Soroti Demo Mahasiswa Tolak UU TNI, Denny Siregar Sindir PDIP: Seharusnya Malu karena Tak Berpihak pada Rakyat

Potret pegiat media sosial, Denny Siregar yang baru-baru ini soroti sikap PDIP
Potret pegiat media sosial, Denny Siregar yang baru-baru ini soroti sikap PDIP Source: (Foto/Instagram/@dennysirregar)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial Denny Siregar kembali menyoroti sikap PDI Perjuangan (PDIP) dalam merespons kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kali ini, Denny mengkritik partai berlambang banteng tersebut terkait sikapnya terhadap Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), yang menuai protes dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, dan Malang.

Dalam unggahannya di akun Instagram resminya @dennysirregar pada Selasa, 25 Maret 2025, Denny menilai bahwa PDIP seharusnya merasa malu karena tidak mampu menjadi suara bagi rakyat.

Ia menyindir strategi politik PDIP yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga:
Dukung DPR Segera Bahas RUU Polri, Said Didu Nilai Polisi Selama ini Sudah Bekerja di Luar Kewenangan

"Melihat demo mahasiswa marathon di mana-mana, PDI Perjuangan seharusnya malu karena ternyata strategi mereka tidak berpihak pada keinginan rakyat," tulis Denny dalam unggahannya.

Denny sebelumnya juga telah menyoroti sikap PDIP terhadap RUU TNI, di mana ia menilai partai tersebut tidak menunjukkan keberatan terhadap rancangan regulasi tersebut, bahkan justru ikut mendorong pengesahannya.

Hal ini membuatnya berpendapat bahwa PDIP bersikap terlalu pragmatis dan gagal memainkan peran sebagai partai oposisi yang kritis terhadap pemerintahan.

Menurut Denny, dengan sikap seperti itu, PDIP justru terlihat tidak berbeda dari partai-partai lain yang hanya mengikuti arus tanpa menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

Baca Juga:
Diskon Listrik 50 Persen Januari-Februari 2025 Sasar Puluhan Juta Pelanggan, Menkeu Diminta Hadirkan Diskon Lagi

Ia pun menyebut bahwa partai tersebut telah kehilangan semangat perjuangannya yang selama ini diklaim sebagai identitasnya.

"Sejak awal sudah diingatkan banyak orang, jangan jadi pribadi yang pragmatis. Karena kalian (PDIP) menjadi terlihat sama saja, tidak ada bedanya seperti mereka yang duduk di singgasana. Banteng itu sudah kehilangan spirit perjuangannya," tulis Denny.

Pernyataan Denny tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari warganet.

Banyak di antara mereka yang mempertanyakan posisi PDIP dalam dinamika politik saat ini, terutama dalam menghadapi berbagai kebijakan yang dianggap kontroversial.

Baca Juga:
Soroti Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis, Hendri Satrio: Seharusnya yang Marah ya Negara

"KEMANA SUARA PDIP ? NYARIS TAK TERDENGAR," tulis balasan dari akun @azr***.

Perdebatan mengenai posisi PDIP dalam pemerintahan Prabowo terus berlanjut di media sosial. 

Sebagian pihak menilai bahwa partai tersebut belum menentukan sikapnya secara tegas, sementara yang lain menganggap PDIP mulai kehilangan arah perjuangannya sebagai partai yang kerap mengklaim diri sebagai representasi kepentingan rakyat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Dukung DPR Segera Bahas RUU Polri, Said Didu Nilai Polisi Selama ini Sudah Bekerja di Luar Kewenangan

Pegiat media sosial, Said Didu menegaskan memberi dukungan kepada DPR untuk segera membahas RUU Polri, begini alasannya

Diskon Listrik 50 Persen Januari-Februari 2025 Sasar Puluhan Juta Pelanggan, Menkeu Diminta Hadirkan Diskon Lagi

Menteri Keuangan Sri Mulyani diminta warganet untuk kembali hadirkan diskon tarif listrik 50 persen seperti pada bulan Januari-Februari

Soroti Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis, Hendri Satrio: Seharusnya yang Marah ya Negara

Pengamat politik Hendri Satrio menilai negara seharusnya yang tersinggung dan marah terhadap teror pengiriman kepala babi dan tikus

Serangan KKB di Yahukimo Tewaskan Seorang Guru, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pastikan Beri Bantuan Keluarga Korban

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menerangkan bahwa pihaknya akan berikan bantuan kepada keluarga guru korban serangan KKB di Yahukimo

Berpotensi Sama dengan Muhammadiyah, Kemenang Ungkap Tanggal Hari Raya Idul Fitri 2025 versi Pemerintah

Kemenag RI memprediksi bahwa jadwal Idul Fitri 2025 versis pemerintah akan sama seperti versi Muhammadiyah, begini penjelasannya

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;