Akui Tak Ada Paksaan atau Tekanan dari Pihak Lain, Ternyata Ini Alasan Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden setelah insiden viral yang menuai kecaman.
Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden setelah insiden viral yang menuai kecaman. Source: Foto/Instagram @gusmiftah

Nasional, gemasulawesi - Gus Miftah, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendakwah dan tokoh agama, mengejutkan publik dengan keputusan mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya polemik terkait video viral yang menunjukkan dirinya melontarkan kata-kata kasar kepada seorang penjual es teh saat acara dakwahnya di Magelang. 

Meskipun video itu mengundang kontroversi dan kecaman, Gus Miftah dengan tegas menyatakan bahwa pengunduran dirinya adalah keputusan pribadi yang tidak dipengaruhi oleh paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

Dalam pengumumannya pada Jumat, 6 Desember 2024 di Ponpes Ora Aji, Sleman, Gus Miftah menjelaskan dengan penuh kerendahan hati dan ketulusan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari renungan mendalam, doa, dan istikharah. 

Baca Juga:
Siap-siap! KPK Bakal Lelang 31 Tas Mewah Rafael Alun Trisambodo, dari Hermes hingga Dior, Ini Detailnya

Ia menyatakan, "Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, saya ingin mengumumkan keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat dalam. Setelah berdoa, bermuhasabah, dan istikharah, saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas yang saya emban yakni sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan."

Gus Miftah juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukanlah karena desakan atau tekanan dari pihak luar, melainkan karena rasa tanggung jawab, cinta, dan hormat kepada Presiden Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia. 

Ia mengungkapkan, "Keputusan ini saya ambil bukan karena paksaan siapapun, tapi karena rasa cinta dan tanggung jawab yang mendalam kepada Bapak Presiden dan seluruh masyarakat."

Kontroversi yang melatarbelakangi keputusan Gus Miftah berawal dari sebuah video yang menunjukkan dirinya mengucapkan kata-kata kasar kepada seorang pedagang es teh yang berjualan di tengah hujan. 

Baca Juga:
Tangisnya Pecah! Gus Miftah Resmi Mengundurkan Diri Pasca Polemik yang Membuat Nama Baiknya Tercoreng Viral

Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat berkata, "Es tehmu sih akeh (masih banyak)? Ya sudah sana jual gob*ok. Jadi jual aja dulu, nanti kalau misalkan belum laku, ya sudah, takdir," yang memicu reaksi keras dari publik. 

Meskipun berniat untuk bergurau, banyak pihak merasa bahwa ucapan tersebut merendahkan profesi pedagang kecil dan tidak mencerminkan sikap seorang tokoh agama.

Insiden tersebut memicu petisi yang meminta agar Gus Miftah dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden. 

Petisi tersebut mendapat banyak dukungan dari masyarakat yang merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukkan Gus Miftah. 

Baca Juga:
10 Rumah Hangus! Kebakaran Hebat Hancurkan Pemukiman Padat Penduduk di Jakarta Timur, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Sebagai respons, Gus Miftah meminta maaf atas perbuatannya tersebut, namun juga menegaskan bahwa niatnya bukanlah untuk menghina.

Meski demikian, Gus Miftah menganggap keputusan untuk mundur ini adalah langkah terbaik untuk menjaga kehormatan dirinya dan institusi yang telah mempercayakan jabatan tersebut kepadanya. 

Ia berharap dengan langkah ini, dirinya dapat terus berdakwah dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat tanpa melibatkan kontroversi.

Gus Miftah juga menekankan bahwa jabatan yang ia pegang selama ini bukan hanya sekedar gelar, tetapi sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. 

Baca Juga:
Viral Usai Hina Penjual Es Teh, Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Staff Khusus Presiden Capai Ratusan Ribu

Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengundurkan diri agar tidak menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto dan seluruh rakyat Indonesia.

Keputusan Gus Miftah ini menambah panjang deretan tokoh publik yang mundur dari jabatannya setelah mengalami kontroversi. 

Namun, Gus Miftah berharap agar masyarakat bisa lebih fokus pada hal-hal positif dan tidak hanya terjebak pada polemik yang berlarut-larut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Siap-siap! KPK Bakal Lelang 31 Tas Mewah Rafael Alun Trisambodo, dari Hermes hingga Dior, Ini Detailnya

KPK siap lelang tas mewah milik Rafael Alun. Tas Hermes dan Dior tersebut akan dilelang pada Hakordia 2024.

Tangisnya Pecah! Gus Miftah Resmi Mengundurkan Diri Pasca Polemik yang Membuat Nama Baiknya Tercoreng Viral

Setelah video viral dan kritik tajam terhadap penjual es teh viral, Gus Miftah memutuskan mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

Viral Usai Hina Penjual Es Teh, Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Staff Khusus Presiden Capai Ratusan Ribu

Polemik video Gus Miftah viral. Desakan pencopotan capai 215 ribu petisi, publik tunggu tanggapan Presiden.

Gus Miftah Kembali Viral Karena Diduga Hina Pesinden Senior, Novel Baswedan: Parah, Akhlaknya Bermasalah

Novel Baswedan memberikan komentar terkait Gus Miftah yang kembali viral karena diduga telah merendahkan seorang pesinden senior

Heboh! PDI Perjuangan Bakal Pecat 27 Orang Kadernya, Sekjen Hasto Kristiyanto Bongkar Alasan Pemecatan

Hasto Kristiyanto menjelaskan alasan PDI Perjuangan akan memecat sebanyak 27 orang kadernya di bulan Desember 2024 ini

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;