Ketua MUI Cholil Nafis Nilai Para Tersangka Kasus Korupsi Minyak di Pertamina Bikin Rakyat Jadi Sengsara

Potret Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly saat memberikan keterangan
Potret Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly saat memberikan keterangan Source: (Foto/Instagram/@cholilnafis)

Nasional, gemasulawesi - Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina terus menyita perhatian publik.

Dugaan praktik korupsi yang terjadi dalam rentang waktu 2018–2023 ini disebut-sebut merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.

Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka yang berasal dari pejabat tinggi Pertamina serta pihak swasta yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Di tengah ramainya pemberitaan mengenai kasus tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, turut memberikan tanggapannya.

Baca Juga:
2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Minyak di Pertamina Ditangkap, Begini Peran Keduanya Menurut Kejagung RI

Melalui akun X resminya @cholilnafis pada Rabu, 26 Februari 2025, ia menyuarakan kekecewaannya terhadap praktik korupsi yang dilakukan oleh para tersangka.

Ia menilai bahwa tindakan mereka telah menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia.

"Duuhhh… Gusti Allah ora sariii ya. Mereka gerombolan yg Sdh melakukan korupsi dan menipu lagi. Bukan hanya milyaran tapi sdh triliunan. Ini yg membuat rakyat sengsara," tulis Cholil Nafis dalam cuitannya.

Kasus ini memang menjadi perhatian banyak pihak, mengingat jumlah kerugian yang sangat besar.

Baca Juga:
Pengamat Sebut Pengurus Danantara Perlu Melakukan Retret, Dinilai Penting Agar Tumbuhkan Rasa Nasionalisme

Korupsi dalam sektor minyak dan energi tidak hanya berdampak pada keuangan negara, tetapi juga dapat mempengaruhi harga bahan bakar yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, reaksi keras dari berbagai kalangan terhadap kasus ini tidak bisa dihindari.

Dalam cuitan lainnya, Cholil Nafis menyoroti bahwa dana yang dikorupsi seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menilai bahwa dengan dana sebesar itu, Indonesia bisa memperkuat sektor pendidikan agar generasi mendatang menjadi lebih cerdas dan mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Baca Juga:
Dirut Pertamina Patra Niaga Hingga Putra Riza Chalid Terlibat Kasus Korupsi Minyak, Said Didu: Mereka Biadab

"Dana itu cukup utk menambah anggaran pendidikan agar anak2 cerdas dan menggapai Indonesia Emas. Kita bisa apa?" tulisnya sembari mengunggah ulang berita terkait korupsi di Pertamina.

Komentar Cholil Nafis ini pun mendapat respons dari banyak warganet. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan terhadap para pelaku korupsi yang telah menyalahgunakan uang negara.

Salah satu warganet dengan akun @dan*** mengungkapkan pendapatnya mengenai perlunya hukuman berat bagi para koruptor agar ada efek jera.

"inilah perlunya hukuman berat bgi para pelaku kejahatan thd kemanusiaan macam ini, menyengsarakan rakyat, inilah ciri2 negara gagal, tdk bisa melindungi rakyatnya dari keserakahan gerombolan maling duit rakyat," tulis akun tersebut dalam balasannya terhadap cuitan Cholil Nafis.

Gelombang kritik dari warganet terus bermunculan di media sosial. Banyak yang mendukung pernyataan Cholil Nafis dan mendesak pemerintah untuk menindak tegas para pelaku korupsi tanpa pandang bulu. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Minyak di Pertamina Ditangkap, Begini Peran Keduanya Menurut Kejagung RI

Kejaksaan Agung RI mengungkapkan bahwa ada dua tersangka baru di kasus korupsi minyak di Pertamina yang rugikan negara 193,7 T

Pengamat Sebut Pengurus Danantara Perlu Melakukan Retret, Dinilai Penting Agar Tumbuhkan Rasa Nasionalisme

Pengamat politik, Adi Prayitno menyebut para pengurus Danantara Indonesia perlu untuk melakukan retret atau pembekalan sebelum bertugas

Dirut Pertamina Patra Niaga Hingga Putra Riza Chalid Terlibat Kasus Korupsi Minyak, Said Didu: Mereka Biadab

Pegiat media sosial Said Didu menyoroti para tersangka yang terlibat kasus korupsi minyak di Pertamina yang rugikan negara 193 triliun

Bantah Larang Kepala Daerah Ikut Retret, Jubir PDIP Sebut Megawati Minta Kadernya untuk Bekerja Layani Rakyat

Juru Bicara PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menegaskan bahwa Megawati Soekarnoputri tidak pernah melarang kepala daerah PDIP ikut retret

Soroti Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Politikus Demokrat Berharap Pengadilan Bisa Buktikan Kerugian Rp 193 Triliun

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyoroti penanganan kasus korupsi minyak di Pertamina yang rugikan negara Rp 193,7 triliun

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;