Nasional, gemasulawesi - Menjelang peluncuran yang dijadwalkan pertengahan Juli, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya melakukan kunjungan untuk memantau kesiapan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Handayani, Jakarta.
Bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri PUPR Dody Hanggodo, dan Wamen Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Kabinet Teddy melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas, mulai dari asrama hingga ruang-ruang kelas.
Sekretaris Kabinet Teddy bahkan mencoba langsung tempat tidur dan kursi belajar yang akan digunakan siswa, guna memastikan kenyamanan serta kelayakan fasilitas yang tersedia.
Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para calon siswa dan orangtua, sekaligus mengajak mereka melihat langsung sarana dan prasarana yang ada di Sekolah Rakyat.
"Melalui Pak Teddy, kami berharap Bapak Presiden Prabowo berkenan menyesuaikan waktunya untuk meresmikan langsung Sekolah Rakyat ini," ujar Gus Ipul.
Di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy, para orangtua, dan calon siswa, Gus Ipul menegaskan bahwa persiapan Sekolah Rakyat yang kini hampir rampung bukanlah hasil kerja Kementerian Sosial semata.
Ia menekankan bahwa sejak awal, program ini dibangun melalui kerja sama lintas kementerian yang saling mendukung dan berkolaborasi.
Gus Ipul secara khusus menyampaikan apresiasi atas respon cepat dari Kementerian Pekerjaan Umum, yang mengerahkan lebih dari 100 orang pekerja dan melaksanakan pekerjaan tanpa henti selama 24 jam demi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani.
Upaya serupa juga dilakukan di berbagai lokasi Sekolah Rakyat lainnya, yang menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mewujudkan program ini tepat waktu.
"Lebih dari seratus pekerja dikerahkan dan mereka bekerja tanpa henti selama 24 jam. Ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tapi juga memberi peluang kerja, karena dilakukan di banyak lokasi, bahkan lebih dari seratus titik," jelasnya.
Program Sekolah Rakyat dijadwalkan akan dimulai pada 14 Juli 2025 dengan tahap matrikulasi sebagai langkah awal.
Gus Ipul menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo dapat hadir secara langsung dalam peresmian peluncuran program tersebut.
Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Handayani dipersiapkan khusus untuk jenjang pendidikan setara SMP.
Terdapat tiga rombongan belajar dengan total 75 siswa, terdiri dari 35 siswa laki-laki dan 40 siswi perempuan, yang seluruhnya berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sentra Handayani dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare dan telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari siswa.
Fasilitas tersebut mencakup asrama untuk putra dan putri, gedung sekolah, kantor dan rumah bagi para guru, ruang makan, toilet ramah disabilitas, serta lapangan basket.
Baca Juga:
Fronx, Kendaraan Terbaru PT Suzuki Indomobil Sales dengan Beberapa Varian
Saat ini, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai 88,8 persen, sementara pekerjaan keseluruhan yang sudah diselesaikan berada di angka 92,6 persen.
Seluruh pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sembilan hari ke depan agar siap digunakan sesuai jadwal.
Di sisi lain, Menteri PUPR Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pembangunan 100 sekolah pada tahap awal ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp1 triliun.
"Kalau ditotal, anggarannya sekitar Rp1 triliun lebih untuk 100 sekolah di tahap awal, tepatnya sekitar Rp1,1 triliun," jelasnya.
Baca Juga:
Rumah Sakit yang Tersisa di Jalur Gaza Dilaporkan Terancam Ditutup Setiap Saat
Ia juga menyebut bahwa pembangunan Sekolah Rakyat, baik di tahap awal maupun lanjutan, melibatkan lebih dari 2.000 tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia.
"Untuk membangun 200 sekolah, diperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai Rp2 triliun dan melibatkan lebih dari 2.000 pekerja dari seluruh penjuru Indonesia," ujar Dody.
Secara keseluruhan, pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan, dengan rata-rata progres mencapai 83 persen.
Di beberapa titik, pengerjaan bahkan sudah hampir rampung, dengan capaian yang mendekati 90 persen.
Baca Juga:
Kemensos Respons Cepat Banjir dan Longsor di Parigi Moutong dengan Bantuan dan Layanan Kemanusiaan
Pada tahap awal, program Sekolah Rakyat mencakup total 395 rombongan belajar yang tersebar untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.
Sebanyak 100 lokasi dipilih untuk pelaksanaan program ini, dengan sebaran terbanyak berada di Pulau Jawa.
Jawa memiliki 48 titik, disusul Sumatra dengan 22, Sulawesi 15 titik, lalu masing-masing 4 lokasi di Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku, serta 3 titik di wilayah Papua.
Pemerintah telah menyiapkan tahap lanjutan program Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan 122 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, sebanyak 45 gedung milik pemerintah daerah juga akan digunakan untuk mendukung pengembangan program ini.
Gelombang berikutnya menargetkan pembentukan 424 rombongan belajar dengan melibatkan 10.600 siswa, didukung oleh 2.180 guru dan 4.069 tenaga kependidikan. (*/Zahra)