Umar Hasibuan Soroti Chuck Putranto yang Dapat Jabatan Baru di Polda Meski Terlibat Kasus Ferdy Sambo: Ko Bisa

Potret Umar Hasibuan, yang baru-baru ini komentari kabar eks anak buah Ferdy Sambo yang dapat jabatan baru
Potret Umar Hasibuan, yang baru-baru ini komentari kabar eks anak buah Ferdy Sambo yang dapat jabatan baru Source: (Foto/Instagram/@umar_hasibuan_70)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial Umar Hasibuan menyoroti kabar yang tengah ramai diperbincangkan terkait Chuck Putranto, mantan anak buah Ferdy Sambo, yang mendapatkan jabatan baru di Polda Metro Jaya.

Setelah menjalani masa demosi selama setahun sejak 1 Agustus 2024, Chuck kini diangkat menjadi Kabagbinopsnal Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggantikan AKBP Indra S Tarigan.

Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/1/KEP/2025 yang diterbitkan pada 2 Januari 2025.

Chuck Putranto sebelumnya dikenal publik sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga:
Siti Fadilah Supari Minta Presiden Prabowo Tolak Pandemic Agreement, Sebut Berbahaya Bagi Kedaulatan Negara

Ia dinyatakan bersalah atas perannya dalam menghalangi penyidikan kasus tersebut, termasuk keterlibatannya dalam mengamankan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghukumnya dengan satu tahun penjara dan denda Rp10 juta subsider tiga bulan kurungan.

Tidak hanya didenda, eks anak buah Ferdy Sambo itu juga dijatuhi sanksi pemecatan tidak dengan hormat atau yang lebih dikenal dengan PTDH dari kepolisian.

Namun, kabar tentang pengangkatannya kembali ke posisi strategis di tubuh Polri menjadi sorotan, mengingat statusnya yang pernah menerima hukuman berat.

Baca Juga:
Rilis Daftar Alasan Jokowi Pantas Disebut Sebagai Koruptor, Politikus PSI Sebut YLBHI Sebar Omon-omon

Melalui cuitan di akun X resminya, Umar Hasibuan mengungkapkan keheranannya terhadap keputusan tersebut.

“Koq bisa sdh dipecat tiba2 naik pangkat,” tulisnya pada Minggu, 5 Januari 2025.

Umar juga menyampaikan kritik tajam kepada Presiden Prabowo, meminta agar segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap institusi Polri.

“Ayolah pak @prabowo benahi total polri dr pucuk sampai bawahnya,” lanjut Umar dalam cuitannya.

Baca Juga:
Soroti KPK yang Tunggu Laporan Terkait Dugaan Korupsi Jokowi, Said Didu: Cari Bukti Informasi, Bukan Meminta

Pernyataan tersebut memicu berbagai reaksi warganet yang mayoritas mendukung pandangan Umar.

Salah satu warganet, melalui akun @lya***, menyoroti kondisi kepolisian saat ini dengan menyebutkan, "Kepolisian ini sudah kanker stadium akhir, jika tidak dibenahi segera...bahaya."

Sementara itu, akun @jik*** menyuarakan usulan reformasi menyeluruh, “ya...reformasi total lah. dari kapolri ampe babinkamtibmas.”

Ada pula yang mengaitkan situasi ini dengan kelompok Ferdy Sambo, seperti yang disampaikan akun @ell***, “Genk Sambo masih berkuasa nich.”

Baca Juga:
Gugur Saat Selamatkan Wisatawan Tenggelam, Bripka Aditya Munartono Terima Kenaikan Pangkat Anumerta dari Kapolri

Isu ini kembali mengangkat diskusi publik mengenai reformasi di institusi kepolisian, terutama terkait kredibilitas dan transparansi dalam pengangkatan pejabatnya.

Kasus Chuck Putranto menjadi cerminan tantangan yang dihadapi Polri untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat.

Tekanan dari berbagai pihak agar ada langkah konkret dalam memperbaiki citra Polri semakin menguat, dan banyak yang menantikan langkah signifikan dari pemerintah dan kepemimpinan Polri untuk menjawab keresahan publik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Siti Fadilah Supari Minta Presiden Prabowo Tolak Pandemic Agreement, Sebut Berbahaya Bagi Kedaulatan Negara

Eks Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadilah Supari meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menolak pandemic agreement, begini alasannya

Rilis Daftar Alasan Jokowi Pantas Disebut Sebagai Koruptor, Politikus PSI Sebut YLBHI Sebar Omon-omon

Salah satu politikus Partai Solidaritas Indonesia menganggap YLBHI melakukan omon-omon saat beberkan alasan Jokowi layak disebut koruptor

Soroti KPK yang Tunggu Laporan Terkait Dugaan Korupsi Jokowi, Said Didu: Cari Bukti Informasi, Bukan Meminta

Said Didu menyoroti KPK yang menyebut pihaknya menunggu laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Jokowi

Gugur Saat Selamatkan Wisatawan Tenggelam, Bripka Aditya Munartono Terima Kenaikan Pangkat Anumerta dari Kapolri

Bripka Aditya meninggal saat menyelamatkan wisatawan tenggelam. Kapolri berikan kenaikan pangkat anumerta sebagai penghormatan.

Adi Prayitno Sebut Keputusan MK Hapus Ambang Batas Calon Presiden Akan Jadi Hal Percuma Jika Parpol Lakukan Hal Ini

Adi Prayitno menilai putusan MK menghapus ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden akan percuma jika partai politik lakukan ini

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;