Didesak Publik untuk Panggil Bobby Nasution Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Sumut, KPK Beri Respons Begini

Ket. Foto potret Gubernur Sumut, Bobby Nasution ketika memberikan penjelasan
Ket. Foto potret Gubernur Sumut, Bobby Nasution ketika memberikan penjelasan Source: (Foto/Instagram/@bobbynst)

Nasional, gemasulawesi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan resmi atas desakan publik untuk segera memanggil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan.

Desakan tersebut muncul usai KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar pihak-pihak terkait di Dinas PUPR Sumut dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Operasi tangkap tangan dilakukan oleh KPK pada hari Kamis, 26 Juni 2025. Dalam OTT itu, beberapa pejabat dan pihak terkait proyek pembangunan jalan diduga terlibat dalam praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.

Usai penangkapan tersebut, sorotan masyarakat dan para pegiat antikorupsi mengarah kepada Gubernur Sumatera Utara, mengingat proyek tersebut berada dalam ruang lingkup tanggung jawab pemerintah daerah yang dipimpinnya.

Baca Juga:
Sinergi Kemensos dan Komdigi Perkuat Sekolah Rakyat lewat Akses Internet Cepat dan Pendidikan Berbasis Karakter

Menanggapi permintaan agar KPK segera memanggil Bobby Nasution, lembaga antirasuah menyatakan masih dalam tahap pendalaman atas informasi dan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan dari hasil OTT serta penyelidikan lanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Budi Prasetyo selaku Juru Bicara KPK pada hari Rabu, 2 Juli 2025.

“Tim (KPK) masih lakukan pendalaman,” jelas Budi.

Ia juga menambahkan bahwa KPK tidak menutup kemungkinan akan memeriksa siapa pun yang diduga memiliki informasi atau keterlibatan dalam kasus tersebut. Menurut Budi, pemanggilan saksi akan dilakukan berdasarkan kebutuhan proses penyidikan serta konstruksi perkara yang sedang dibangun oleh tim penyidik.

Baca Juga:
Pemerintah Tertibkan Sumur Minyak Rakyat Lewat Skema Resmi, Dorong Produksi Nasional dan Tekan Kilang Ilegal

Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh langkah hukum yang diambil oleh KPK selalu berdasarkan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada penyidik KPK jika memang dibutuhkan. Pernyataan ini ia sampaikan saat ditemui awak media di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada hari Senin, 30 Juni 2025.

Bobby menegaskan bahwa dirinya terbuka dan siap dipanggil KPK apabila diperlukan sebagai saksi dalam pengusutan kasus korupsi tersebut.

Langkah KPK yang menekankan proses pendalaman data dan keterangan ini merupakan bagian dari prosedur standar investigasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap keputusan hukum diambil berdasarkan bukti valid.

Baca Juga:
Kesiapan Sekolah Rakyat Ditinjau Langsung Seskab dan Tiga Menteri di Sentra Handayani

Di sisi lain, keterbukaan Bobby Nasution untuk dipanggil sebagai saksi memperlihatkan sikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat proyek pembangunan jalan merupakan salah satu sektor vital yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Sinergi Kemensos dan Komdigi Perkuat Sekolah Rakyat lewat Akses Internet Cepat dan Pendidikan Berbasis Karakter

Kemensos dan Komdigi dukung Sekolah Rakyat dengan internet cepat, pendidikan gratis, dan pemberdayaan keluarga miskin secara menyeluruh.

Sekolah Rakyat Dimulai Juli 2025: Solusi Pendidikan untuk Anak dari Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat siap diluncurkan Juli 2025, menyasar siswa miskin dengan sistem berasrama, kurikulum lengkap, dan perlindungan ketat.

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Industri Baterai Terintegrasi di Karawang, Gandeng Mitra Tiongkok

Presiden Prabowo resmikan proyek industri baterai terintegrasi senilai 5,9 miliar dolar AS, target serap 35.000 pekerja.

Pemerintah Tertibkan Sumur Minyak Rakyat Lewat Skema Resmi, Dorong Produksi Nasional dan Tekan Kilang Ilegal

Pemerintah atur ulang sumur minyak rakyat lewat Permen ESDM 14/2025 untuk tingkatkan produksi dan cegah dampak lingkungan.

Pemda Dukung Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Intervensi Sosial

Gus Ipul temui empat bupati, bahas dukungan Pemda terhadap Sekolah Rakyat dan pentingnya akurasi data sosial nasional.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;