Nasional, gemasulawesi - Kementerian Sosial bersama Kementerian Komunikasi dan Digital menjalin kerja sama untuk mempercepat akses internet di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi ini bertujuan mendukung kelancaran proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Wujud nyata dari sinergi antar kementerian tersebut terlihat dari penyaluran bantuan berupa fasilitas jaringan internet berkecepatan tinggi.
Bantuan ini diberikan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat SMA 19 dan 20 yang berada di bawah Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian Sosial, agar proses pendidikan semakin optimal.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam sebuah acara resmi.
Bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, yang mewakili pihak Kemensos di Sekolah Rakyat SMA 20 BBPPKS Yogyakarta.
"Terima kasih banyak, Bu Menteri, atas dukungan luar biasa untuk sekolah rakyat, karena kita tahu program ini merupakan amanah dari Bapak Presiden yang menjadi tanggung jawab kita bersama," ucap Robben.
Baca Juga:
Menarik! Kacamata AR Spatial dari Rokid Bisa Menampakkan TV Layar Raksasa di Wajah Anda
Ia menuturkan bahwa salah satu aspek paling penting di Sekolah Rakyat adalah ketersediaan jaringan internet. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden yang menginginkan Sekolah Rakyat dikembangkan sebagai smartschool.
"Dan semua itu sangat bergantung pada dukungan layanan internet dari teman-teman Komdigi," ujarnya.
Sekolah Rakyat nantinya juga akan menerapkan sistem pembelajaran berbasis learning management system (LMS), sehingga koneksi internet yang stabil dan memadai menjadi kebutuhan utama untuk mendukung proses tersebut.
Robben juga menegaskan bahwa demi menjaga keamanan akses internet bagi para siswa Sekolah Rakyat, pihaknya akan bekerja sama dengan Komdigi untuk memblokir situs maupun konten yang tidak pantas diakses oleh anak-anak.
Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan untuk Sekolah Rakyat mencakup dua aspek utama, yaitu pembangunan infrastruktur digital dan penguatan komunikasi publik.
"Jadi, Sekolah Rakyat ini juga akan mendapatkan koneksi internet yang cepat dan stabil," ujar Meutya.
Ia menambahkan bahwa prioritas akan diberikan bagi wilayah-wilayah Sekolah Rakyat yang paling membutuhkan akses internet cepat.
"Pada dasarnya, semua sekolah akan mendapatkan fasilitas internet berkecepatan tinggi, dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing," tuturnya.
Baca Juga:
Anker Luncurkan Earbud Soundcore Sleep A30, Dilengkapi dengan ANC dan Fitur Deteksi Dengkuran
Setelah prosesi penyerahan bantuan selesai, Meutya meluangkan waktu untuk melihat langsung fasilitas yang ada di Sekolah Rakyat SMA 20 BBPPKS Yogyakarta, yang saat ini menampung 75 siswa dan siswi.
Ia melakukan pengecekan langsung ke berbagai area, seperti asrama putra dan putri, tempat tinggal wali asrama, ruang makan, serta ruang-ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama tanpa biaya yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo, ditujukan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan dalam kategori miskin ekstrem.
Program ini bertujuan membuka akses seluas-luasnya bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan membentuk karakter, sebagai upaya nyata dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, orangtua para siswa pun tak luput dari perhatian. Mereka akan ikut serta dalam program pemberdayaan, dan bagi yang tinggal di rumah tak layak huni, tempat tinggalnya akan direnovasi agar lebih layak.
Proses seleksi siswa di Sekolah Rakyat dilakukan secara cermat dan tidak sembarangan.
Sejumlah pihak dilibatkan dalam tahapan rekrutmen ini, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dinas sosial di tingkat daerah, dinas pendidikan, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).
Setiap data calon siswa dikaji dan diverifikasi dengan teliti oleh pihak-pihak terkait.
Tujuannya adalah memastikan bahwa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga miskin, khususnya mereka yang tercatat dalam Desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Di tahap awal, Sekolah Rakyat akan dibuka di 100 lokasi dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru yang akan datang.
Sebanyak 9.755 siswa akan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah tersebut dalam peluncuran perdananya.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial akan menambah 100 titik baru dalam pengembangan tahap berikutnya.
Baca Juga:
Snapchat Luncurkan Langganan Lens Plus, Memberi Pengguna Akses ke Ratusan Lensa AR
Dengan perluasan ini, jumlah total siswa Sekolah Rakyat tahun ini ditargetkan melebihi 20 ribu orang, yang akan dibimbing oleh 2.180 guru serta didukung oleh 4.069 tenaga kependidikan. (*/Zahra)