Kementerian Imipas Pindahkan 921 Napi yang Berisiko Tinggi ke Nusakambangan, Ternyata Begini Alasannya

Ket. Foto ilustrasi suasana ruang tahanan di lapas Nusakambangan
Ket. Foto ilustrasi suasana ruang tahanan di lapas Nusakambangan Source: (Foto/Pexels/RDNE Stock project)

Nasional, gemasulawesi - Sebanyak 921 narapidana dari berbagai wilayah di Indonesia dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan yang berada di Pulau Nusakambangan.

Kebijakan ini diambil oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) sebagai bagian dari upaya pengelolaan narapidana dengan risiko tinggi serta untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas di berbagai lembaga pemasyarakatan di tanah air.

Pemindahan tersebut dilakukan secara bertahap dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas, Inspektur Jenderal Polisi Mashudi, memberikan penjelasan terkait langkah pemindahan tersebut pada Kamis, 3 Juli 2025.

Baca Juga:
Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Pemanfaatan AI Inklusif agar Teknologi Dirasakan Merata hingga Wilayah Terpencil

Dalam keterangannya, Mashudi menyebut bahwa narapidana yang dipindahkan berasal dari sejumlah daerah yang tersebar di Indonesia, di antaranya Medan, Pekanbaru, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.

“Semuanya sudah kami dorong ke sini (Nusakambangan),” jelas Inspektur Jenderal Polisi Mashudi saat menghadiri konferensi pers di Nusakambangan, Jawa Tengah (Jateng).

Pemindahan ini bukan hanya menjadi langkah administratif semata, tetapi juga bagian dari strategi untuk menata sistem pemasyarakatan agar lebih tertib dan efektif. Lapas di Nusakambangan memang dikenal memiliki fasilitas dengan tingkat keamanan tinggi yang dirancang untuk menangani narapidana dengan risiko khusus.

Dengan menempatkan napi-napi tersebut di Nusakambangan, pemerintah berharap dapat meminimalisasi potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul di lapas-lapas dengan tingkat pengawasan rendah hingga menengah.

Baca Juga:
Soroti Putusan MK yang Pisahkan Pemilu Nasional dan Lokal, Komnas HAM Berikan Dukungan, Begini Alasannya

Selain itu, Mashudi juga menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk mengurangi kepadatan penghuni lembaga pemasyarakatan yang selama ini menjadi salah satu masalah utama di sistem pemasyarakatan Indonesia.

Sebagian besar lapas di berbagai provinsi mengalami overkapasitas yang cukup parah, sehingga pemindahan napi ke lokasi yang lebih memadai menjadi solusi jangka pendek yang penting.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Imipas dalam memperkuat sistem pemasyarakatan berbasis keamanan dan pembinaan yang lebih baik.

Dalam jangka panjang, pemindahan napi berisiko tinggi ke Nusakambangan diharapkan tidak hanya mengurangi beban lembaga pemasyarakatan lainnya, tetapi juga memberikan ruang bagi perbaikan tata kelola dan peningkatan layanan di lapas-lapas daerah. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Pemanfaatan AI Inklusif agar Teknologi Dirasakan Merata hingga Wilayah Terpencil

Menkomdigi Meutya Hafid menekankan agar teknologi AI yang dikembangkan di Indonesia memberikan manfaat masyarakat luas

Soroti Putusan MK yang Pisahkan Pemilu Nasional dan Lokal, Komnas HAM Berikan Dukungan, Begini Alasannya

Komnas HAM menyampaikan dukungannya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional dan lokal

Soroti MA yang Memangkas Hukuman Terpidana Kasus Korupsi Setya Novanto, KPK Berikan Tanggapan Begini

KPK memberikan tanggapannya terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang memangkas hukuman pidana terhadap Setya Novanto

Didesak Publik untuk Panggil Bobby Nasution Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Sumut, KPK Beri Respons Begini

KPK memberikan tanggapan resmi atas desakan publik untuk segera memanggil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution

Sinergi Kemensos dan Komdigi Perkuat Sekolah Rakyat lewat Akses Internet Cepat dan Pendidikan Berbasis Karakter

Kemensos dan Komdigi dukung Sekolah Rakyat dengan internet cepat, pendidikan gratis, dan pemberdayaan keluarga miskin secara menyeluruh.

Berita Terkini

wave

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan


See All
; ;