Kemendikdasmen RI Berencana Terapkan Ijazah Elektronik di Tahun 2025, Sebut untuk Kurangi Risiko Pemalsuan

Ilustrasi ijazah kertas yang didapatkan oleh para siswa setelah lulus dari sekolah
Ilustrasi ijazah kertas yang didapatkan oleh para siswa setelah lulus dari sekolah Source: (Foto/Pexels/@George Pak)

Nasional, gemasulawesi - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI berencana menerapkan ijazah elektronik mulai tahun 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendigitalisasi dokumen administrasi pendidikan guna meningkatkan efisiensi serta keamanan dalam penerbitan ijazah bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Winner Jihad Akbar, selaku Direktur Sekolah Menengah Atas, menjelaskan bahwa penggunaan ijazah elektronik memiliki beberapa tujuan utama.

Salah satunya adalah mempercepat distribusi dokumen kelulusan agar dapat diterima oleh peserta didik dengan lebih efisien.

Baca Juga:
Jangan Salah! Program Cek Kesehatan Gratis Tidak Memberikan Layanan Pengobatan Bagi Pengguna, Begini Aturannya

Selain itu, sistem digital diharapkan mampu meningkatkan akurasi data dan mengurangi risiko pemalsuan ijazah yang selama ini menjadi salah satu permasalahan dalam sistem pendidikan.

"Melalui digitalisasi diharapkan proses distribusi dokumen kelulusan menjadi lebih cepat, akurat, serta mengurangi risiko pemalsuan," jelas Winner Jihad Akbar pada Senin, 10 Februari 2025.

Implementasi ijazah elektronik ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses administrasi akademik berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan demikian, peserta didik akan menerima ijazah yang sah dan valid tanpa kendala administrasi. 

Selain itu, penggunaan teknologi digital diharapkan dapat memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dalam proses penerbitan ijazah.

Winner menambahkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan efisiensi serta akurasi distribusi ijazah, mengingat selama ini masih terdapat kendala dalam proses pencetakan dan pendistribusiannya.

Dengan penerapan ijazah elektronik, proses tersebut diharapkan dapat lebih mudah dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Di sisi lain, Koordinator Data Pendidikan, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, L. Manik Mustikohendro, turut menyoroti rencana implementasi sistem ini. 

Menurutnya, salah satu aspek penting dalam penerapan ijazah elektronik adalah pembangunan data induk ijazah sebagai bagian dari data induk pendidikan nasional.

"Data induk ijazah merupakan subset dari data induk pendidikan, sehingga perlu strategi yang jelas dalam pengelolaannya," ungkap Manik.

Lebih lanjut, Manik menekankan bahwa mekanisme tata kelola data induk ijazah harus dibangun secara terstruktur dan terintegrasi.

Dengan adanya sistem yang tersusun dengan baik, Kemendikdasmen berharap tidak hanya dapat memastikan keabsahan ijazah, tetapi juga mempermudah akses dan verifikasi dokumen oleh lembaga pendidikan maupun dunia kerja.

Sistem ijazah elektronik ini juga diproyeksikan untuk mendukung program pemerintah dalam pengelolaan data pendidikan yang lebih modern dan transparan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Jangan Salah! Program Cek Kesehatan Gratis Tidak Memberikan Layanan Pengobatan Bagi Pengguna, Begini Aturannya

Layanan pengobatan tidak dilakukan pada program Cek Kesehatan Gratis atrau CKG, begini penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Jakarta

Pemerintah Jamin Bansos Tetap Tepat Sasaran Meski Ada Efisiensi Anggaran, Begini Strategi Baru Penyalurannya

Data Tunggal Nasional segera diterapkan! Pemerintah jamin bansos lebih tepat sasaran tanpa memengaruhi hak penerima.

Pengamat Sebut Pemerintah Wajib Kembalikan Hutan Jika Proyek IKN Mangkrak: Demi Bumi yang Harus Lestari

Pengamat politik, Hendri Satrio meminta pemerintah mengembalikan hutan jika proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) benar-benar mangkrak

Islah Bahrawi Kecewa Investasi Batal Masuk ke Indonesia Karena Ormas: Percuma Pemerintah Mudahkan Birokrasi

Pengamat medsos, Islah Bahrawi menyoroti kabar yang sebut investasi gagal masuk ke Indonesia karena adanya kelakuan buruk dari ormas

Adi Prayitno Soroti Separuh Dana Bansos Rp 500 Triliun Tidak Tepat Sasaran: Pengawasannya Gimana Selama ini?

Pengamat politik, Adi Prayitno menanggapi pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang sebut separuh dari dana bansos Rp500 T tidak tepat sasaran

Berita Terkini

wave

Cegah Banjir Susulan, Pemda Parigi Moutong Salurkan Ratusan Geobag ke Desa Moutong

Bupati Parigi Moutong salurkan bantuan geobag dan bronjong di Kecamatan Moutong guna memperkuat mitigasi darurat terhadap banjir susulan.

Pemda Parigi Moutong Gandeng UNU, Janjikan Asrama Mahasiswa di Gorontalo

Pemda Parigi Moutong gandeng UNU Gorontalo buat program beasiswa. Bupati Erwin Burase juga janjikan pembangunan asrama bagi mahasiswa.

Parigi Moutong-Gorontalo Perkuat Kerja Sama, Fokus Durian hingga Asrama Mahasiswa

Pemkab Parigi Moutong dan Pemprov Gorontalo perkuat kerja sama sektor pertanian, peternakan, hingga rencana pembangunan asrama mahasiswa.

Legislator PKS Parigi Moutong Guyur Bantuan Tunai dan Bibit Cokelat saat Reses

Legislator PKS Muhammad Basuki salurkan bantuan tunai lansia & 1.000 bibit cokelat saat reses di Parigi Moutong. Serap aspirasi warga Kampal

Warga Gio Terancam Banjir, Selpina Basrin Kawal Pembangunan Tanggul di DPRD

Anggota DPRD Parigi Moutong Selpina Basrin kawal pembangunan tanggul dan drainase di Desa Gio demi cegah banjir yang resahkan warga setempat


See All
; ;