Dirut Pertamina Patra Niaga Hingga Putra Riza Chalid Terlibat Kasus Korupsi Minyak, Said Didu: Mereka Biadab

Potret Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, yang menjadi salah satu tersangka kasus dugaan korupsi minyak Pertamina
Potret Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, yang menjadi salah satu tersangka kasus dugaan korupsi minyak Pertamina Source: (Foto/HO-ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym)

Nasional, gemasulawesi - Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa kasus ini diduga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp193,7 triliun.

Jumlah yang sangat besar ini membuat kasus tersebut menjadi salah satu skandal korupsi terbesar yang pernah terungkap di Indonesia.

Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini, terdiri dari pejabat tinggi PT Pertamina dan pihak swasta.

Beberapa nama yang terseret dalam kasus ini di antaranya adalah Riva Siahaan (RS), yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, serta Sani Dinar Saifuddin (SDS), Direktur Optimasi Feedstock and Product PT Kilang Pertamina International.

Baca Juga:
Bantah Larang Kepala Daerah Ikut Retret, Jubir PDIP Sebut Megawati Minta Kadernya untuk Bekerja Layani Rakyat

Selain itu, Yoki Firnandi (YF), Direktur Utama PT Pertamina Shipping, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Tidak hanya itu, Agus Purwono (AP), yang memiliki peran sebagai Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina International, turut dijerat dalam kasus ini.

Dari pihak swasta, Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR), pemilik manfaat (benefit official) dari PT Navigator Khatulistiwa, ikut ditetapkan sebagai tersangka.

MKAR diketahui merupakan putra dari pengusaha minyak terkenal, Mohammad Riza Chalid.

Baca Juga:
Soroti Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Politikus Demokrat Berharap Pengadilan Bisa Buktikan Kerugian Rp 193 Triliun

Selain itu, dua nama lain yang ikut menjadi tersangka adalah Dimas Werhaspati (DW), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, serta Gading Ramadhan Joedo (GRJ), Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

Menanggapi besarnya skandal korupsi ini, pegiat media sosial Said Didu turut memberikan pandangannya melalui cuitan di akun X resminya, @msaid_didu, pada Selasa, 25 Februari 2025.

Ia menyoroti keterlibatan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.

"Mereka (tersangka) biadab," tulis singkat Said Didu dalam cuitannya, sembari mengunggah ulang berita terkait kasus ini.

Baca Juga:
Soroti Mendes Yandri yang Terbukti Intervensi Pilkada Serang, Guntur Romli: Jokowi Juga Cawe-cawe Pilpres 2024

Pernyataan Said Didu tersebut mencerminkan kemarahan publik terhadap kasus ini, terutama mengingat nilai kerugian negara yang sangat besar dan dampak yang ditimbulkan.

Banyak pihak yang menyebut bahwa skandal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan tata kelola dalam industri minyak dan gas nasional.

Korupsi di sektor strategis seperti ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Publik kini menunggu langkah-langkah lebih lanjut dari Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas kasus ini dan memastikan bahwa seluruh pelaku yang terlibat mendapatkan hukuman setimpal.

Proses hukum terhadap para tersangka diharapkan berjalan transparan dan akuntabel, mengingat besarnya perhatian masyarakat terhadap kasus ini.(*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Bantah Larang Kepala Daerah Ikut Retret, Jubir PDIP Sebut Megawati Minta Kadernya untuk Bekerja Layani Rakyat

Juru Bicara PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menegaskan bahwa Megawati Soekarnoputri tidak pernah melarang kepala daerah PDIP ikut retret

Soroti Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Politikus Demokrat Berharap Pengadilan Bisa Buktikan Kerugian Rp 193 Triliun

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyoroti penanganan kasus korupsi minyak di Pertamina yang rugikan negara Rp 193,7 triliun

Soroti Mendes Yandri yang Terbukti Intervensi Pilkada Serang, Guntur Romli: Jokowi Juga Cawe-cawe Pilpres 2024

Politikus PDIP Guntur Romli menyinggung Jokowi ketika menyoroti kabar yang sebut Mendes Yandri Susanto cawe-cawe Pilkada Serang 2024

Said Didu Soroti Presiden Prabowo yang Mengaku Bertekad Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu: Kami Butuh Bukti

Pegiat media sosial, Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberantas korupsi tanpa pandang bulu

Mendes Yandri Terbukti Cawe-cawe Pilkada Serang 2024, Denny Siregar Singgung Hasil Retret Menteri Kabinet Prabowo

Pegiat medsos, Denny Siregar menyoroti kabar Mendes PDT Yandri Susanto yang terbukti cawe-cawe di Pilkada Serang 2024

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;