KSAD Sebut Kenaikan Pangkat Seskab Teddy Wewenangnya, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Berarti Anda Bisa Lakukan Semaunya!

Potret Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang belakangan ini jadi sorotan karena dapat kenaikan pangkat
Potret Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang belakangan ini jadi sorotan karena dapat kenaikan pangkat Source: (Foto/Instagram/@sekretariat.kabinet)

Nasional, gemasulawesi - Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar menyoroti pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terkait kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Teddy mendapatkan promosi dari mayor ke letnan kolonel (letkol), yang kemudian menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Menurut KSAD, Teddy layak mendapatkan kenaikan pangkat karena kontribusinya dalam membantu tugas Presiden Prabowo Subianto.

Maruli menyebut bahwa prestasi yang telah diukir oleh Teddy, baik dalam militer maupun pemerintahan, seharusnya diapresiasi dengan promosi jabatan.

Baca Juga:
Viral Atlet Taekwondo Fidya Kamalindah Muncul usai 10 Tahun Hilang, Alasannya Meninggalkan Rumah Jadi Sorotan

Namun, di tengah keputusan tersebut, muncul opini publik yang mempertanyakan apakah kenaikan pangkat Teddy murni berdasarkan prestasi atau terdapat campur tangan pihak lain.

Menanggapi hal ini, Maruli menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan wewenang internal yang tidak perlu mendapat intervensi dari pihak luar.

"Jadi itu kewenangan kami (Panglima TNI dan KSAD) jangan diintervensi terus. Kami bekerja secara profesional," kata Maruli pada Rabu, 12 Maret 2025.

Menanggapi pernyataan tersebut, Zainal Arifin Mochtar tampak tidak sependapat.

Baca Juga:
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Jangan Hanya Memikirkan Cara Habiskan Anggaran: Kita Harus Mengubah Mindset

Dalam pandangannya, kewenangan yang dimiliki seseorang atau lembaga bukan berarti dapat digunakan secara sewenang-wenang.

Zainal menyampaikan kritiknya melalui unggahan di akun Instagram resminya @zainalarifinmochtar pada Kamis, 13 Maret 2025.

Dalam unggahan tersebut, ia menekankan bahwa kewenangan harus selalu mengacu pada aturan yang berlaku.

"Pak KASAD yang baik, mohon dipelajari baik-baik soal kewenangan. Kewenangan itu bukan berarti anda bisa lakukan semaunya. Kewenangan itu bukan batu dari langit. Ia diatur dalam peraturan. Bersumber dari sebuah aturan serta melaksanakannya juga menggunakan aturan. Makanya, ada batasannya. Ya batasannya yg ada dalam peraturan perundang-undangan. Batasannya juga ada namanya asas umum," tulis Zainal dalam unggahannya.

Baca Juga:
Sebut Pemerintah Sudah Punya Solusi untuk Pengangkatan CASN 2024, Wapres Gibran: Nanti Pak Presiden Berikan Update

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebijakan yang diambil oleh pejabat negara, termasuk dalam hal promosi jabatan di lingkungan militer, seharusnya tetap tunduk pada prinsip-prinsip hukum dan aturan yang berlaku.

Di tengah perdebatan ini, respons publik pun beragam. Sebagian pihak mendukung langkah KSAD dengan alasan bahwa Teddy memang memiliki rekam jejak yang pantas untuk mendapatkan promosi. 

Namun, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa kenaikan pangkat tersebut menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena keterkaitannya dengan jabatan politik di pemerintahan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Atlet Taekwondo Fidya Kamalindah Muncul usai 10 Tahun Hilang, Alasannya Meninggalkan Rumah Jadi Sorotan

Atleti taekwondo asal Bandung, Fidya Kamalindah muncul ke publik setelah orang tuanya melaporkan bahwa Fidya sudah hilang 10 tahun

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Jangan Hanya Memikirkan Cara Habiskan Anggaran: Kita Harus Mengubah Mindset

Mendagri RI Tito Karnavian ajak para kepala daerah merubah mindset agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD

Sebut Pemerintah Sudah Punya Solusi untuk Pengangkatan CASN 2024, Wapres Gibran: Nanti Pak Presiden Berikan Update

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebut pemerintah sudah punya solusi untuk polemik pengangkatan CASN 2024

Nilai Ada Regulasi Penghambat Investasi di Indonesia, Luhut Binsar dan Menko Airlangga Bentuk Tim Kajian Khusus

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Airlangga membuat tim kajian khusus untuk mengevaluasi regulasi yang hambat investasi

Soroti Ifan Seventeen yang Diangkat Jadi Dirut PT PFN, Denny Siregar: Emang Pernah Jadi Produser Apa ya?

Begini reaksi dari pegiat medsos Denny Siregar usai mengetahui kabar bahwa Ifan Seventeen diangkat jadi dirut PT PFN

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;