Peringatkan Pengusaha Nakal, Mentan Minta Penjualan Beras Tak Sesuai Kemasan Dihentikan Sebelum Pemerintah Turun Tangan

Potret Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan kepada awak media
Potret Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan kepada awak media Source: (Foto/HO-ANTARA/Harianto)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras kepada para pengusaha beras yang diduga melakukan praktik curang dengan mengubah kemasan beras medium menjadi premium.

Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi indikasi pengalihan label ini di beberapa wilayah dan meminta agar tindakan tersebut segera dihentikan demi melindungi konsumen dari praktik yang merugikan.

Menurut Mentan, tindakan pengusaha nakal yang mengubah label beras tanpa mengubah kualitas isi sebenarnya sangat merugikan masyarakat.

Sebab, konsumen membayar lebih mahal untuk kualitas yang seharusnya tidak berbeda dengan beras medium.

Baca Juga:
Politikus Gerindra Andre Rosiade Dihujat Warganet usai Komentari Hasil Laga Indonesia vs Bahrain, Begini Kronologinya

Hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan dalam perdagangan serta mengganggu stabilitas harga di pasar.

Mentan pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat praktik semacam ini terus berlanjut.

Ia meminta agar para pengusaha berhenti melakukan kecurangan tersebut sebelum pemerintah mengambil langkah tegas untuk menindak pelanggaran.

"Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium. Isinya medium, tapi tulisnya premium. Karena sebentar lagi kami cek seluruh Indonesia," ujar Mentan.

Baca Juga:
Rosan Roeslani Sebut Pengurus Danantara Tak Bakal Rangkap Jabatan, Guntur Romli: Rosan Sendiri Masih Rangkap Jabatan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan peringatan terlebih dahulu kepada para pelaku usaha yang terlibat.

Namun, jika peringatan ini tidak diindahkan, maka akan dilakukan pengecekan menyeluruh ke berbagai wilayah di Indonesia untuk memastikan bahwa tidak ada lagi manipulasi harga melalui pengubahan label.

"Saya katakan, sampaikan seperti minyak goreng kemarin, kita sampaikan dulu. Kalau tidak berubah, kami akan cek seluruh Indonesia," jelas Mentan Andi Amran pada Rabu, 26 Maret 2025.

Meskipun telah mengidentifikasi beberapa daerah yang diduga terlibat dalam praktik ini, Mentan memilih untuk tidak mengungkapkan nama wilayah maupun pengusaha yang terlibat.

Baca Juga:
Soroti Demo Mahasiswa Tolak UU TNI, Denny Siregar Sindir PDIP: Seharusnya Malu karena Tak Berpihak pada Rakyat

Namun, ia menegaskan bahwa jika praktik ini terus berlanjut, maka pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang terbukti melanggar aturan.

Isu manipulasi label pada produk kebutuhan pokok memang bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, praktik serupa juga ditemukan dalam distribusi minyak goreng.

Dengan adanya peringatan dari Mentan ini, diharapkan para pengusaha beras dapat lebih bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya dan tidak lagi melakukan praktik manipulasi yang merugikan konsumen. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Politikus Gerindra Andre Rosiade Dihujat Warganet usai Komentari Hasil Laga Indonesia vs Bahrain, Begini Kronologinya

Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade menjadi sasaran hujatan warganet di Instagram usai mengomentari hasil Timnas Indonesia vs Bahrain

Rosan Roeslani Sebut Pengurus Danantara Tak Bakal Rangkap Jabatan, Guntur Romli: Rosan Sendiri Masih Rangkap Jabatan

Pegiat medsos, Denny Siregar menyoroti pernyataan CEO Danantara, Rosan Roeslani mengenai larangan rangkap jabatan

Soroti Demo Mahasiswa Tolak UU TNI, Denny Siregar Sindir PDIP: Seharusnya Malu karena Tak Berpihak pada Rakyat

Pegiat medsos, Denny Siregar menilai bahwa PDI Perjuangan tidak berpihak kepada rakyat saat mahasiswa banyak yang demo

Dukung DPR Segera Bahas RUU Polri, Said Didu Nilai Polisi Selama ini Sudah Bekerja di Luar Kewenangan

Pegiat media sosial, Said Didu menegaskan memberi dukungan kepada DPR untuk segera membahas RUU Polri, begini alasannya

Diskon Listrik 50 Persen Januari-Februari 2025 Sasar Puluhan Juta Pelanggan, Menkeu Diminta Hadirkan Diskon Lagi

Menteri Keuangan Sri Mulyani diminta warganet untuk kembali hadirkan diskon tarif listrik 50 persen seperti pada bulan Januari-Februari

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;