Mendagri Sebut Anggaran Stunting Rp 10 M Tetapi Diterima Rakyat Rp 2 M, Susi Pudjiastuti: Terlalu Banyak untuk Rapat

Potret Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang menyoroti pernyataan Mendagri soal anggaran stunting
Potret Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang menyoroti pernyataan Mendagri soal anggaran stunting Source: (Foto/Instagram/@susipudjiastuti115)

Nasional, gemasulawesi - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti, memberikan perhatian pada pernyataan dari Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, yang mengungkap fakta mencengangkan terkait anggaran penanganan stunting.

Dalam acara Penganugerahan APBD Award dan Rakornas Keuangan Daerah 2024 di Jakarta pada Rabu, 18 Desember 2024, Tito menyebutkan bahwa dari total anggaran Rp 10 miliar yang dikeluarkan pemerintah untuk program stunting, hanya Rp 2 miliar yang sampai ke rakyat.

Sisanya, sebesar Rp 6 miliar, dialokasikan untuk rapat, seminar, hingga studi banding. Pernyataan ini memicu diskusi publik yang luas.

Menanggapi hal tersebut, Susi Pudjiastuti tampak mendukung pandangan Mendagri.

Baca Juga:
Singgung Palestina Saat Pidato di Mesir, Prabowo Sebut Negara Lain Cuma Nyatakan Dukungan Tanpa Ciptakan Perubahan

Melalui cuitan di akun X atau Twitter resminya pada Kamis malam, 19 Desember 2024, Susi menyatakan, "Betul sekali Pak Mendagri, memang terlalu banyak untuk rapat/seminar dan kegiatan," seraya membagikan berita mengenai pernyataan Mendagri.

Cuitan dari Susi Pudjiastuti tersebut memperlihatkan bahwa Susi memahami pola kerja pejabat pemerintah dalam mengelola anggaran, berdasarkan pengalamannya sebagai mantan menteri.

Susi menyoroti bagaimana anggaran sering kali dialokasikan untuk hal-hal yang dinilai kurang esensial, daripada langsung digunakan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Cuitan Susi pun memancing berbagai respons dari warganet.

Baca Juga:
Ganjar Pranowo Bingung dengan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Bakal Maafkan Koruptor: Kan Ada Proses Hukumnya

Banyak yang mengkritik mekanisme pengelolaan anggaran pemerintah yang dinilai tidak efektif.

Akun @ind*** berkomentar, "10 nyampe cuma 2, lebih banyak yng hilangnya."

Kritik serupa datang dari akun @asu*** yang menulis, "Rapat yg dibuat2 hanya untuk menghabiskan uang negara."

Sementara itu, akun @put*** menambahkan, "Rapat mengatasi masalah kemiskinan itu di hotel bintang lima. Setelah itu dilakukan kunjungan, sisanya baru untuk mengatasi kemiskinan. Begitulah mekanisme kerjanya."

Baca Juga:
Soroti Nilai Tukar Rupiah Melemah di Era Pemerintahan Prabowo, Hilmi Firdausi Bandingkan dengan Era BJ Habibie

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin jeli dalam mengamati pengelolaan anggaran pemerintah.

Dukungan dari tokoh publik seperti Susi Pudjiastuti terhadap pernyataan Mendagri Tito Karnavian juga menambah bobot diskusi, mengingat pengalamannya di pemerintahan.

Kritik yang muncul tidak hanya menggarisbawahi kebutuhan transparansi dalam penggunaan anggaran, tetapi juga pentingnya efisiensi dalam memastikan bahwa dana publik benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Singgung Palestina Saat Pidato di Mesir, Prabowo Sebut Negara Lain Cuma Nyatakan Dukungan Tanpa Ciptakan Perubahan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyinggung soal kemerdekaan Palestina ketika berpidato saat mengikuti KTT di Mesir, begini kata Prabowo

Ganjar Pranowo Bingung dengan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Bakal Maafkan Koruptor: Kan Ada Proses Hukumnya

Ganjar Pranowo memberikan tanggapannya terkait pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut kemungkinan untuk memaafkan para koruptor

Soroti Nilai Tukar Rupiah Melemah di Era Pemerintahan Prabowo, Hilmi Firdausi Bandingkan dengan Era BJ Habibie

Hilmi Firdausi memberikan tanggapannya terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS baru-baru ini, Hilmi singgung era BJ Habibie

Mantan Menteri Kominfo Budi Arie Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Judi Online Pejabat Komdigi, Ini Kronologinya

Polisi selidiki keterlibatan pejabat Komdigi dalam judi online, Mantan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi ikut diperiksa.

Mantan Menkumham Yasonna Laoly Diperiksa KPK Terkait Fatwa PAW Harun Masiku, Ini Perannya

Kasus Harun Masiku mencuat, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dipanggil KPK jelaskan fatwa MA dan keputusan DPP PDIP.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;