TNI AL Gagalkan Pengiriman Pakaian Bekas Ilegal dari Malaysia, 167 Karung Ballpress Senilai Rp 1,3 Miliar Diamankan

Potret truk yang membawa tumpukan karung berisi pakaian bekas ilegal dari Malaysia
Potret truk yang membawa tumpukan karung berisi pakaian bekas ilegal dari Malaysia Source: (Foto/Instagram/@tni_angkatan_laut)

Nasional, gemasulawesi - TNI Angkatan Laut (AL) kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas penyelundupan barang ilegal dengan menggagalkan upaya penyelundupan pakaian bekas (ballpress) dari Malaysia ke Indonesia.

Upaya penyelundupan ini dilakukan melalui Pelabuhan Kumai, Kalimantan Barat, sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh personel TNI AL.

Keberhasilan operasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama I Made Wira Hady, pada Jumat, 7 Maret 2025.

Ia menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan oleh tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Kumai, Kalimantan Barat, setelah adanya informasi terkait aktivitas mencurigakan di Pelabuhan Panglima Utar, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Baca Juga:
Bahlil Lahadalia Beri Tanggapan Begini usai Disertasi S3 Miliknya di Universitas Indonesia Perlu Perbaikan

Informasi tersebut mengindikasikan bahwa sejumlah ballpress telah masuk melalui perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat dan kemudian dikirim ke Pontianak untuk disimpan sementara di beberapa gudang transit.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel TNI AL melakukan pemantauan di sekitar Pelabuhan Kumai.

Setelah beberapa waktu mengawasi situasi, petugas akhirnya mendeteksi adanya truk yang membawa muatan mencurigakan memasuki pelabuhan.

Truk tersebut diduga mengangkut ballpress yang hendak dikirim dari Pontianak ke Pulau Jawa.

Baca Juga:
Tinjau Ulang Penyusunan Anggaran Pemda, Mendagri Sebut Ada 10 Daerah yang Sanggup Gelar PSU Pakai APBD

Petugas segera mengambil tindakan dengan menghentikan kendaraan tersebut dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasilnya, ditemukan ratusan karung pakaian bekas ilegal yang telah dikemas dengan rapi untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.

Menurut I Made Wira, dalam truk yang diperiksa tersebut ditemukan ratusan karung ballpress dengan nilai ekonomi yang cukup besar.

Ia menegaskan bahwa temuan ini mengindikasikan masih maraknya praktik penyelundupan barang ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Baca Juga:
Islah Bahrawi Nilai Menhut Raja Juli Lakukan Nepotisme usai Tempatkan Kader PSI di OMO Indonesia FOLU Net Sink 2030

"Setelah diperiksa, ditemukan muatan 167 karung ballpress senilai Rp1,3 miliar yang diduga berasal dari Malaysia, dimana harga komoditi masing-masing per karung senilai Rp8 juta," jelas I Made Wira.

Dengan temuan tersebut, TNI AL langsung menyerahkan barang bukti berupa ratusan karung pakaian bekas serta sopir truk yang mengangkut barang tersebut kepada pihak Bea Cukai (BC) Pangkalan Bun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sopir truk tersebut juga turut diamankan guna menjalani pemeriksaan mendalam terkait keterlibatannya dalam kasus penyelundupan ini. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Bahlil Lahadalia Beri Tanggapan Begini usai Disertasi S3 Miliknya di Universitas Indonesia Perlu Perbaikan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan terkait keputusan Universitas Indonesia yang menyebut disertasi Bahlil perlu perbaikan

Tinjau Ulang Penyusunan Anggaran Pemda, Mendagri Sebut Ada 10 Daerah yang Sanggup Gelar PSU Pakai APBD

Mendagri RI Tito Karnavian mengabarkan bahwa ada 10 daerah yang mampu melakukan pemungutan suara ulang menggunakan APBD

Islah Bahrawi Nilai Menhut Raja Juli Lakukan Nepotisme usai Tempatkan Kader PSI di OMO Indonesia FOLU Net Sink 2030

Pegiat medsos, Islah Bahrawi menilai Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah melakukan nepotisme, begini komentar Islah

Dituding Sengaja Kebut Penanganan Kasus Hasto Kristiyanto, KPK Membantah: Indikator Terlalu Cepatnya itu Apa?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah tudingan yang menyebut pihaknya dengan sengaja mempercepat penanganan kasus Hasto Kristiyanto

Heboh Video Korban BUMN Mengaku Belum Dibayar Negara, Mahfud MD Beri Pesan ke Presiden: Tolong Kasihani Rakyat

Eks Menko Polhukam, Mahfud MD menyoroti adanya curhatan dari korban BUMN yang mengaku belum menerima pembayaran proyek

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;