Guntur Romli Sebut KPK Geledah Rumah Hasto Kristiyanto Adalah Pengalihan Isu OCCRP Soal Jokowi: Apalagi yang Dicari?

Potret politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli yang menanggapi soal KPK menggeledah rumah Hasto Kristiyanto
Potret politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli yang menanggapi soal KPK menggeledah rumah Hasto Kristiyanto Source: (Foto/Instagram/@gunromli)

Nasional, gemasulawesi - Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli menyebut KPK menggeledah rumah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto adalah sebuah upaya pengalihan isu OCCRP soal Jokowi.

Diketahui, setelah menetapkan Hasto sebagai tersangka, KPK melakukan penggeledahan di rumah Hasto.

Penggeledahan berlangsung selama hampir empat jam pada Selasa, 7 Januari 2025, di Bekasi, Jawa Barat.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan suap yang juga menyeret nama Harun Masiku.

Baca Juga:
Efisiensi Anggaran! Biaya Haji 2025 Turun Signifikan dari Tahun Lalu, Jemaah Dapat Keuntungan Besar, Ini Rinciannya

Namun, penggeledahan ini menuai berbagai tanggapan dari berbagai pihak, termasuk politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli.

Melalui akun X resminya, @GunRomli, Guntur Romli menilai tindakan KPK ini sebagai bentuk pengalihan isu dari laporan OCCRP yang menyebut Presiden Jokowi sebagai salah satu tokoh terkorup di dunia. 

Dalam cuitannya, Guntur mempertanyakan alasan di balik penggeledahan tersebut, mengingat KPK sebelumnya telah menyatakan memiliki bukti kuat sebelum menetapkan Hasto sebagai tersangka.

"Saat menetapkan tersangka Hasto, KPK mengaku sudah punya bukti, maka apalagi yg dicari dgn menggeledah rumah Hasto? Kecuali sbg pengalihan isu OCCRP soal Jokowi," tulis Guntur sembari mengunggah ulang berita tentang penggeledahan tersebut.

Baca Juga:
Geledah Rumah Hasto Kristiyanto Tersangka Kasus Suap Harun Masiku, KPK Temukan 2 Barang Bukti Penting Ini

Pandangan Guntur ini tidak sepenuhnya diterima oleh warganet.

Beberapa justru menyampaikan kritik terhadap pernyataan tersebut.

Salah satu balasan dari akun @ant*** menilai bahwa tugas penegak hukum tidak seharusnya dianggap sebagai upaya pengalihan isu.

"Penegak Hukum melakukan tugasnya dibilang pengalihan issu…semakin kesini kader PDIP semakin ngawur alias asbun," tulis akun tersebut.

Baca Juga:
Adi Prayitno Prediksi Bakal Ada 8 Capres dan Cawapres di Pilpres 2029 usai MK Hapus Syarat Ambang Batas

Sementara itu, balasan dari akun @alw*** menyebut bahwa pernyataan Guntur seolah ingin mengalihkan perhatian dari fakta penggeledahan.

"Yg pasti, pernyataan anda yg ingin mengalihkan fakta kejadian penggeledahan tsb," tulis akun tersebut.

Kasus ini tidak hanya menyoroti peran KPK dalam penegakan hukum, tetapi juga memperlihatkan bagaimana isu politik dan hukum kerap kali saling berkaitan.

Kritik terhadap KPK sebagai lembaga independen pun muncul dari berbagai sudut, baik dari para politisi maupun masyarakat umum.

Baca Juga:
Umar Hasibuan Soroti Chuck Putranto yang Dapat Jabatan Baru di Polda Meski Terlibat Kasus Ferdy Sambo: Ko Bisa

Di sisi lain, laporan OCCRP tentang Jokowi yang menjadi latar belakang kritik Guntur Romli juga terus menjadi perhatian publik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga semakin menambah kompleksitas situasi ini.

Isu-isu seperti ini menggambarkan bagaimana dinamika politik di Indonesia terus berkembang dengan berbagai persepsi yang saling bertolak belakang. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Efisiensi Anggaran! Biaya Haji 2025 Turun Signifikan dari Tahun Lalu, Jemaah Dapat Keuntungan Besar, Ini Rinciannya

Pemerintah berhasil menurunkan biaya haji 2025, memberikan kesempatan lebih banyak umat Islam melaksanakan ibadah.

Geledah Rumah Hasto Kristiyanto Tersangka Kasus Suap Harun Masiku, KPK Temukan 2 Barang Bukti Penting Ini

KPK gelar penggeledahan di rumah Hasto Kristiyanto terkait dugaan suap PAW DPR dan perintangan penyidikan.

Adi Prayitno Prediksi Bakal Ada 8 Capres dan Cawapres di Pilpres 2029 usai MK Hapus Syarat Ambang Batas

Adi Prayitno selaku pengamat politik menilai bakal ada potensi 8 pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2029 nanti, begini alasannya

Muannas Alaidid Minta Polisi Tangkap Pegiat Medsos Said Didu, Sebut Selalu Lakukan Fitnah di Mana-mana

Seorang pengacara, Muannas Alaidid melalui media sosialnya, meminta pihak kepolisian untuk menangkap pegiat media sosial, Said Didu

Umar Hasibuan Soroti Chuck Putranto yang Dapat Jabatan Baru di Polda Meski Terlibat Kasus Ferdy Sambo: Ko Bisa

Pegiat medsos, Umar Hasibuan mengomentari kabar eks anak buah Ferdy Sambo, Chuck Putranto yang baru-baru ini dapat jabatan baru di Polda

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;