Sebut Negara dan Rakyat Alami Kesulitan, Said Didu Minta Sri Mulyani Tanggung Jawab: Sudah Jadi Menkeu 20 Tahun

Potret Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani saat menghadiri suatu rapat
Potret Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani saat menghadiri suatu rapat Source: (Foto/Instagram/@smindrawati)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Said Didu, menyampaikan pesan terbuka kepada Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, melalui akun Twitter atau X resminya @msaid_didu pada Jumat, 20 Desember 2024.

Dalam cuitan tersebut, Said Didu meminta Sri Mulyani untuk ikut bertanggung jawab atas kesulitan yang dialami negara dan rakyat saat ini.

Ia menyoroti bahwa Sri Mulyani telah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama lebih dari dua dekade dan menilai kebijakan yang diambil selama masa jabatannya.

Terutama dalam 10 tahun terakhir bersama Presiden Joko Widodo, telah membebani negara.

Baca Juga:
Mendagri Sebut Anggaran Stunting Rp 10 M Tetapi Diterima Rakyat Rp 2 M, Susi Pudjiastuti: Terlalu Banyak untuk Rapat

"Ibu Sri Mulyani  menjadi Menteri Keuangan RI sudah lebih 20 tahun, Ibu Sri Mulyani harus ikut bertanggung jawab atas beban rakyat karena kebijakan yg dibuat, terutama kebijakan buat utang ugal-ugalan selama 10 tahun terakhir bersama Joko Widodo sehingga Negara dan rakyat alami kesulitan spt skrg," tulis Said Didu.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap Sri Mulyani, terutama terkait rencana pemerintah menaikkan PPN menjadi 12 persen dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semakin menjadi perhatian masyarakat.

Beragam tanggapan dari warganet pun mengiringi cuitan Said Didu tersebut.

Sebagian besar komentar mendukung kritik yang disampaikan.

Baca Juga:
Singgung Palestina Saat Pidato di Mesir, Prabowo Sebut Negara Lain Cuma Nyatakan Dukungan Tanpa Ciptakan Perubahan

Salah satu akun, @jan***, menulis, "Jangan di kasih lepas ini Mulyani.... selama dia menjabat buat susah rakyat saja....."

Komentar lain dari akun @ari*** menambahkan, "Sudah 20 tahun jadi menkeu, tapi tidak ada pencapaian bagus dalam perbaikan kinerjanya, hanya bisa naikkan pajak, ngutang luar negeri, SBN. Gak ada sama sekali ide cemerlang."

Namun, tidak semua warganet sependapat dengan Said Didu. Salah satu akun mencoba memberikan perspektif berbeda dan membela Sri Mulyani.

Akun @kak*** berkomentar, "Pk Didu yg terhormat, apakah bpk sbg mantan pejabat tdk bs membaca undang2 yg mengatur utang piutang negara? Bpk menyebut 'ugal-ugalan' sementara utang negara saat ini tdk lbih dr 40% GNP. Artinya tdk ada undang2 yg dilanggar bapak."

Baca Juga:
Ganjar Pranowo Bingung dengan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Bakal Maafkan Koruptor: Kan Ada Proses Hukumnya

Polemik ini mencerminkan berbagai sudut pandang masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, khususnya yang menyangkut perekonomian Negara.

Kritikan terhadap Sri Mulyani menunjukkan adanya keresahan publik terhadap kondisi ekonomi yang dianggap semakin sulit, sementara pembelaan dari sebagian warganet memperlihatkan bahwa tidak semua pihak sepakat dengan kritik tersebut.

Di tengah perdebatan ini, penting bagi pemerintah untuk terus mengevaluasi kebijakan ekonomi agar dapat membawa dampak positif bagi rakyat tanpa membebani lebih lanjut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Mendagri Sebut Anggaran Stunting Rp 10 M Tetapi Diterima Rakyat Rp 2 M, Susi Pudjiastuti: Terlalu Banyak untuk Rapat

Susi Pudjiastuti soroti Mendagri RI, Tito Karnavian yang menyebut bahwa dari anggaran Rp10 M untuk stunting, hanya Rp2 M saja untuk rakyat

Singgung Palestina Saat Pidato di Mesir, Prabowo Sebut Negara Lain Cuma Nyatakan Dukungan Tanpa Ciptakan Perubahan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyinggung soal kemerdekaan Palestina ketika berpidato saat mengikuti KTT di Mesir, begini kata Prabowo

Ganjar Pranowo Bingung dengan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Bakal Maafkan Koruptor: Kan Ada Proses Hukumnya

Ganjar Pranowo memberikan tanggapannya terkait pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut kemungkinan untuk memaafkan para koruptor

Soroti Nilai Tukar Rupiah Melemah di Era Pemerintahan Prabowo, Hilmi Firdausi Bandingkan dengan Era BJ Habibie

Hilmi Firdausi memberikan tanggapannya terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS baru-baru ini, Hilmi singgung era BJ Habibie

Mantan Menteri Kominfo Budi Arie Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Judi Online Pejabat Komdigi, Ini Kronologinya

Polisi selidiki keterlibatan pejabat Komdigi dalam judi online, Mantan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi ikut diperiksa.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;