Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus Menhan di Masa Efisiensi Anggaran, Kemenhan: Tidak Menyalahi Aturan

Potret momen pelantikan staf khusus Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin
Potret momen pelantikan staf khusus Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin Source: (Foto/Instagram/@kemhanri)

Nasional, gemasulawesi - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) baru-baru ini menegaskan bahwa mereka tidak menyalahi aturan dalam keputusan melantik staf khusus Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Keputusan ini sempat menuai sorotan publik, mengingat pelantikan tersebut dilakukan di tengah upaya efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah.

Pada Selasa, 11 Februari 2024, Sjafrie Sjamsoeddin mengangkat lima orang staf khusus dan satu orang asisten khusus, termasuk YouTuber Deddy Corbuzier.

Publik menyoroti keputusan ini karena dinilai bertolak belakang dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan oleh pemerintah.

Baca Juga:
Terapkan Efisiensi, KPK Pangkas Anggaran 2025 Senilai Rp 201 Miliar, Belanja Barang dan Modal Terdampak

Banyak yang mempertanyakan apakah pengangkatan staf khusus ini benar-benar diperlukan atau justru menjadi pemborosan anggaran di tengah upaya pemangkasan belanja negara.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa keputusan tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Menurutnya, Kemenhan tidak melanggar aturan apa pun dalam proses pelantikan staf khusus tersebut.

"Kemenhan sebenarnya tidak menyalahi aturan. Hanya memang momennya (pelantikan) dibandingkan dengan yang lain (Kementerian lain) agak belakangan," kata Brigjen TNI Frega Ferdinand di Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2025.

Baca Juga:
Anggaran Pendidikan Dipotong di Era Presiden Prabowo, Joko Anwar: Adakah Harapan yang Masih Tersisa?

Lebih lanjut, Frega menjelaskan bahwa lima staf khusus dan satu asisten khusus yang diangkat memiliki cakupan tugas yang tidak ditemukan dalam struktur organisasi kementerian.

Oleh karena itu, posisi tersebut dianggap penting dalam mendukung berbagai tugas strategis yang diemban oleh Kemenhan.

Selain itu, Frega juga mengungkapkan bahwa proses pengangkatan staf khusus dan asisten khusus ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) serta Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, prosedur ini harus dilalui karena pengangkatan staf khusus dan asisten khusus diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres), sehingga setiap langkah yang diambil telah melalui mekanisme yang sah.

Baca Juga:
Soroti Program MBG Hingga CKG, Politikus Demokrat Nilai Presiden Prabowo Sedang Berupaya Tepati Janjinya

Sementara itu, terkait anggapan bahwa pelantikan staf khusus ini bertentangan dengan kebijakan efisiensi anggaran, Frega menegaskan bahwa Kemenhan juga berkontribusi dalam upaya penghematan anggaran negara.

Menurutnya, Kemenhan telah melakukan efisiensi anggaran sebesar 16,24 persen dari total pagu anggaran yang mereka terima.

Diketahui bahwa pemerintah sendiri telah menginstruksikan pemangkasan anggaran secara luas melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Sejumlah kementerian dan lembaga dipaksa melakukan efisiensi untuk menyesuaikan anggaran dengan prioritas yang telah ditetapkan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Terapkan Efisiensi, KPK Pangkas Anggaran 2025 Senilai Rp 201 Miliar, Belanja Barang dan Modal Terdampak

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melakukan pemangkasan anggaran 2025 guna tindak lanjut Instruksi Presiden terkait efisiensi

Anggaran Pendidikan Dipotong di Era Presiden Prabowo, Joko Anwar: Adakah Harapan yang Masih Tersisa?

Sutradara Indonesia, Joko Anwar menyoroti pemotongan anggaran pendidikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Soroti Program MBG Hingga CKG, Politikus Demokrat Nilai Presiden Prabowo Sedang Berupaya Tepati Janjinya

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyebut Presiden RI, Prabowo Subianto sedang berusaha menepati janji kampanyenya

Fokuskan Pembangunan, Basuki Hadimuljono Sebut Semua Pegawai OIKN Bakal Berkantor di IKN pada Maret 2025

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono menyebut bahwa pegawai OIKN akan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Maret 2025

Gembong Narkoba Fredy Pratama Masih Beroperasi, Polri Gagalkan Penyelundupan 135 Kg Sabu di Aceh

Fredy Pratama masih mengendalikan sindikasi narkotika di Indonesia, dengan Polri menangkap 4 tersangka dan menyita barang bukti.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;