca Juga:
Heboh! Polisi Berhasil Bekuk Komplotan Hipnotis Bermodus Orang Pintar, Begini Detailnya

Ini menunjukkan bahwa pengorbanan almarhum dihargai oleh institusi kepolisian meskipun peristiwa tragis tersebut sangat mengejutkan.

Kapolri menegaskan bahwa penyidikan atas insiden penembakan ini akan dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu. 

Kapolri memberi arahan kepada jajarannya untuk menindak tegas AKP Dadang Iskandar, tanpa memandang pangkat dan kedudukan pelaku. 

“Saya minta siapapun, apapun pangkatnya, tindak tegas secara kode etik,” tegas Kapolri.

Baca Juga:
Pelaku Menyerahkan Diri! Kasus Penembakan yang Tewaskan Kasatreskrim Polres Solok Selatan Kini Ditangani Langsung Bareskrim Polri

Div Propam Mabes Polri juga telah diterjunkan untuk mengusut pelanggaran etik yang mungkin dilakukan oleh AKP Dadang. 

Proses penyidikan pidana pun berjalan seiring untuk memastikan bahwa tindakan pelaku tidak akan dibiarkan begitu saja. 

Kapolri mengingatkan bahwa pelanggaran yang mencederai institusi Polri tidak bisa ditolerir, dan tindakan tegas akan diambil sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, pihak Polri juga mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi institusi agar selalu menjaga kedisiplinan dan integritas di dalam tubuh kepolisian. 

Baca Juga:
Tangkap Ketua Gangster di Bogor Karena Edarkan Narkoba Jenis Sabu, Polisi Sita Samurai Hingga Jaket Anti Sajam

Proses hukum yang berlangsung diharapkan bisa memberikan keadilan bagi keluarga korban, serta memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan seadil-adilnya. 

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa kode etik kepolisian harus dijunjung tinggi, apapun situasinya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Bareskrim Polri Tangkap 2 Tersangka yang Beri Gift ke Gunawan Sadbor untuk Promosikan Judi Online, Ini Sosoknya

Polisi tangkap dua tersangka pemberi hadiah ke influencer untuk promosi judi online, sita barang bukti besar.

Bersikeras Ingin Jual iPhone 16 di Indonesia, Apple Investasi Rp1,57 Triliun untuk Penuhi Syarat TKDN, Ini Strateginya

Investasi Apple Rp1,57 triliun di Indonesia akan digulirkan demi bisa menjual iPhone 16. Pasar besar dan kontribusinya masih jadi sorotan.

Tuai Kontroversi! Rencana Kenaikan PPN 12 Persen Mulai Januari 2025 Dinilai Bebani UMKM dan Rakyat Kecil, Ini Alasannya

Kenaikan PPN Januari 2025 dikhawatirkan pengaruhi ekonomi rakyat, pelaku UMKM terancam sulit untuk bertahan dalam situasi ini.

Terungkap! 389 Kilogram Narkoba Jenis Sabu Asal Afghanistan Beredar di Indonesia, Begini Kronologinya

Penyelidikan mendalam Polda Metro Jaya ungkap peredaran 389 kg sabu asal Afghanistan di Indonesia. Begini kronologi lengkapnya.

Cetak 2 Gol Spektakuler! Ini Profil Marselino, Bintang Timnas Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia Usai Tumbangkan Arab Saudi

Profil Marselino Ferdinan, bintang Timnas Indonesia yang membawa kemenangan bersejarah atas Arab Saudi di SUGBK.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;