Habiburokhman Anggap Mahfud MD Menghasut Saat Kritik Denda Damai Koruptor, Said Didu: Menghasutnya di Mana Ya?

Potret Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, yang baru-baru ini menanggapi pernyataan Mahfud MD
Potret Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, yang baru-baru ini menanggapi pernyataan Mahfud MD Source: (Foto/Instagram/@habiburokhmanjkttimur)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial Said Didu baru-baru ini memberikan tanggapan terhadap pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, yang menuding Mahfud MD sebagai penghasut.

Pernyataan Habiburokhman itu muncul sebagai respons atas kritik Mahfud terhadap rencana pengampunan bagi koruptor yang disebut oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Mahfud MD menyoroti usulan Menkum Supratman Andi Agtas tentang pengampunan koruptor melalui denda damai, yang dianggapnya sebagai bentuk pembenaran atas pernyataan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Habiburokhman menyebut bahwa rencana Prabowo bertujuan untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara tanpa melanggar hukum.

Baca Juga:
Soroti Perseteruan PDIP dan Jokowi Usai Hasto Jadi Tersangka KPK, Ferdinand Hutahaean: Korbannya Adalah Rakyat

Habiburokhman menyayangkan kritik Mahfud MD dan menyebut mantan Menko Polhukam itu sebagai orang yang gagal.

"Mahfud MD ini orang gagal. Dia menilai dia gagal, lima tahun sebagai Menkopolhukam memberi skor lima," ujar Habiburokhman pada Jumat, 27 Desember 2024.

Ia menegaskan bahwa Prabowo tidak mungkin menginstruksikan bawahannya untuk melanggar hukum dan meminta Mahfud MD tidak menyebarkan opini yang menyudutkan Prabowo.

"Jadi Pak Mahfud jangan menghasut, bahwa Pak Prabowo mengajarkan melanggar hukum," tambahnya.

Baca Juga:
Soal Denda Damai untuk Pelaku Korupsi, Rocky Gerung Sebut KPK Bisa Berubah Jadi Komisi Pemaafan Koruptor

Menanggapi pernyataan Habiburokhman, Said Didu membela Mahfud MD melalui akun Twitter resminya @msaid_didu.

Ia mempertanyakan tudingan Habiburokhman yang menyebut Mahfud MD sebagai penghasut hanya karena tidak setuju dengan ide pengampunan koruptor.

"Menghasutnya di mana ya? Tdk setuju ampuni koruptor dianggap menghasut?" tulis Said Didu dalam cuitannya pada Sabtu, 28 Desember 2024, sembari mengunggah berita terkait pernyataan Habiburokhman.

Cuitan Said Didu mendapat berbagai respons dari warganet yang turut menyampaikan pandangan mereka terhadap isu tersebut.

Baca Juga:
Hasto Singgung Bung Karno Usai Jadi Tersangka KPK, Teddy Gusnaidi: Jangan Samakan Perjuangan Anda dengan Soekarno

Salah satu pengguna Twitter, @eda***, menyebut bahwa pernyataan Habiburokhman mencerminkan ketergantungannya pada kekuasaan.

"Habibukrohman sdh kerasukan kekuasaan; mangkanya bicara seperti orang kesurupan jauh dari kepandaian otak," tulisnya.

Akun @poc*** juga menanggapi dengan nada kritis, mengatakan bahwa sebagai anak buah Prabowo, Habiburokhman wajar membela atasannya, meski pernyataan Prabowo dinilai bertentangan dengan hukum.

"Habiburokhman itu kan anak buah Pk Prabowo, (saya yakin pd saat tertentu dia sbg jongos Pk Prabowo jg), jadi wajar jongos membela tuan. Kata-kata Prabowo thdp koruptor yg suruh ngembalikan diam-diam itu jelas bertentangan dg hukum," tulisnya.

Isu ini pun terus menuai perdebatan di media sosial, mencerminkan pro dan kontra masyarakat terhadap usulan pengampunan bagi koruptor melalui denda damai. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Perseteruan PDIP dan Jokowi Usai Hasto Jadi Tersangka KPK, Ferdinand Hutahaean: Korbannya Adalah Rakyat

Ferdinand Hutahaean turut menyoroti perseteruan antara PDI Perjuangan dan Joko Widodo setelah Hasto Kristiyanto menjadi tersangka KPK

Soal Denda Damai untuk Pelaku Korupsi, Rocky Gerung Sebut KPK Bisa Berubah Jadi Komisi Pemaafan Koruptor

Rocky Gerung memberikan tanggapannya terkait isu pengampunan koruptor melalui denda damai yang baru-baru ini disampaikan Menkum Supratman

Hasto Singgung Bung Karno Usai Jadi Tersangka KPK, Teddy Gusnaidi: Jangan Samakan Perjuangan Anda dengan Soekarno

Teddy Gusnaidi menyoroti pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyinggung ajaran Bung Karno saat klarifikasi tersangka KPK

Denny Siregar Sebut Mentersangkakan Hasto Kristiyanto Bisa Jadi Bumerang Bagi Penguasa, Ini Alasannya

Denny Siregar menyebut bahwa mentersangkakan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto bisa berpotensi menjadi bumerang untuk penguasa

Islah Bahrawi Sarankan KPK Dibubarkan Saja, Anggap Gagal Atasi Korupsi dan Hanya Jadi Ruang Pertempuran Politik

Islah Bahrawi menyarankan supaya Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dibubarkan saja, karena menurutnya hanya digunakan sebagai politik

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;