Soroti Video Viral Menteri Pariwisata Tak Lancar Bicara Bahasa Inggris, Faizal Assegaf: Sampah Oligarki

Potret Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana ketika menghadiri suatu rapat
Potret Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana ketika menghadiri suatu rapat Source: (Foto/Instagram/@widi.wardhana)

Nasional, gemasulawesi - Kritikus politik Faizal Assegaf baru-baru ini menyoroti Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, yang dinilai kurang fasih berbahasa Inggris.

Sorotan ini muncul setelah sebuah video yang menampilkan momen Widiyanti Putri Wardhana berbicara dalam bahasa Inggris dalam suatu rapat beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi 18 detik tersebut, Widiyanti tampak kesulitan merangkai kata dan gagap saat berbicara.

Hal ini pun menjadi perhatian warganet yang menilai bahwa seorang pejabat publik seharusnya memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik, terutama dalam bahasa internasional seperti bahasa Inggris, mengingat posisinya sebagai Menteri Pariwisata yang sering berurusan dengan pihak asing.

Baca Juga:
Tanggapi Dugaan Anggota TNI AL Bunuh Jurnalis Wanita di Banjarbaru, KSAL Pastikan Hukuman Berat Menanti Pelaku

Tak hanya menjadi perbincangan di kalangan warganet, kritik terhadap Widiyanti juga datang dari Faizal Assegaf.

Melalui cuitan di akun X resminya @faizalassegaf pada Jumat, 28 Maret 2025, ia mengkritik keras kinerja Widiyanti dan menyebutnya sebagai bagian dari oligarki yang tidak pantas digaji oleh negara.

"Sampah oligargi ini tidak pantas gunakan faslitas negara & diupah oleh rakyat sebagai pejabat publik. Burung beo bahkan jauh lebih cerdas darinya," tulis Faizal dalam cuitannya, sembari mengunggah ulang video Menteri Pariwisata yang sedang rapat.

Lebih lanjut, Faizal juga menyoroti bagaimana posisi menteri seperti Widiyanti bisa didapatkan tanpa mempertimbangkan keterampilan dan kemampuan individu.

Baca Juga:
Soal Adanya Tugas Bidang Siber di UU TNI, Kemenhan Pastikan Tujuannya Bukan untuk Memata-matai Warga Sipil

Ia menilai bahwa negara saat ini telah menjadi tempat bagi orang-orang yang mendapatkan jabatan bukan karena kompetensi, melainkan karena kepentingan politik.

"Negara seolah menjadi bakul sampah bagi kawanan manusia hasil deal politik karbitan. Dan biadabnya, mereka tak punya malu!" lanjut cuitan Faizal.

Pendapat Faizal ini mendapat banyak respons dari warganet yang juga merasa bahwa seorang pejabat seharusnya memiliki keahlian yang mumpuni untuk menduduki jabatannya.

Beberapa pengguna X turut mengomentari unggahan Faizal, termasuk akun @ant*** yang menulis, "Pejabat produk kongkalikong. Masih lebih pintar Anak SD drpd menteri."

Baca Juga:
Dokter Tifa Sentil Presiden Prabowo yang Soroti Penerimaan Zakat 2025 Rp 41 Triliun: Ko Dihitung-hitung Sih?

Banyak warganet lain yang juga membahas bagaimana standar kompetensi seorang pejabat negara seharusnya lebih tinggi, terutama untuk posisi yang berhubungan langsung dengan sektor internasional seperti pariwisata.

Polemik ini terus bergulir di media sosial, memperlihatkan bagaimana masyarakat semakin kritis terhadap pemilihan pejabat publik dan berharap agar mereka yang dipilih benar-benar memiliki keahlian yang sesuai dengan jabatan yang diemban. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tanggapi Dugaan Anggota TNI AL Bunuh Jurnalis Wanita di Banjarbaru, KSAL Pastikan Hukuman Berat Menanti Pelaku

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa anggota TNI AL yang diduga bunuh jurnalis akan dihukum berat jika terbuksi salah

Soal Adanya Tugas Bidang Siber di UU TNI, Kemenhan Pastikan Tujuannya Bukan untuk Memata-matai Warga Sipil

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa tugas pertahanan siber TNI tidak ditujukan untuk memata-matai warga sipil

Dokter Tifa Sentil Presiden Prabowo yang Soroti Penerimaan Zakat 2025 Rp 41 Triliun: Ko Dihitung-hitung Sih?

Pegiat media sosial, Dokter Tifa menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto terkait hasil penerimaan zakat tahun ini

Kemlu RI Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan Pemindahan Warga Gaza ke Indonesia: Pemerintah Tak Pernah Membahas

Begini keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI mengenai adanya wacana pemindahan warga Gaza Palestina ke Indonesia

Wakil Ketua Komisi I DPR Nilai Munculnya Aksi Penolakan UU TNI Karena Belum Paham Substansi Undang-undang Tersebut

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengenai adanya penolakan dari sejumlah pihak terkait UU TNI yang baru disetujui DPR

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;