Prabowo Pangkas Anggaran Otorita IKN, Eko Kuntadhi: Kota Baru yang Berisiko Kembali Dipenuhi Semak Belukar

Potret Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dalam proses pembangunan
Potret Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dalam proses pembangunan Source: (Foto/Instagram/@ikn_id)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi, menyoroti keputusan pemerintah yang memangkas anggaran Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Keputusan ini diambil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menutupi defisit program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap sebagai salah satu program unggulan pemerintah saat ini.

Dampak dari pemangkasan anggaran tersebut sangat terasa, khususnya pada belanja infrastruktur Badan Otorita IKN yang mengalami pengurangan signifikan.

Danis H. Sumadilaga selaku Plt Deputi Sarana dan Prasarana OIKN, membenarkan bahwa anggaran OIKN telah dipangkas sebesar Rp4,8 triliun.

Baca Juga:
Propam Polri Bikin Layanan Pengaduan via WhatsApp, Denny Siregar: Jangan Kayak Lapor Mas Wapres ya Pak

Jumlah ini setara dengan 75% dari total pagu awal yang sebelumnya mencapai Rp6,39 triliun.

Padahal, Presiden Prabowo sebelumnya menargetkan agar pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di IKN bisa rampung pada tahun 2028.

Namun, dengan adanya pemangkasan ini, usulan tambahan anggaran yang sebelumnya diajukan OIKN untuk mendukung pembangunan kawasan tersebut juga belum mendapatkan kejelasan.

Menanggapi situasi ini, Eko Kuntadhi memberikan pandangannya melalui cuitan di akun X resminya @ekokuntadhi1 pada Senin, 3 Februari 2025.

Baca Juga:
Pemerintah Bakal Hadirkan Akses Skrining Kesehatan Mental Gratis, Menkes Budi Gunadi: Ini Program Terbesar Kemenkes

Eko menyebut bahwa pemangkasan anggaran tersebut berisiko membuat IKN, yang baru saja muncul dari belantara hutan, kembali dipenuhi oleh semak belukar.

"Bandul politik mulai bergerak ke arah yang berlawanan dari perkiraan awal. IKN, kota baru yang timbul dari hutan belantara, beresiko kembali dipenuhi semak belukar," tulis Eko dalam cuitannya.

Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran bahwa pemangkasan anggaran dapat menghambat progres pembangunan IKN secara keseluruhan.

Cuitan Eko Kuntadhi ini memicu berbagai tanggapan dari warganet yang juga menyoroti dampak pemangkasan anggaran tersebut.

Baca Juga:
KPPMI Gagalkan Pengiriman Ilegal Calon Pekerja Migran Indonesia di Tanjung Pinang, Pria Asal Banten Jadi Tersangka

Beberapa dari mereka menyuarakan kekhawatiran bahwa pembangunan IKN berpotensi mengalami stagnasi atau bahkan mangkrak.

Salah satu komentar datang dari akun @roc*** yang menulis, "Mangkrak beneran neh," sebagai bentuk keprihatinan atas kelanjutan proyek ambisius tersebut.

Reaksi serupa juga muncul dari berbagai akun lainnya yang mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan IKN sesuai jadwal.

Pemangkasan anggaran ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan IKN.

Baca Juga:
Bahlil Lahadalia Tanggapi Seruan Agar Pejabat Negara Pakai Transportasi Umum: Jangan Ajari Saya Naik Angkutan Umum

Banyak pihak mempertanyakan bagaimana pemerintah akan menyeimbangkan prioritas antara program-program sosial seperti Makan Bergizi Gratis dan proyek infrastruktur besar seperti IKN.

Dengan situasi ini, masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana.

Kejelasan mengenai alokasi anggaran tambahan untuk mendukung pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di IKN juga menjadi hal yang dinantikan dalam waktu dekat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Propam Polri Bikin Layanan Pengaduan via WhatsApp, Denny Siregar: Jangan Kayak Lapor Mas Wapres ya Pak

Pegiat medsos, Denny Siregar menyinggung layanan Lapor Mas Wapres milik Gibran saat komentari layanan pengaduan milik Propam Polri

Pemerintah Bakal Hadirkan Akses Skrining Kesehatan Mental Gratis, Menkes Budi Gunadi: Ini Program Terbesar Kemenkes

Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, skrining kesehatan mental gratis yang akan diluncurkan bakal jadi program terbesar Kemenkes

KPPMI Gagalkan Pengiriman Ilegal Calon Pekerja Migran Indonesia di Tanjung Pinang, Pria Asal Banten Jadi Tersangka

Kementerian PPMI berhasil menggagalkan percobaan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal di Tanjung Pinang

Bahlil Lahadalia Tanggapi Seruan Agar Pejabat Negara Pakai Transportasi Umum: Jangan Ajari Saya Naik Angkutan Umum

Begini tanggapan dari Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia terkait seruan agar pejabat negara memakai transportasi umum sehari-hari

Pengamat Soroti Anggota DPR yang Dinilai Tidak Peduli dengan Kelangkaan Elpiji 3 KG: Kaga Ada yang Teriak

Pengamat politik, Adi Prayitno menyoroti para anggota DPR yang dinilainya seakan tidak menyoroti isu kelangkaan elpiji 3 kg

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;