Heboh Area Laut di Surabaya Punya Sertifikat HGB, Ketua MUI: Semua Terjadi Pada 10 Tahun Terakhir Ini

Tangkap layar video yang menampilkan Ketua MUI, KH Cholil Nafis, yang baru-baru ini soroti laut yang bersertifikat HGB
Tangkap layar video yang menampilkan Ketua MUI, KH Cholil Nafis, yang baru-baru ini soroti laut yang bersertifikat HGB Source: (Foto/Instagram/@cholilnafis)

Nasional, gemasulawesi - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, baru-baru ini memberikan tanggapan terkait adanya area laut di Surabaya, Jawa Timur, yang disebut memiliki sertifikat hak guna bangunan (HGB).

Kabar ini menimbulkan keprihatinan publik, menyusul isu serupa yang sebelumnya terjadi di Tangerang. 

Informasi tentang penerbitan HGB di perairan laut Surabaya tersebut terungkap dari cuitan akun media sosial X, @thanthowy, yang mengungkap data adanya area HGB seluas 656 hektare di kawasan perairan timur Eco Wisata Mangrove Gunung Anyar, Surabaya. Data tersebut merujuk pada situs resmi BHUMI ATR/BPN.

Melalui cuitan di akun X resminya, @cholilnafis, pada Selasa, 21 Januari 2025, KH Muhammad Cholil Nafis menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut.

Baca Juga:
Soroti Mendiktisaintek yang Didemo Pegawainya, Hilmi Firdausi: Kalau di Luar Negeri, Menterinya Langsung Mundur

Ia menyebut bahwa tindakan tersebut sangat keterlaluan, mengingat laut sejatinya tidak boleh dimiliki oleh pihak manapun dengan menggunakan sertifikat HGB.

"Ya Allah… ini ko terlalu banget ya Indonesia ini, lautnya aja dirampas, daratannya juga digusur. Rempang pun belum selesai urusannya," tulis Cholil Nafis sembari mengunggah ulang berita terkait penemuan area laut di Surabaya yang bersertifikat HGB.

Cuitannya menggambarkan keresahan atas eksploitasi sumber daya alam yang semakin masif dan cenderung mengabaikan kepentingan rakyat.

Menutup cuitannya, Cholil Nafis juga menyoroti bahwa permasalahan yang baru-baru ini jadi sorotan terjadi di periode 10 tahun terakhir.

Baca Juga:
Soroti Area Pagar Laut di Tangerang Punya HGB, Rocky Gerung: Pemerintahan Pak Jokowi Harus Diperiksa

"Semua yg terjadi pada 10 tahun terakhir ini," tambahnya.

Cuitan Cholil Nafis ini menuai berbagai tanggapan dari warganet yang turut mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap isu tersebut.

Salah satu akun, @dan***, mengkhawatirkan hilangnya kedaulatan rakyat atas tanah dan laut di Indonesia.

"Lama-lama hilang kedaulatan kita atas tanah dan laut di NKRI, diambil alih swasta/asing, rakyat makin terpinggirkan & tidak memiliki akses atas tanah & laut yg seharusnya menjadi milik rakyat NKRI seutuhnya," tulisnya.

Baca Juga:
Ferdinand Hutahaean Soal Stigma Presiden Prabowo di Bawah Kendali Jokowi: Tidak Baik, Kesan Ini Harus Dihapus

Hal senada juga disampaikan oleh akun @the***, yang menyebut bahwa negara terlihat seperti dikendalikan oleh kepentingan pemodal.

"Ugal-ugalan yai.. kayak ga punya pemimpin, negara dikendalikan sama pemodal," tulisnya.

Sementara itu, akun @ari*** mengecam pihak-pihak yang mengeluarkan izin HGB tersebut. "Kurang ajar memang yg ngeluarkan ijin.. Semoga semuanya terungkap," ungkapnya.

Isu penerbitan HGB di laut ini semakin mempertegas kegelisahan publik atas pengelolaan sumber daya alam yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat luas.

Berbagai tanggapan menunjukkan adanya tuntutan agar pemerintah lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola lahan serta laut, demi memastikan kedaulatan dan keadilan bagi rakyat Indonesia. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Mendiktisaintek yang Didemo Pegawainya, Hilmi Firdausi: Kalau di Luar Negeri, Menterinya Langsung Mundur

Hilmi Firdausi mengomentari aksi unjuk rasa para pegawai Kemendiktisaintek yang memprotes tindakan Menteri Kemendiktisaintek

Soroti Area Pagar Laut di Tangerang Punya HGB, Rocky Gerung: Pemerintahan Pak Jokowi Harus Diperiksa

Terkait adanya sertifikat HGB di area pagar laut Tangerang, Rocky Gerung menilai pemerintahan Jokowi perlu diperiksa

Ferdinand Hutahaean Soal Stigma Presiden Prabowo di Bawah Kendali Jokowi: Tidak Baik, Kesan Ini Harus Dihapus

Ferdinand Hutahaean menyoroti stigma negatif yang menempel di Presiden Prabowo karena terlalu sering bertemu dengan Joko Widodo

Pengamat Politik Hendri Satrio Sebut Jokowi Lebih Lincah daripada Presiden Prabowo, Begini Alasannya

Pengamat politik, Hendri Satrio menjelaskan bahwa Jokowi lebih lincah daripada Presiden Prabowo Subianto, begini alasannya

Bukan Zakat, Ferdinand Hutahaean Sebut Ada 4 Sumber yang Bisa Bantu Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Politisi Ferdinand Hutahaean berikan beberapa saran yang bisa membantu anggaran program makan bergizi gratis atau MBG

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;