Soroti Menko Yusril yang Sebut Koruptor Dipenjara Tidak Untungkan Negara, Umar Hasibuan: Welcome to The Jungle

Potret Menko Yusril yang baru-baru ini menyebut koruptor jika hanya dipenjara tidak untungkan negara
Potret Menko Yusril yang baru-baru ini menyebut koruptor jika hanya dipenjara tidak untungkan negara Source: (Foto/Instagram/@yusrilihzamhd)

Nasional, gemasulawesi - Pernyataan Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, tentang koruptor baru-baru ini menuai perhatian luas.

Dalam pernyataannya pada Kamis 19 Desember 2024, Yusril mengatakan bahwa memberikan hukuman berupa kurungan penjara kepada koruptor tidak memberikan manfaat besar untuk negara.

Menurutnya, yang lebih penting adalah mengembalikan aset hasil korupsi kepada negara agar negara dapat memperoleh keuntungan dari pengembalian tersebut.

“Kalau hanya para pelakunya dipenjarakan, tanpa dikembalikan (aset hasil korupsi) kepada negara, maka penegakan hukum seperti itu tidak banyak manfaatnya,” kata Yusril.

Baca Juga:
Tanggapi Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen di Indonesia, Mahfud MD: Rakyat Sekarang Banyak yang Menjerit

Pernyataan ini disampaikan Yusril dalam konteks menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang akan memaafkan koruptor jika mereka mengembalikan uang hasil korupsi ke negara.

Namun, pernyataan tersebut tidak luput dari kritik, salah satunya datang dari pegiat media sosial Umar Hasibuan.

Melalui cuitannya di akun X atau Twitter resminya pada Jumat 20 Desember 2024, Umar menyoroti pernyataan Menko Yusril tersebut.

Ia secara tidak langsung mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan menyebut situasi ini sebagai "Welcome to the Jungle," sembari mengunggah berita yang memuat pernyataan Yusril.

Baca Juga:
Sebut Negara dan Rakyat Alami Kesulitan, Said Didu Minta Sri Mulyani Tanggung Jawab: Sudah Jadi Menkeu 20 Tahun

Dengan menggunakan istilah “jungle” atau hutan, Umar seolah menggambarkan bahwa keputusan seperti ini dapat membawa negara ke arah kemunduran hukum, di mana koruptor tidak mendapatkan hukuman setimpal atas kejahatan mereka.

Reaksi Umar Hasibuan mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak warganet yang ikut memberikan tanggapan terhadap pernyataan Yusril maupun kritik Umar.

Beberapa warganet menunjukkan dukungan terhadap kritik tersebut, namun ada juga yang menyuarakan pandangan lebih tegas terkait hukuman untuk koruptor.

Salah satu warganet, akun @ice***, menulis, “Saya setuju bahwa memenjarakan koruptor tidak menguntungkan negara. Saya sangat ingin semua koruptor dihukum mati.”

Baca Juga:
Mendagri Sebut Anggaran Stunting Rp 10 M Tetapi Diterima Rakyat Rp 2 M, Susi Pudjiastuti: Terlalu Banyak untuk Rapat

Pendapat serupa diutarakan oleh akun @abu*** yang menyatakan, “Saya setuju, memenjarakan koruptor besar tidak ada manfaatnya bagi negara dan rakyat, PARA KORUPTOR BESAR HARUS DIHUKUM MATI SEBAGAIMANA YANG DIBERLAKUKAN DI BANYAK NEGARA.”

Sementara itu, akun @lut*** mengusulkan solusi lain, “Yg paling bermanfaat bagi negara yaitu miskinkan para koruptor, sita harta kekayaannya oleh negara dan hukum mati para koruptor agar ada efek jera bagi yg lainnya.”

Diskusi ini mencerminkan adanya perbedaan pendapat di masyarakat terkait cara penanganan kasus korupsi.

Meski sebagian pihak setuju dengan pendekatan pengembalian aset negara sebagai langkah strategis, sebagian lainnya merasa bahwa hukuman berat, termasuk hukuman mati, harus tetap diterapkan untuk memberikan efek jera dan menjaga keadilan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tanggapi Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen di Indonesia, Mahfud MD: Rakyat Sekarang Banyak yang Menjerit

Tanggapi kenaikan PPN, Mahfud MD tidak ingin menjadi bagian yang pro maupun kontra, namun Mahfud menyebut rakyat sekarang menjerit

Sebut Negara dan Rakyat Alami Kesulitan, Said Didu Minta Sri Mulyani Tanggung Jawab: Sudah Jadi Menkeu 20 Tahun

Pegiat medsos, Said Didu meminta Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani ikut bertanggung jawab atas kesulitan yang dialami negara dan rakyat

Mendagri Sebut Anggaran Stunting Rp 10 M Tetapi Diterima Rakyat Rp 2 M, Susi Pudjiastuti: Terlalu Banyak untuk Rapat

Susi Pudjiastuti soroti Mendagri RI, Tito Karnavian yang menyebut bahwa dari anggaran Rp10 M untuk stunting, hanya Rp2 M saja untuk rakyat

Singgung Palestina Saat Pidato di Mesir, Prabowo Sebut Negara Lain Cuma Nyatakan Dukungan Tanpa Ciptakan Perubahan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyinggung soal kemerdekaan Palestina ketika berpidato saat mengikuti KTT di Mesir, begini kata Prabowo

Ganjar Pranowo Bingung dengan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Bakal Maafkan Koruptor: Kan Ada Proses Hukumnya

Ganjar Pranowo memberikan tanggapannya terkait pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut kemungkinan untuk memaafkan para koruptor

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;