ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,63 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Pertanahan dan Program PTSL

Kementerian ATR/BPN.
Kementerian ATR/BPN. Source: (atrbpn.go.id)

Nasional, gemasulawesi - Melalui Surat Edaran Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Menteri Keuangan, pemerintah telah menetapkan Pagu Indikatif untuk Kementerian ATR/BPN pada Tahun Anggaran 2026.

Nilai anggaran yang dialokasikan untuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tersebut mencapai Rp7,78 triliun lebih.

Menteri ATR sekaligus Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa anggaran ini bukan hanya angka, tapi bentuk nyata dukungan negara terhadap perbaikan sektor pertanahan.

Ia menekankan bahwa dana yang diterima akan dimaksimalkan untuk meningkatkan mutu serta efisiensi layanan pertanahan di seluruh wilayah.

Baca Juga:
Gus Ipul Tegaskan Orang Tua Bebas Kunjungi Anak di Sekolah Rakyat

Dengan adanya suntikan dana dari APBN ini, Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk terus menyempurnakan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam urusan agraria dan tata ruang.

"Saya pastikan dana yang telah disetujui akan kami kelola secara bertanggung jawab," ujar Menteri Nusron saat Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI.

"Fokus kami adalah menjadikan pelayanan pertanahan lebih tepat sasaran, cermat, dan transparan, dengan pendekatan berbasis manajemen risiko," tambahnya.

Anggaran yang telah dialokasikan rencananya akan digunakan untuk menjalankan sejumlah program strategis.

Baca Juga:
Langkah Awal Sekolah Rakyat: Sinergi Kemensos dan 43 Instansi Wujudkan Pendidikan Inklusif

Di antaranya meliputi program dukungan manajemen, pelayanan serta pengelolaan pertanahan, dan kegiatan penataan ruang secara menyeluruh.

Dalam forum rapat tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid turut menyampaikan usulan penambahan anggaran.

Ia menilai kebutuhan tambahan dana penting untuk menjamin kelancaran program kerja yang telah dirancang.

Jumlah tambahan anggaran yang diajukan untuk tahun 2026 mencapai Rp3,63 triliun lebih.

Baca Juga:
Tinjau Langsung, Wabup Parigi Moutong Abdul Sahid Nilai TPA Sampah Jononunu Perlu Penataan Ulang dan Perbaikan Sistem

Dana ini dianggap perlu untuk mendukung percepatan serta peningkatan kualitas pelayanan di sektor pertanahan dan tata ruang.

Salah satu fokus utama dari pengajuan dana tambahan adalah untuk mendanai Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Program ini menjadi prioritas karena menyangkut legalitas tanah dan kepastian hukum bagi masyarakat luas.

Selain itu, anggaran tambahan tersebut juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan penataan ruang nasional serta mengakomodasi belanja pegawai baru.

Baca Juga:
Fitur Baru Gmail di Web Membantu Anda Memilah Email yang Tak Diperlukan dan Berhenti Berlangganan Seketika, Ini Cara Kerjanya

Termasuk di dalamnya rekrutmen CPNS dan PPPK yang akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan ATR/BPN.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa pihaknya sangat berharap seluruh program yang telah disusun bisa berjalan sesuai target.

Ia pun mengajukan permohonan dukungan dari Komisi II DPR RI untuk menambah anggaran, terutama guna mendukung kelancaran pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

"Program PTSL ini menyentuh langsung masyarakat, maka kami harap dukungan penuh, termasuk dari sisi anggaran," ucap Nusron saat rapat kerja bersama Komisi II DPR RI.

Baca Juga:
Kementerian Imipas Pindahkan 921 Napi yang Berisiko Tinggi ke Nusakambangan, Ternyata Begini Alasannya

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa penyerapan anggaran Kementerian ATR/BPN pada tahun 2024 mencapai angka 99,04 persen, menandakan bahwa dana yang dialokasikan selama ini digunakan secara optimal.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menanggapi usulan tambahan anggaran tersebut dengan positif.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya memahami kebutuhan tersebut dan menilai kinerja Menteri Nusron cukup proaktif.

“Pak Menteri ini orangnya gercep, cepat tanggap. Jadi kita harus dukung,” kata Dede di hadapan peserta rapat.

Baca Juga:
Komdigi Pastikan Layanan Internet Tersedia di Sekolah Rakyat untuk Dukung Pendidikan Inklusif Digital

Lebih lanjut, Dede menyatakan harapan agar dana tambahan yang diajukan sekitar Rp3,63 triliun diprioritaskan untuk program yang benar-benar memberi dampak langsung kepada masyarakat luas.

Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN turut hadir mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

Gus Ipul Tegaskan Orang Tua Bebas Kunjungi Anak di Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat hadir dengan sistem berasrama, memberikan akses pendidikan dan pembinaan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Simulasi Sekolah Rakyat Sentra Handayani: Bangun Disiplin dan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Sebanyak 75 siswa ikuti simulasi Sekolah Rakyat, belajar hidup sehat, disiplin waktu, tanpa gawai, dan penuh antusias.

Nusron Wahid Instruksikan Evaluasi Tunggakan Layanan Pertanahan di Seluruh Kantah

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid perintahkan evaluasi tunggakan layanan pertanahan dan penguatan regulasi serta SDM di seluruh Indonesia.

Langkah Awal Sekolah Rakyat: Sinergi Kemensos dan 43 Instansi Wujudkan Pendidikan Inklusif

Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi strategis putusnya kemiskinan antargenerasi dengan pendidikan inklusif dan fasilitas lengkap.

Kemenkes Gandeng ITB dan IT Del Kembangkan Teknologi Kesehatan Berbasis AI dan Bioteknologi

Kemenkes jalin kerja sama dengan ITB dan IT Del kembangkan teknologi AI dan bioteknologi untuk sektor kesehatan Indonesia.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;