Nadiem Makarim Sebut Jamdatun Terlibat dalam Proses Pengadaan Laptop Chromebook, Kejagung RI Beri Respons Begini

Potret Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar ketika menyampaikan keterangan
Potret Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar ketika menyampaikan keterangan Source: (Foto/HO-ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Nasional, gemasulawesi - Kejaksaan Agung memberikan klarifikasi terkait keterlibatan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dalam proses pengadaan laptop Chromebook oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Klarifikasi ini diberikan setelah muncul pertanyaan mengenai peran Jamdatun dalam proyek pengadaan perangkat digital pendidikan yang kini tengah diselidiki atas dugaan korupsi.

Kejagung melalui tim penyidiknya sedang mendalami indikasi adanya persekongkolan jahat dalam proses pengadaan tersebut yang dilakukan antara tahun 2019 hingga 2022.

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menyatakan bahwa penyidik mencurigai adanya pengaturan dalam penyusunan kajian teknis yang menjadi dasar pengadaan bantuan perangkat pendidikan teknologi pada tahun 2020.

Baca Juga:
Bakal Diikuti Sekitar 50 Peserta, Kemendagri Umumkan Retret Kepala Daerah Gelombang ke-2 akan Digelar Akhir Juni 2025

Kajian teknis tersebut diduga diarahkan agar mendukung keputusan pembelian Chromebook, padahal berdasarkan evaluasi sebelumnya, perangkat tersebut dinilai tidak memenuhi kebutuhan yang ada.

Uji coba terhadap 1.000 unit Chromebook yang dilakukan oleh Pustekom Kemendikbudristek pada tahun 2019 menunjukkan bahwa perangkat tersebut tidak efektif.

Menanggapi proses penyidikan yang berjalan, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah mengundang berbagai lembaga pengawasan, termasuk Jamdatun Kejaksaan Agung, guna mendampingi proses pengadaan agar berjalan secara aman dan sesuai aturan.

"Kami dari awal proses mengundang Jamdatun, mengundang Kejaksaan, untuk mengawal dan mendampingi proses ini agar proses ini terjadi secara aman," ujar Nadiem pada hari Selasa, 10 Juni 2025.

Baca Juga:
Nadiem Makarim Siap Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbud, Sebut Tak Mentoleransi Praktik Korupsi

Tak hanya Kejaksaan, Nadiem menambahkan bahwa lembaganya juga melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Tujuannya adalah untuk menjaga transparansi dan memastikan bahwa pengadaan dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan prinsip persaingan sehat.

Menanggapi pernyataan Nadiem, pihak Kejaksaan Agung kembali menegaskan posisi Jamdatun dalam proses tersebut.

Menurut Harli Siregar, Jamdatun hanya memberikan pendampingan normatif secara hukum dan tidak ikut dalam pelaksanaan teknis pengadaan. Pendampingan tersebut berupa rekomendasi agar proses pengadaan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:
Resmi! Presiden Prabowo Cabut Izin 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat, Pemerintah Komitmen Lindungi Lingkungan

"Sesungguhnya di dalam rekomendasi yang diberikan oleh jajaran jaksa pengacara negara adalah supaya pengadaan Chromebook ini dilaksanakan sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan," jelas Harli.

Ia juga menambahkan bahwa jajaran Jamdatun memberikan saran agar program pengadaan dilaksanakan dengan membandingkan berbagai produk terlebih dahulu untuk menjamin efisiensi dan efektivitas.

Namun, pelaksanaan teknis di lapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kemendikbudristek sebagai pihak penyelenggara proyek tersebut. Kejagung menegaskan bahwa hasil akhir dari pengadaan tidak berada dalam ranah tanggung jawab Jamdatun, melainkan sepenuhnya berada di tangan kementerian yang melaksanakan program. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Bakal Diikuti Sekitar 50 Peserta, Kemendagri Umumkan Retret Kepala Daerah Gelombang ke-2 akan Digelar Akhir Juni 2025

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengabarkan bahwa retret gelombang kedua untuk kepala daerah terpilih akan diikuti sekira 50 peserta

Nadiem Makarim Siap Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbud, Sebut Tak Mentoleransi Praktik Korupsi

Nadiem Makarim siap klarifikasi menanggapi kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek

Resmi! Presiden Prabowo Cabut Izin 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat, Pemerintah Komitmen Lindungi Lingkungan

Presiden Prabowo Subianto mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Raja Ampat

Tidak Hanya PT Gag Nikel, Komisi VII DPR Desak Menteri ESDM Evaluasi Seluruh Tambang Nikel di Raja Ampat

Komisi VII DPR RI mendorong Menteri ESDM untuk evaluasi secara menyeluruh terhadap izin konsesi pertambangan yang di wilayah Raja Ampat

Belanda Siapkan Investasi Rp4,89 Triliun untuk Indonesia, Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Tenaga Kerja Migran

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie sebut Belanda menyiapkan investasi sebesar 300 juta dolar AS untuk Indonesia

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;