Bangga! Reog Ponorogo Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Begini Perjalanan dan Upaya Pelestariannya

Reog Ponorogo resmi masuk daftar WBTb UNESCO, simbol identitas dan keberanian masyarakat Ponorogo di dunia internasional. (
Reog Ponorogo resmi masuk daftar WBTb UNESCO, simbol identitas dan keberanian masyarakat Ponorogo di dunia internasional. ( Source: Foto/Tangkapan layar YouTube RUDY PRODUCTION

Nasional, gemasulawesi - Kesenian Reog Ponorogo kini mendapatkan tempat istimewa di panggung dunia setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. 

Pengakuan internasional ini dicapai melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay baru-baru ini. 

Keputusan ini menjadi momen penting yang menunjukkan keunikan budaya Indonesia sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian seni tradisional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan kebanggaannya atas pengakuan ini. Ia menggambarkan Reog Ponorogo sebagai simbol keberanian, solidaritas, dan identitas lokal yang perlu dijaga di tengah tantangan zaman. 

Baca Juga:
Pj Wali Kota Pekanbaru dan 2 Pejabat Lain Terjaring OTT KPK, Resmi Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Ini

“Penetapan ini menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan seni tradisional seperti Reog Ponorogo agar tetap relevan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya pada Rabu, 4 Desember 2024.

Untuk mencapai pengakuan dari UNESCO, berbagai upaya pelestarian telah dilakukan secara intensif. 

Pemerintah dan masyarakat Ponorogo bekerja sama mendokumentasikan setiap elemen seni Reog, mulai dari tarian, musik, hingga pembuatan topeng khasnya. 

Promosi budaya ini juga dilakukan melalui festival, pameran seni, hingga pengenalan di media digital.

Baca Juga:
Geger! Rp131 Juta Dana Madrasah Hilang, Polisi Kejar Pelaku Pencurian di Ciputat Timur, Begini Modusnya

Selain itu, seni Reog mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal dan nonformal, dengan harapan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai seni tradisional ini. 

Komunitas seniman lokal diberdayakan untuk terus mengembangkan kreativitas mereka tanpa menghilangkan unsur tradisional yang menjadi identitas Reog Ponorogo.

Reog Ponorogo bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga simbol gotong royong yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Ponorogo. 

Proses kreatif Reog melibatkan kolaborasi antara seniman, perajin topeng, penabuh musik, hingga masyarakat lokal yang mendukung penyelenggaraan setiap pertunjukan.

Baca Juga:
Banjir di Sagaranten Sukabumi Hanyutkan Beberapa Mobil di Desa Curugluhur, Warga Histeris di Tengah Derasnya Arus Air

Seni ini juga sarat dengan nilai-nilai filosofis, seperti keberanian dan ketangguhan, yang diwujudkan dalam gerakan tarian dan cerita mitologi yang mengiringinya. 

Keunikan ini menjadikan Reog Ponorogo sebagai cerminan identitas budaya Indonesia yang patut dibanggakan.

Fadli Zon menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan seni Reog di era modern. 

Menurutnya, globalisasi dan modernisasi kerap menjadi tantangan besar bagi kelestarian budaya tradisional. Namun, pengakuan UNESCO ini harus menjadi motivasi untuk terus melestarikan Reog Ponorogo.

Baca Juga:
Viral Jembatan Lalay di Sukabumi Terbawa Arus Sungai Cimandiri, Besi Penghubung Hanyut Tak Kuat Menahan Derasnya Air

“Mari kita jadikan pengakuan ini sebagai pengingat untuk menjaga dan mengembangkan seni budaya tradisional. Reog Ponorogo adalah kebanggaan kita bersama, dan tugas kita memastikan seni ini terus hidup untuk menginspirasi generasi mendatang,” ujar Fadli Zon.

Dengan pengakuan ini, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa warisan budaya Nusantara memiliki nilai universal yang layak dilestarikan. 

Reog Ponorogo kini bukan hanya milik masyarakat Ponorogo, tetapi juga bagian dari warisan budaya dunia yang harus terus dijaga. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Selundupkan Ikan dan Rokok Ilegal, 8 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap Baharkam Polri di Laut Natuna Utara

Polri mengungkap penyelundupan ilegal dengan menangkap kapal Vietnam di Laut Natuna, mengamankan ikan dan rokok.

Soroti Beberapa Kementerian yang Mengusulkan Tambahan Anggaran, Said Didu: Semua Menteri Hanya Minta Uang

Menanggapi beberapa menteri yang baru-baru ini minta tambahan anggaran kerja, pegiat media sosial, Said Didu berikan komentarnya

Tidak Setuju Usulan Polri di Bawah Kemendagri, Mendagri RI Tito Karnavian Mengaku Keberatan dan Bilang Begini

Mendagri RI, Tito Karnavian tidak setuju dengan adanya usulan Polri di bawah Kemendagri, begini komentar dari Tito terkait hal tersebut

Punya Anggaran Rp 40 M, Menko Pangan Zulkifli Hasan Minta Tambahan Rp 510 M, Sebut Kantor Hingga Mobil Belum Ada

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta tambahan anggaran untuk kementeriannya dalam rapat bersama DPR Senin 2 Desember 2024

Kerugian Negara Capai Rp 75 Miliar! Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Karet di Kementerian Pertanian Mencuat, Begini Kata Jubir KPK

Kasus pengadaan sarana pengolahan karet di Kementan tengah diselidiki KPK, kerugian negara mencapai Rp 75 miliar.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;