Nilai Anggaran Pertahanan Indonesia Masih Kurang, Lemhannas: Tidak Masuk dalam Peringkat 15 Terbesar Dunia

Ket. Foto potret Tenaga Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lemhannas Edy Prasetyono ketika memberikan keterangan
Ket. Foto potret Tenaga Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lemhannas Edy Prasetyono ketika memberikan keterangan Source: (Foto/HO-ANTARA/Agatha Olivia Victoria)

Nasional, gemasulawesi - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyampaikan pandangannya terkait alokasi anggaran pertahanan Indonesia yang dinilai masih belum optimal jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya di dunia.

Hal ini diungkapkan oleh Edy Prasetyono, Tenaga Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lemhannas, pada Rabu, 25 Juni 2025 saat berbicara dalam sebuah diskusi tentang Arah Kebijakan Pertahanan Negara di Jakarta.

Dalam pemaparannya, Edy menyoroti bahwa hingga saat ini anggaran pertahanan Indonesia tidak masuk ke dalam jajaran 15 besar dunia. Menurutnya, kondisi ini menjadi ironi mengingat Indonesia merupakan salah satu negara besar, baik dari segi geografis, populasi, maupun pengaruh geopolitik di kawasan.

“Indonesia tidak masuk dalam peringkat 15 anggaran pertahanan terbesar dunia,” ujar Edy.

Baca Juga:
Bahlil Lahadalia Sebut Pihaknya Libatkan TNI Hingga Polri dalam Ditjen Gakkum Kementerian EDSM, Begini Alasannya

Sebagai pembanding, Edy menyebut Amerika Serikat sebagai negara dengan anggaran pertahanan tertinggi di dunia, yakni mencapai 968 miliar dolar AS atau setara dengan Rp15.778 triliun berdasarkan kurs Rp16.300 per dolar AS.

Negara-negara lain yang juga mengalokasikan dana besar untuk pertahanan adalah China dengan 476,7 miliar dolar AS (Rp7.770 triliun) dan Rusia sebesar 461,6 miliar dolar AS (Rp7.524 triliun).

Jerman dan Inggris masing-masing mencatatkan anggaran sebesar Rp1.401 triliun dan Rp1.321 triliun, disusul India, Arab Saudi, Prancis, dan Jepang dengan angka yang tidak jauh berbeda.

Sementara itu, alokasi anggaran pertahanan Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp165,16 triliun.

Baca Juga:
Prabowo Ingin Orang Tak Mampu Dapat Layanan Kesehatan Terbaik, Susi Pudjiastuti: Pastikan yang Berwenang Melaksanakan

Rincian penggunaan dana ini meliputi Kementerian Pertahanan sebesar Rp53,95 triliun, Markas Besar TNI Rp11,16 triliun, TNI AD senilai Rp57 triliun, TNI AL senilai Rp24,75 triliun, dan TNI AU Rp18,28 triliun.

Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan negara-negara yang telah disebutkan sebelumnya, baik dari segi nominal maupun proporsinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sejalan dengan sorotan tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan jajarannya sebelumnya telah menyampaikan proyeksi peningkatan anggaran pertahanan nasional secara bertahap.

Dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan yang digelar di Jakarta pada Kamis, 16 Januari 2025, disebutkan bahwa targetnya adalah menaikkan belanja pertahanan dari semula 0,8 persen menjadi 1,5 persen dari PDB.

Baca Juga:
Menko PM Muhaimin Iskandar Bentuk Tim Khusus untuk Lakukan Razia ke Pesantren Ilegal, Begini Alasannya

Langkah ini dipandang penting sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan kekuatan pertahanan negara dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

Dengan realitas global yang terus berubah dan meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, perhatian terhadap kekuatan pertahanan menjadi sangat relevan. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Bahlil Lahadalia Sebut Pihaknya Libatkan TNI Hingga Polri dalam Ditjen Gakkum Kementerian EDSM, Begini Alasannya

Menteri ESDM Bahlil melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam struktur Ditjen Gakkum ESDM

Prabowo Ingin Orang Tak Mampu Dapat Layanan Kesehatan Terbaik, Susi Pudjiastuti: Pastikan yang Berwenang Melaksanakan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti tanggapi pernyataan Prabowo mengenai penyerataan lyanan kesehatan

Program MBG Dikritik Usai Muncul Menu Bahan Mentah dan Snack, BGN Tegaskan Itu Bukan Kebijakan Resmi

BGN membantah bahwa ada kebijakan penyaluran bahan mentah sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG

Menko PM Muhaimin Iskandar Bentuk Tim Khusus untuk Lakukan Razia ke Pesantren Ilegal, Begini Alasannya

Menko PM membentuk tim khusus (timsus) yang bertugas melakukan razia terhadap pesantren yang menyimpang atau ilegal

Peringkat Kampus Indonesia Naik 46 Persen di QS WUR, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Beri Taggapan Begini

Respons Mendiktisaintek usai peringkat perguruan tinggi dunia dalam QS World University Ranking (QS WUR) alami peningkatan 46 persen

Berita Terkini

wave

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret


See All
; ;