Soroti Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Politikus Demokrat Berharap Pengadilan Bisa Buktikan Kerugian Rp 193 Triliun

Potret salah satu dari tujuh tersangka kasus dugaan korupsi minyak Pertamina
Potret salah satu dari tujuh tersangka kasus dugaan korupsi minyak Pertamina Source: (Foto/HO-ANTARA FOTO/Nadia Putri Rahmani)

Nasional, gemasulawesi - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, turut menyoroti kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dugaan korupsi tersebut diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun dalam periode 2018–2023.

Pengungkapan kasus ini mendapat beragam respons dari masyarakat, termasuk dari kalangan politisi. Besarnya nilai kerugian yang disebutkan Kejaksaan Agung menimbulkan kekhawatiran di berbagai pihak, salah satunya Andi Arief.

Ia menyoroti bahwa dalam beberapa kasus korupsi sebelumnya, angka kerugian negara yang ditetapkan Kejaksaan Agung sering kali tidak terbukti di pengadilan.

Baca Juga:
Soroti Mendes Yandri yang Terbukti Intervensi Pilkada Serang, Guntur Romli: Jokowi Juga Cawe-cawe Pilpres 2024

Hal ini, menurutnya, dapat menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi perhitungan yang dilakukan dalam tahap penyelidikan awal.

Dalam cuitan di akun X resminya, @Andiarief__, pada Rabu, 26 Februari 2025, Andi Arief mengungkapkan harapannya agar dugaan kerugian negara sebesar Rp193,7 triliun dalam kasus ini benar-benar dapat dibuktikan saat persidangan.

Ia menekankan bahwa sering kali perhitungan kerugian negara hanya berdasarkan asumsi dan keterangan ahli yang diajukan oleh kejaksaan, namun ketika kasus berlanjut ke persidangan, fakta yang terungkap bisa berbeda.

"Dalam kasus korupsi. Kejaksaan sering menetapkan kerugian negara berdasar asumsi dan keterangan ahli. Dugaan korupsi sangat besar, saat sidang pengadilan yang terbukti sebaliknya. Mudah2an kasus ini bisa dibuktikan," tulis Andi Arief, sembari mengunggah ulang berita terkait kasus korupsi minyak Pertamina yang baru-baru ini terjadi.

Baca Juga:
Said Didu Soroti Presiden Prabowo yang Mengaku Bertekad Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu: Kami Butuh Bukti

Komentar tersebut menambah diskusi publik mengenai kasus ini, terutama terkait transparansi dan akurasi dalam perhitungan dugaan kerugian negara dalam kasus korupsi besar.

Beberapa pihak menilai bahwa pengungkapan angka kerugian yang fantastis memang diperlukan untuk menunjukkan skala permasalahan, namun harus tetap disertai dengan bukti yang kuat agar tidak menimbulkan spekulasi atau ketidakpercayaan terhadap lembaga penegak hukum.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa apabila angka kerugian negara yang besar tidak dapat dibuktikan di pengadilan, maka hal itu dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melemahkan upaya pemberantasan korupsi.

Dengan perkembangan kasus ini yang masih terus berjalan, publik kini menunggu bagaimana proses hukum akan berlangsung dan apakah bukti-bukti yang dikumpulkan dapat membuktikan dugaan kerugian negara yang sangat besar tersebut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Mendes Yandri yang Terbukti Intervensi Pilkada Serang, Guntur Romli: Jokowi Juga Cawe-cawe Pilpres 2024

Politikus PDIP Guntur Romli menyinggung Jokowi ketika menyoroti kabar yang sebut Mendes Yandri Susanto cawe-cawe Pilkada Serang 2024

Said Didu Soroti Presiden Prabowo yang Mengaku Bertekad Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu: Kami Butuh Bukti

Pegiat media sosial, Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberantas korupsi tanpa pandang bulu

Mendes Yandri Terbukti Cawe-cawe Pilkada Serang 2024, Denny Siregar Singgung Hasil Retret Menteri Kabinet Prabowo

Pegiat medsos, Denny Siregar menyoroti kabar Mendes PDT Yandri Susanto yang terbukti cawe-cawe di Pilkada Serang 2024

Heboh Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina Rugikan Negara Rp 193 Triliun, Ketua PBNU: Tak Habis-habisnya Kita Ditipu

Ketua PBNU bidang IT, Savic Ali mengomentari kasus dugaan korupsi melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina

Pengamat Nilai Danantara Jadi Pertaruhan Besar untuk Nasib Indonesia, Antara Makin Makmur atau Makin Jatuh

Pengamat politik, Hendri Satrio menanggapi peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;