Tidak Setuju Usulan Polri di Bawah Kemendagri, Mendagri RI Tito Karnavian Mengaku Keberatan dan Bilang Begini

Potret Mendagri RI, Tito Karnavian yang memberikan tanggapan terkait isu usulan polri di bawah Kemendagri
Potret Mendagri RI, Tito Karnavian yang memberikan tanggapan terkait isu usulan polri di bawah Kemendagri Source: (Foto/Instagram/@titokarnavian)

Nasional, gemasulawesi - Usulan PDIP agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ditempatkan di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menuai penolakan tegas dari berbagai pihak.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, secara terbuka menolak ide tersebut dengan alasan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan hasil dari reformasi yang harus dihormati.

Pernyataan ini disampaikan Tito pada Senin, 2 Desember 2024, di hadapan para wartawan.

“Memang sudah dipisahkan di bawah presiden, dan itu kehendak reformasi,” ujar Tito.

Baca Juga:
Punya Anggaran Rp 40 M, Menko Pangan Zulkifli Hasan Minta Tambahan Rp 510 M, Sebut Kantor Hingga Mobil Belum Ada

Baginya, menolak usulan tersebut adalah langkah yang tepat demi menjaga netralitas dan profesionalisme Polri dalam menjalankan tugasnya.

Isu ini pertama kali mencuat setelah Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menyampaikan usulannya dalam sebuah jumpa pers di Jakarta pada Kamis, 28 November 2024.

PDIP menyatakan keinginan agar Polri ditempatkan di bawah Kemendagri atau dikembalikan ke struktur TNI.

Usulan ini, menurut Deddy, muncul sebagai respons atas dugaan bahwa kekalahan PDIP di beberapa Pilkada 2024 disebabkan oleh pengaruh aparat Kepolisian.

Baca Juga:
Kerugian Negara Capai Rp 75 Miliar! Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Karet di Kementerian Pertanian Mencuat, Begini Kata Jubir KPK

Pernyataan tersebut memicu kontroversi karena dinilai menyiratkan ketidakpuasan partai terhadap kinerja Polri dalam Pilkada.

Penolakan atas gagasan ini juga datang dari mayoritas fraksi di Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menegaskan bahwa tujuh fraksi di Komisi III menolak usulan PDIP, dengan alasan bahwa menempatkan Polri di bawah Kemendagri adalah langkah mundur dari semangat reformasi. 

Habiburokhman menilai bahwa reformasi pascareformasi 1998 bertujuan untuk memisahkan Polri dari institusi lain demi menjaga independensinya.

Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, juga menambahkan bahwa usulan ini berpotensi menciptakan kerancuan dalam struktur pemerintahan.

Baca Juga:
Kejagung Periksa Pegawai PT Antam yang Diduga Terlibat dalam Kasus Dugaan Suap Ronald Tannur, Ini Sosok dan Perannya

Dalam isu ini, menjaga reformasi yang sudah berjalan selama lebih dari dua dekade menjadi pertimbangan utama.

Keberadaan Polri di bawah Presiden dinilai mampu menjaga stabilitas dan netralitas dalam melaksanakan tugas negara.

Mengembalikan Polri ke bawah Kemendagri tidak hanya dinilai melanggar semangat reformasi, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakstabilan dalam tata kelola pemerintahan.

Dengan demikian, berbagai pihak menegaskan pentingnya mempertahankan posisi Polri sesuai amanat reformasi. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Punya Anggaran Rp 40 M, Menko Pangan Zulkifli Hasan Minta Tambahan Rp 510 M, Sebut Kantor Hingga Mobil Belum Ada

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta tambahan anggaran untuk kementeriannya dalam rapat bersama DPR Senin 2 Desember 2024

Kerugian Negara Capai Rp 75 Miliar! Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Karet di Kementerian Pertanian Mencuat, Begini Kata Jubir KPK

Kasus pengadaan sarana pengolahan karet di Kementan tengah diselidiki KPK, kerugian negara mencapai Rp 75 miliar.

Kejagung Periksa Pegawai PT Antam yang Diduga Terlibat dalam Kasus Dugaan Suap Ronald Tannur, Ini Sosok dan Perannya

Kejagung menggali keterlibatan salah satu pegawai PT Antam dalam kasus suap yang melibatkan tiga hakim PN Surabaya.

Kritik Keras Larangan Driver Ojol Beli BBM Bersubsidi, Anggota DPR RI Mufti Anam: Jangan Peras Rakyat Kecil

Rencana pembatasan BBM subsidi dikritik anggota DPR RI Mufti Anam. Ia desak Pemerintah lebih adil dan berpihak pada rakyat kecil.

Hadapi Natal dan Tahun Baru, Menteri Perhubungan Tinjau Persiapan Simpul Transportasi di Beberapa Wilayah

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, meninjau persiapan simpul transportasi di beberapa wilayah untuk menghadapi Nataru.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;