Gus Miftah Kembali Viral Karena Diduga Hina Pesinden Senior, Novel Baswedan: Parah, Akhlaknya Bermasalah

Tangkap layar momen Gus Miftah yang diduga sedang merendahkan seorang pesinden senior
Tangkap layar momen Gus Miftah yang diduga sedang merendahkan seorang pesinden senior Source: (Foto/Twitter/@cingreborn)

Nasional, gemasulawesi - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, ikut mengomentari polemik yang kembali melibatkan pendakwah Gus Miftah.

Gus Miftah baru-baru ini menjadi sorotan setelah video lamanya yang diduga merendahkan seorang pesinden senior bernama Yati kembali viral.

Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat menyebut Yati jelek dan melontarkan kata-kata tidak pantas langsung di hadapan pesinden tersebut.

Meski video itu sebenarnya telah diunggah lama di YouTube, kemunculan ulangnya di platform X (sebelumnya Twitter) membuat Gus Miftah kembali dihujat warganet.

Baca Juga:
Heboh! PDI Perjuangan Bakal Pecat 27 Orang Kadernya, Sekjen Hasto Kristiyanto Bongkar Alasan Pemecatan

Hingga Jumat, 6 Desember 2024, nama Gus Miftah masih menjadi trending topik di Twitter. 

Sebelumnya, ia juga sempat mendapat kritik keras karena viral dengan kasus lain, yakni menghina seorang penjual es teh keliling di sebuah acara di Magelang.

Polemik ini semakin memperburuk citra Gus Miftah di mata publik, apalagi setelah video penghinaan terhadap Yati ramai dibahas.

Dalam video tersebut, Yati tampak menunjukkan ketidaknyamanan terhadap ucapan Gus Miftah, tetapi pendakwah itu tetap melanjutkan perkataannya.

Baca Juga:
Tanggapi Isu Status Keanggotaan Jokowi di PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto: Sudah Tidak Lagi Jadi Bagian PDIP

Hal ini membuat warganet mengecam perilakunya yang dinilai tidak mencerminkan akhlak seorang pendakwah.

Novel Baswedan adalah salah satu pihak yang memberikan tanggapan terhadap video tersebut.

Melalui akun Twitter resminya, @nazaqistsha, Novel menyoroti perilaku Gus Miftah yang dianggap sudah terlalu sering menghina orang lain.

"Ternyata sdh sering dan parah," tulis Novel dalam cuitannya pada 6 Desember 2024.

Baca Juga:
Hanya 58 Persen Pejabat Negara yang Lapor Harta Kekayaan, KPK Beri Teguran Keras

Novel juga menambahkan bahwa masalah ini berkaitan dengan akhlak pendakwah tersebut.

"Akhlaknya bermasalah, jangan2 sdh tabiat," lanjutnya.

Warganet juga ramai mendukung pendapat Novel. Beberapa balasan yang muncul di kolom cuitan Novel mengkritik karakter Gus Miftah.

Salah satu akun, @fiv***, menulis, "Iya bang, karakter ybs yg memang terbiasa mengucapkan kata2 yg tidak pantas dan tidak senonoh."

"Prihatin. Orang tanpa adab seperti ini masih ada yang bilang aset bangsa. Perusak bangsa, ini baru saya setuju," tulis akun @han***.

Kritik-kritik ini semakin menambah tekanan terhadap Gus Miftah, yang sebelumnya sudah menjadi sasaran hujatan atas kasus penghinaan lainnya. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh! PDI Perjuangan Bakal Pecat 27 Orang Kadernya, Sekjen Hasto Kristiyanto Bongkar Alasan Pemecatan

Hasto Kristiyanto menjelaskan alasan PDI Perjuangan akan memecat sebanyak 27 orang kadernya di bulan Desember 2024 ini

Tanggapi Isu Status Keanggotaan Jokowi di PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto: Sudah Tidak Lagi Jadi Bagian PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Presiden ke-7 Indonesia, Jokowi sudah bukan lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan

Hanya 58 Persen Pejabat Negara yang Lapor Harta Kekayaan, KPK Beri Teguran Keras

Dari 124 pejabat wajib lapor LHKPN, hanya 58 persen yang sudah melapor, KPK minta pejabat segera penuhi kewajiban.

Bangga! Reog Ponorogo Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Begini Perjalanan dan Upaya Pelestariannya

Seni tradisional Reog Ponorogo diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, kebanggaan Indonesia yang harus dijaga.

Selundupkan Ikan dan Rokok Ilegal, 8 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap Baharkam Polri di Laut Natuna Utara

Polri mengungkap penyelundupan ilegal dengan menangkap kapal Vietnam di Laut Natuna, mengamankan ikan dan rokok.

Berita Terkini

wave

Akhirnya Tampil di Bioskop Indonesia, Inilah Sinopsis Crocodile Tears, Film yang Tayang di Festival Film Internasional Toronto 202

Film Crocodile Tears yang tayang di Festival Film Internasional Toronto 2024 akhirnya akan tayang di bioskop Indonesia, berikut sinopsisnya

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi


See All
; ;