Mahfud MD Komentari Kebijakan Efisiensi Anggaran di Pemerintahan Presiden Prabowo: Silahkan Aja Diatur

Potret mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD yang baru-baru ini komentar efisiensi anggaran pemerintah
Potret mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD yang baru-baru ini komentar efisiensi anggaran pemerintah Source: (Foto/Instagram/@mohmahfudmd)

Nasional, gemasulawesi - Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), memberikan tanggapan mengenai kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meskipun kebijakan ini menuai beragam respons dari berbagai pihak, Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya tidak termasuk dalam kelompok yang mempersoalkan langkah tersebut.

Menurut Mahfud, efisiensi anggaran adalah kebijakan yang wajar dalam pemerintahan.

Setiap pemimpin tentu memiliki strategi tersendiri dalam mengelola keuangan negara, termasuk menyesuaikan alokasi anggaran agar lebih efektif.

Baca Juga:
Deddy Corbuzier Sebut Tak Akan Ambil Gaji Stafsus Menhan, Denny Siregar: Berani Gak Tidak Ambil Tunjangan?

Oleh karena itu, Mahfud menilai bahwa kebijakan tersebut tidak perlu dipermasalahkan sepanjang dikelola dengan baik dan transparan.

"Urusan efisiensi itu saya tidak menjadi bagian dari yang mempersoalkan itu," ungkap Mahfud di Semarang Sabtu 15 Februari 2025.

Meski tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut, Mahfud MD menekankan pentingnya pengelolaan yang baik dalam penerapannya.

Mahfud MD menyebut bahwa pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk mengatur ulang kebijakan anggaran yang dianggap perlu.

Baca Juga:
Prabowo Ingin Turunkan Harga Tiket Pesawat, Susi Pudjiastuti Bantu Bongkar Praktik Monopoli di Penerbangan Indonesia

"Silahkan aja diatur kembali," tambah Mahfud MD.

Mahfud MD sebelumnya juga telah menyatakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah perlu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.

Ia menilai bahwa meskipun langkah ini sudah tepat, transparansi tetap menjadi faktor utama agar kebijakan ini bisa diterima dengan baik oleh publik.

Dengan adanya penjelasan yang jelas dan akurat, masyarakat diharapkan dapat memahami tujuan dan dampak dari efisiensi anggaran yang diterapkan.

Baca Juga:
Nilai Presiden Prabowo dan Jokowi Makin Mesra, Adi Prayitno: Yang Ingin Keduanya Pisah Pada Patah Hati

Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah saat ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Inpres ini menjadi landasan hukum bagi pemerintah dalam melakukan penyesuaian anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan ini, Komisi II DPR RI telah menyetujui efisiensi atau perubahan pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya optimalisasi belanja negara agar lebih efisien dan tepat sasaran. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Deddy Corbuzier Sebut Tak Akan Ambil Gaji Stafsus Menhan, Denny Siregar: Berani Gak Tidak Ambil Tunjangan?

Pegiat medsos Denny Siregar mengomentari Deddy Corbuzier yang sebut tidak akan mengambil gaji sebagai staf khusus Menhan RI

Prabowo Ingin Turunkan Harga Tiket Pesawat, Susi Pudjiastuti Bantu Bongkar Praktik Monopoli di Penerbangan Indonesia

Tanggapan Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti terkait keinginan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk menurunkan harga tiket pesawat

Nilai Presiden Prabowo dan Jokowi Makin Mesra, Adi Prayitno: Yang Ingin Keduanya Pisah Pada Patah Hati

Pengamat Adi Prayitno menilai bahwa Presiden RI Prabowo Subianto makin akrab dengan mantan Presiden RI, Joko Widodo

Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Cari Kebaikan Jokowi, Said Didu: Sulit Cari Kebaikan dari Pembohong

Begini tanggapan dari pegiat medsos, Said Didu mengenai ajakan Presiden Prabowo untuk mencari kebaikan, bukan kejelekan Jokowi

Surya Paloh Soal Kebijakan Efisiensi Anggaran di Era Presiden Prabowo Subianto: Kita Berprasangka Baik

Begini tanggapan dari ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh mengenai kebijakan efisiensi anggaran di era pemerintahan Prabowo

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;